6 Tips Menghindarkan Anak dari Kecelakaan di Rumah

Kadangkala orang tua melarang anak bermain di luar rumah, dengan tujuan agar keselamatan sang anak lebih terjaga. Padahal rumah sendiri dapat menjadi tempat paling berbahaya bagi anak.

Ada banyak hal di rumah yang berisiko membahayakan keselamatan sang buah hati. Mulai dari benda-benda tajam, bahan-bahan kimia, hingga peralatan listrik. Biasanya, saat bermain dalam rumah, anak cenderung bergerak aktif kesana-kemari. Mereka belum mengerti mana yang berbahaya dan mana yang aman. Oleh karena itu, pengawasan dari orang tua sangtlah penting untuk menimalisir terjadinya kecelakaan dalam rumah.

Berikut cara menciptakan kondisi rumah yang aman, dan menghindarkan anak dari kecelakaan.

1.    Meminimalisir Risiko Terjatuh

Salah satu cedera yang paling sering dialami oleh anak-anak saat berada dalam rumah adalah terjatuh. Sebenarnya anak terjatuh adalah hal wajar, dan kecelakaan ini masuk dalam kategori cukup aman. Namun terkadang, terjatuh juga bisa menjadi menimbulkan cedera yang berbahaya.

Cara untuk meminimalkan risiko terjatuh adalah:
  • Pasang penahan jendela (seperti kait) yang hanya bisa dibuka oleh orang dewasa.
  • Jauhkan furnitur berat atau kursi dari jendela, karena anak bisa saja memanjatkannya untuk keluar lewat jendela
  • Untuk bagian tangga, beri pencahayaan yang terang di sepanjang anak tangga. Selain itu, anda juga bisa memasang pintu di lantai teratas tangga untuk mengurangi risiko anak turun ke tangga.
  • Jangan menempelkan perabot berat di dinding
  • Pasang pelindung karet di sudut-sudut meja, juga penahan pintu lemari dan laci yang mungkin ia buka saat mandi.
  • Letakkan keset anti slip di depan pintu kamar mandi dan di dasar bathtub.
  • Lapisi lantai di area bermain anak dengan alas karet
  • Paastikan untuk menutup pintu kamar mandi setelah digunakan

2.    Meminimalisir Risiko Tertelan Bahan Berbahaya

Di usia balita, biasanya anak suka memasukkan benda apapun ke dalam mulutnya. Baik itu makanan ataupun benda-benda berbahaya lainnya, seperti kancing, kelereng, biji-bijian, permen, dan sebagainya.

Untuk meminimalkan risiko anak tertelan benda berbahaya, caranya:
  • Lebih baik berikan anak pakaian yang tidak ada kancingnya
  • Jauhkan kelereng, mainan berukuran mini, dan benda-benda kecil dari jangkauan anak-anak

3.     Meminimalisir Risiko Keracunan

Karena anak suka menelan berbagai benda, maka sebaiknya:
  • Jauhkan produk berbahan kimia, seperti obat-obatan, kosmetik, cairan pembersih lantai, pewangi, dan berbagai minuman kadaluarsa
  • Bersihkan bak mandi secara teratur. Agar lebih aman, anda bisa menggunakan pembersih alami seperti cuka putih
  • Cuci semua benda baru (seperti karpet, tempat tidur) sebelum digunakan untuk mengurangi kandungan bahan kimiaa VOC (volatile organic compounds/ bahan kimia yang mudah menguap)
  • Seleksi dalam memilih mainan anak. Jauhkan anak dari mainan yang mengandung bahan kimia, bahan pewarna yang mudah mengelupas, dan logam berat seperti arsenik.

4.    Meminimalisir Risiko Luka Bakar

Cedera luka bakar, baik karena tersengat listrik ataupun air panas cukup berbahaya. Ada beberapa cara yang dapat bunda lakukan untuk meminimalkan risiko luka bakar, diantaranya:

  • Cabut sambungan listrik dan matikan semua saklar saat tidak dipakai, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Pasang penutup pada kotak sambungan listrik
  • Jauhkan benda-benda sumber hawa panas, seperti korek api, pemantik api, kompor, pencatok rambut, setrika dari jangkuan anak-anak
  • Matikan kompor saat tidak digunakan
  • Saat anda memasak air, jangan ditinggalkan. Dan jauhkan air panas dari jangkauan anak-anak

5.    Meminimalisir Risiko Luka Tergores, Memar, Dan Sebagainya

Untuk menghindari luka goresan, memar, luka oleh benda tajam, dan sebagainya, dihindari dengan cara:
  • Taruh pisau, cutter, dan peralatan tajam jauh dari jangkauan anak atau di dalam laci terkunci.
  • Gunakan penahan pintu agar anak tidak terjepit
  • Lapisi ujung kursi atau meja yang tajam dengan gabus/benda lunak lainnya
  • Lapisi kaca jendela, kaca meja dengan lapisan film anti pecah
  • Jauhkan anak dari binatang peliharaan, seperti anjing dan kucing

6.    Meminimalkan Risiko Anak Sakit

Terakhir, tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko anak terserang penyakit adalah:
  • Membersihkan rumah secara teratur
  • Bersihkan piring dan alat makan lainnya sebelum digunakan
  • Cuci buah dan sayuran sebelum disantap
  • Kuras bak mandi secara teratur, dan jangan menampung air dalam wadah tanpa alasan, sebab bisa menjadi sarang perkembangan nyamuk
  • Pastikan ruangan terkena cukup sinar matahari

Well, itulah beberapa cara yang bisa anda praktekan untuk menciptakan rumah yang aman bagi anak. Terlepas dari semua cara diatas, hal terpenting dalam melindungi buah hati adalah pengawasan dari orang tua.
tips sehat anak bayi dan balita