Anak Memiliki Akun Sosial Media, Perlukah?

Kehidupan jaman sekarang seakan tak bisa dipisahkan dari dunia digital. Berbagai  macam sosial media mulai dari facebook, instragam, twitter, path, askfm, dan sejenisnya menjamur dengan pesat di seluruh penjuru dunia. Hampir tidak ada orang yang tak mengenal sosmed, bahkan anak kecil sekalipun.

Lalu yang Jadi Pertanyaan, Apakah Wajar Jika Seorang Anak Kecil Memiliki Facebook atau Sosial Media Lainnya?

Berbicara tentang kewajaran, well memang tak bisa dipungkiri sekarang ini banyak sekali bocah-bocah bau kencur yang eksis di sosmed. Jangankan bocah berumur belasan, yang masih bayi saja sudah dibuatkan sosial media (seperti instragam) oleh orang tuanya. Contoh nih anak-anak para artis, kamu pasti tahulah ya siapa saja, gak perlu disebutin satu-satu disini.

So, kalau ditanya “apakah wajar anak kecil punya sosial media?”, jawabannya sudah pasti SANGAT WAJAR. Justru anak yang tidak memiliki sosial media-lah yang dianggap aneh, kuno, dan gak gaul. Biasanya juga dikarenakan pressure peer group, teman-temannya yang lain punya juga. Akhirnya anak ikut-ikutan. That’s reality in modern world like now. Selain itu, tidak mudah untuk menentukan berapa usia anak yang cukup dalam memanfaatkan sosial media, sebab semua tergantung pada kesiapan atau kedewasaan sang anak.

Lantas Tindakan Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua Untuk Menyikapi Hal Ini? Apakah Orang Tua Hanya Menutup Mata? Ataukah Perlu Melarangnya?

Sebagai orang tua, tentu anda tidak boleh menutup mata. Tapi jangan pula melarangnya. Karena semakin anda melarangnya, maka semakin ia penasaran dan berusaha mencari tahu dari orang lain, lalu mencobanya secara diam-diam. Jika hal ini sampai terjadi, maka bisa saja informasi yang datang dari pihak luar tersebut berunsur negatif dan memicu terjadinya penyalahgunaan sosial media pada buah hati anda.

Berikut beberapa tips untuk membimbing anak menggunakan sosial media secara aman dan efektif, read on!

1.    Ketahui jenis sosial media serta fungsinya

Ada berbagai macam sosial media, sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui dan mempelajarinya. Bila anda sendiri tidak mengenal sosmed, lalu bagaimana mungkin anda mengontrol kegiatan anak anda di dunia maya? Meskipun anda malas dan merasa tidak perlu, tapi cobalah mempelajarinya pelan-pelan. Mungkin tetangga atau saudara ada yang menggunakan sosmed untuk bisnis online, maka anda bisa bertanya kepada mereka.

Apabila anda sudah mengerti dan tahu fungsi dari sosmed, anda pun bisa mulai memilah-milahnya, mana yang baik dan mana yang kurang baik. Mana yang perlu dikenalkan ke buah hati dan mana yang tidak. Selain itu, jika anak anda adalah seorang penggemar sosmed, anda bisa juga mengontrolnya (Karena anda sudah mengerti cara penggunaannya).

2.    Mengarahkan anak agar menggunakan sosmed untuk hal positif

Setelah anda mempelajari fungsi dari sosial media, tindakan selanjutnya adalah mengarahkan anak kepada hal-hal yang positif. Misalnya saja, anak pintar melukis atau bermain piano. Anda bisa mempublikasikan bakat tersebut ke sosial medianya, dengan tujuan memotivasi sang anak agar lebih semangat, serta untuk berbagi inspirasi.

3.    Batasi penggunaan sosmed dengan mengalihkan pada kegiatan lain

Bagaimanapun juga, masa anak-anak adalah masa emas untuk tumbuh dan bermain di lingkungan nyata. Di masa ini, kepribadian dan karakter anak mulai dibentuk. Jangan sampai pemberian gadget menjadikan anak pecandu sosial media. Sungguh, hal ini sangat berbahaya!

Bila anak sudah menjadi pecandu sosmed sejak kecil, dia akan merasa aneh dengan lingkungan sekitarnya. Bahkan bisa saja memicu masalah interaksi sosial. Dimana anak menjadi penyendiri, tertutup, pemalu, dan mungkin saja antisosial. Oleh karena itu cobalah membatasi penggunaan sosmed pada anak. Alihkan perhatian mereka dari gadget dengan cara memberikan kegiatan lain, seperti mengajak anak bermain di taman, mendaftarkan les seni, dan sebagainya.

4.    Mengenal teman-temannya di sosial media

Yang terakhir, cobalah mencari tahu dan mengenal temannya di sosial media. Beberapa tahun ini, banyak sekali tindak kriminalitas yang terjadi berawal dari sosial media. Contohnya saja kasus pemerkosaan. Berawal dari kenalan di facebook, ngajak ketemuan, lalu diperkosa dan dibunuh. Serem kan?

Oleh sebab itu, orang tua perlu mengawasi gerak gerik anak dalam bermain sosmed, jika perlu mengenal satu persatu temannya. Apabila anda teman yang tidak jelas (fake id), lebih baik diblokir saja. Dengan begitu anda pun akan lebih tenang.
tips sehat anak bayi dan balita