Waspadai Apa yang Akan Terjadi Jika Air Ketuban Rusak?

Air ketuban adalah salah satu pelindung bayi saat berada dalam kandungan. Dengan adanya air ketuban ini bayi akan terlindung dari infeksi, bayi akan merasa hangat dan bayi bisa bebas bergerak dalam kandungan. Namun manfaat-manfaat ini hanya berlaku jika air ketuban normal. Lalu bagaimana jika air ketuban rusak?

Sebelum bertindak lebih jauh, Anda harus tahu bagaimana ciri-ciri air ketuban normal. Air ketuban yang normal tidak berbau dan terasa hangat. Selain itu air ketuban yang normal juga merupakan cairan bening atau berwarna agak kekuning-kuningan dengan bercak putih dan terkadang terdapat lendir atau darah. Sedangkan untuk air ketuban yang rusak biasanya berwarna keruh, hijau atau kecoklatan.

Penyebab Air Ketuban Rusak


Air ketuban tidak bisa rusak begitu saja, selalu ada faktor yang membuatnya rusak. Beberapa di antaranya adalah infeksi, usia kehamilan yang lewat 42 minggu ataupun adanya masalah pada bayi. Seperti yang telah diulas sebelumnya, air ketuban yang rusak akan berwarna hijau atau kecoklatan. Hal ini bisa terjadi karena adanya mekonium yang merupakan feses pertama bayi. Seharusnya bayi mengeluarkan feses pertamanya setelah lahir, namun dalam kondisi ini bayi mengeluarkan feses saat masih berada dalam kandungan.

Kondisi ini bisa terjadi karena bayi dalam kandungan stress sehingga meningkatkan aktivitas pada usus bayi dan relaksasi otot sfingter anal yang merupakan katup otot yang berfungsi mengontrol keluarnya feses. Peningkatan aktivitas inilah yang menyebabkan feses bayi keluar saat masih dalam kandungan. Stress pada bayi dapat disebabkan oleh banyak hal seperti tidak cukupnya pasokan darah yang mengandung nutrisi dan oksigen, infeksi, plasenta yang sudah tua, kesulitan dalam melahirkan, diabetes gestasional dan juga tekanan darah tinggi pada sang ibu.

Bahaya Mekonium Terhadap Bayi


Anda harus tahu bahwa mekonium ini dapat memberikan efek negatif bagi bayi Anda. Mekonium yang masuk ke dalam paru-paru bayi bisa menyebabkan masalah penapasan serius (sindrom aspirasi mekonium). Mekonium bisa saja terhirup seluruhnya atau sebagian, namun Anda perlu ingat bahwa semakin banyak mekonium yang terhirup maka kondisi penyumbatan pernapasan pada bayi akan semakin parah.

Beberapa gejala yang bisa diketahui ketika bayi telah menghirup mekonium adalah adanya noda hijau gelap dalam air ketuban, kulit bayi membiru (sianosis), bayi terlihat susah bernapas, denyut jantung bayi menurun saat masih dalam kandungan dan bayi terlihat lemah saat baru lahir.

Tindakan Lanjutan Untuk Bayi yang Menghirup Mekonium


Saat Anda rutin untuk memeriksakan kandungan ke dokter, berkonsultasilah dengan baik. Pastikan untuk mengatakan apapun keluhan Anda. Dengan begini bayi dalam kandungan Anda akan tetap terkontrol. Jika suatu ketika dokter mendeteksi bahwa ada mekonium dalam air ketuban maka kemungkinan besar dokter akan merekomendasikan amnioinfusi untuk mengurangi kekentalan mekonium. Sedangkan untuk bayi yang sudah menghirup mekonium dalam air ketuban harus mendapatkan perawatan khusus setelah lahir. Selain itu dokter bisa saja membersihkan saluran pernapasan bayi jika memang setelah lahir bayi tidak aktif dan memiliki denyut nadi yang rendah.
tips sehat anak bayi dan balita