Ternyata Celana Dalam Juga Dapat Mempengaruhi Keputihan, Ini Penyebabnya..

Menjaga kebersihan area kewanitaan adalah sebuah keharusan bagi setiap wanita. Tidak hanya di bagian tubuh yang terlihat saja namun juga di selurh bagian tubuh. Meskipun hal ini terdengar sepele, namun faktanya kecerobohan dalam membersihkan tubuh dapat berakibat fatal bagi kesehatan Anda. Bagi wanita ada salah satu keluhan yang sering dialami sehingga hal ini dianggap wajar. Hal tersebut adalah keputihan. Tentu setiap wanita di dunia ini mengalami keputihan, sehingga beberapa diantara mereka tidak menganggap hal ini serius.


Namun tahukah Anda bahwa keputihan bisa menjadi berbahaya dan pemicunya bisa sangat sederhana. Anda penasaran? Yuk cek ulasannya berikut ini

Penyebab Utama Keputihan

Anda harus tahu bahwa keputihan ini utamanya disebabkan oleh bateri dan jamur. Kondisi area kewanitaan yang lembab bisa sangat rawan akan keadaan ini. bakteri dan jamur sangat suka akan kelembaban sehingga mereka bisa tumbuh lebih cepat. Perkembangan bakteri dan jamur yang berlebih juga bisa memicu munculnya cairan keputihan yang bau, berwarna dan menimbulkan rasa gatal di area kewanitaan.

Keputihan Dapat Memicu Kanker Serviks


Pada dasarnya bagi seorang wanita, keputihan adalah hal yang wajar, asal tidak menimbulkan bau. Keputihan yang menimbulkan bau tak sedap dan berjumlah banyak serta berlangsung dalam jangka waktu lama harus segera diatasi. Hal ini karena keputihan bisa memicu munculnya penyakit lain yang bisa membahayakan seperti kanker serviks. Anda tentu tahu bahwa kanker serviks hingga saat ini masih menjadi pembunuh nomor satu di kalangan wanita.

Tindakan Pencegahan Untuk Keputihan


Tindakan utama yang bisa Anda lakukan dalam mencegah terjadinya keputihan adalah dengan memilih celana dalam yang tepat dan rutin dalam mengganti celana dalam. Anda harus tahu bahwa celana dalam dapat mempengaruhi sirkulasi udara dan kelembaban pada area kewanitaan. Meskipun ada opini yang mengatakan untuk mengganti celana dalam setidaknya sehari dua kali namun ada baiknya Anda mengganti celana dalam ketika celana dalam sudah terasa lembab dan tidak nyaman digunakan.

Pilihlah celana dalam berbahan katun karena dapat menjaga kelembaban area kewanitaan Anda. Bahan katun memiliki pori-pori yang cukup besar sehingga sirkulasi udara akan tetap terjaga. Celana dalam dengan bahan katun juga memiliki tingkat elastisitas yang tingi dan teksturnya juga lembut sehingga tidak menimbulkan iritasi, alergi ataupun gatal-gatal.

Sebaiknya Anda juga menghindari memakai celana dalam yang berbahan satin atau spandex karena kain ini memiliki pori-pori kecil. Celana dalam berbahan tile juga tidak cocok digunakan karena bertekstur kasar sehingga membuat tidak nyaman dan bisa mengakibatkan rasa gatal.

Penggunaan pantyliner yang sering dilakukan oleh para wanita juga sebaiknya Anda hindari karena pantyliner memiliki pori-pori yang sangat padat sehingga membuat area kewanitaan semakin lembab. Pantyliner juga bisa membuat kotoran menempel di area kewanitaan Anda. Jadi berhati-hatilah sebelum memutuskan menggunakan pantyliner.

tips sehat anak bayi dan balita

tips cepat hamil
infoTipshamil.com
cara cepat hamil