Waspada, Anak-Anak Rentan Mengalami Stres! Inilah 5 Cara Mencegahnya

cara mencegah stres pada anak
Masa anak-anak hingga remaja, adalah masa di mana kepribadian masih sangat labil dan mudah dipengaruhi. Pada saat ini, peran orang tua sangatlah dibutuhkan. Anda dituntut untuk lebih peka terhadap kondisi anak. Jangan sampai anda melupakan buah hati hanya karena terlalu sibuk dengan pekerjaan.

Apabila anak kurang memperoleh perhatian, maka mereka akan merasa kesepian dan lama-lama berujung pada stres. Kalau anak sudah stres atau despresi, bisa saja dia nekat melakukan hal-hal diluar perkiraan kita.

Nah untuk mencegah stres pada anak, sebaiknya orang tua menerapkan beberapa hal dibawah ini:


1.    Luangkan waktu untuk kebersamaan

Jika diperhatikan, banyak sekali kasus pergaulan bebas (seperti remaja yang menggunakan narkotika, seks bebas, dsb) akibat pengaruh stres dan tekanan dari rumah. Saat orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan, anak jadi jarang diperhatikan. Akibatnya anak akan mencari perhatian dari luar.

Jika sang anak tidak tahan iman atau kurang dapat ilmu agama, maka dengan mudahnya ia akan dibelokan ke dalam kesesatan oleh syetan. Ia akan melampiaskan rasa kesepiannya pada hal-hal yang berbau negatif, selama ia senang apapun akan dilakukan.

2.    Ajak liburan

Mungkin anda sering menyepelekan hal ini, padahal liburan adalah sesuatu yang sangat penting untuk menstabilkan emosi buah hati kita. Dengan berlibur, pikiran jadi lebih rileks dan fresh. Bayangkan saja jika anak tidak memperoleh liburan sama sekali, mereka pasti bakal jenuh dengan tugas sekolah yang tiada hentinya.

Cukup di hari weekend saja, usahakan untuk tidak lembur dan tidak mengerjakan tugas kantor. Sempatkanlah waktu untuk mengajak buah hati berlibur. Tak perlu mahal, tapi yang terpenting keluar dari rumah. Dengan demikian, anak bisa terhindar dari stres.

3.    Jangan bebani mereka dengan masalah anda

Setiap kehidupan rumah tangga pasti tak terlepas dari masalah. Namun meski demikian, janganlah anda sebagai orang tua ribut atau bertengkar di depan anak-anak. Mereka sudah cukup pusing dengan tugas sekolahnya, apa masih harus mendengarkan keributan tiap hari? Bisa-bisa anak menjadi stres. Seharusnya anda membantu menyelesaikan masalah anak anda, bukannya malah menambah bebannya.

4.    Pujian dan kasih sayang

Iya, anda tahu enggak kalau anak-anak butuh banget buat diakui. Setelah mereka melakukan suatu pekerjaan dan hasilnya baik, mereka ingin dipuji. Misalnya saja, anak anda berhasil memperoleh peringkat pertama dikelasnya. Maka berikanlah pujian dan surprise agar dia jadi bahagia. Hal ini sangat berarti. Selain bisa mengurangi tingkat stres, juga membuat anak lebih semangat lagi!

5.    Menjadi sahabatnya

Berperan sebagai orang tua sekaligus sahabat itu enggak mudah lho. Kebanyakan orang tua lebih suka bersifat diktaktor alias memerintah daripada memberi saran, sehingga anak-anak merasa kehidupannya dikekang. Akibatnya mereka tidak mau cerita ke orang tuanya saat ada masalah. Mereka lebih memilih curhat ke teman-temannya karena mereka takut  buat ngomong ke ortunya.

Tapi bagaimana bila ia tak punya teman? Ya tentu saja ia akan memendam masalahnya sendirian. Hingga pada akhirnya, ia akan merasa despresi dan stres. Oleh sebab itu, cobalah menjaga hubungan orang tua dan anak agar tetap baik. Jangan sampai renggang. Kalau bisa jadilah sahabatnya dengan memasuki dunia mereka. Sehingga anda bisa menjadi seseorang yang paling dekatnya.

Itulah beberapa tips untuk mencegah terjadinya stres pada anak. Selamat mencoba dan semoga berhasil.


tips sehat anak bayi dan balita