Si Kecil Susah Diajak Berkomunikasi? Yuk, Terapkan 7 Trik Cerdas Dan Efektif Ini!

Trik Cerdas Dan Efektif untuk Anak yang Susah Diajak Berkomunikasi
Usia balita adalah usia dimana tumbuh kembang anak-anak berjalan sangat pesat. Anak dapat menangkap berbagai informasi, mulai belajar mengenali benda-benda disekitarnya, serta aktif bergerak. Selain itu, anak usia 1-5 tahun biasanya juga menjadi lebih sulit diatur dan tak mau melulu mendengarkan perkataan orang tuanya.

Sebenarnya perilaku anak yang menjadi lebih aktif di usia balita ini normal. Namun adakalanya anak menjadi lebih bandel dan susah dikendalikan. Belum lagi bahasa balita juga kadang sulit dipahami. Jika sudah seperti ini, orang tua pun jadi kerepotan sendiri.

Nah, untuk memahami dan mengendalikan anak yang sulit diatur di usia balita, ada beberapa tips yang dapat bunda terapkan. Langsung aja yuk simak:


1.        Hindari percakapan yang terlalu panjang, cukup pendek dan sederhana

Berbicara dengan balita tidak perlu terlalu panjang lebar, apalagi berbelit-belit. Anak akan malas mendengarkan karena mereka juga baru memahami bahasa.
Cukup berkomunikasi dengan bahasa yang sederhana dan pendek. Jika perlu, cermati cara dia berbicara dengan teman sebayanya. Sehingga anda bisa mempraktekkannya.

2.      Berbicara dengan posisi sejajar dan jarak yang dekat

Saat berkomunikasi dengan buah hati anda, usahakan agar posisi badan sejajar dengan tinggi badan balita. Selain itu, jangan berbicara dengan jarak yang terlalu jauh. Dengan begitu, anak dapat lebih mudah memahami dan menangkap ucapan yang anda lontarkan. Apabila anak masih tidak memperhatikan ucapan anda, maka berikan perhatian yang lebih. Misalnya dengan menyentuh, memeluk, atau memangkunya.

3.      Jangan terkesan memerintah, cobalah memahaminya

Semakin anda melarang anak melakukan sesuatu, maka anak akan semakin penasaran dan ngelakuinnya secara diam-diam. Pada dasarnya, anak-anak tidak suka diperintah. Oleh karena itu, daripada mengucapkan kata yang terkesan memerintah dan membentak, lebih baik ubah gaya bahasa anda menjadi lebih lembut. Berikan pemahaman kepada anak secara baik. Misalnya saja saat anda membuat berantakan rumah, jangan mengatakan “Kenapa kamu melakukan itu?”. Tetapi katakan “Ibu ingin tahu, apa yang baru kamu lakukan?” Atau “Hayo, apa kamu tahu cara membereskan mainan ini?” Dengan begitu, anak akan belajar untuk mencari solusi.

4.      Jangan berkomunikasi pada anak saat anda merasa kesal

Ketika anak melakukan kesalahan, biasanya orang tua akan menjadi kesal dan sontak memarahi anaknya. Jika emosi tak terkontrol, maka bisa saja anda melontarkan kata-kata yang tak pantas kepada anak. Sebaiknya hentikan percakapan, daripada situasi semakin memanas.

Tunggu sampai pikiran tenang dan emosi anda reda. Setelah itu, baru berbicaralah dengan anak secara baik-baik. Bertindaklah secara dewasa dan pilih waktu yang tepat untuk menasehatinya.

Baca juga: Jangan ucapkan kalimat ini kepada anak saat anda kesal!

5.      Lakukan kontak mata

Berbicara dengan siapapun, termasuk pada anak sangat penting untuk melalukan kontak mata. Dengan melakukan kontak mata, anak akan merasa mendapat perhatian penuh.

Semisal anda sedang membaca koran, lalu anak anda mengajak berbicara. Maka usahakan untuk berhenti sejenak dari aktivitas anda dan dengarkan omongan anak. Jangan hanya menjawab “ya..ya” tanpa melihat wajahnya. Anak ingin keberadaannya diakui, ia ingin diperhatikan. Jadi jangan abaikan perkataannya.

6.      Kenali karakter anak

Mengenali karakter anak juga merupakan hal yang sangat penting. Apakah dia tipe anak yang pasif atau aktif. Pemalu atau terbuka. Melalui pemahaman karakter, komunikasi bisa lebih efektif . Anda bisa menyesuaikan gaya bicara dengan karakter buah hati anda. Misalnya dia seorang pemalu, maka berkomunikasilah dengan bahasa yang lebih mendalam.

7.       Jangan hanya memerintah, tapi berikan contoh yang baik

Orang tua adalah teladan bagi anaknya. Seperti kata pepatah, “buah jatuh tak jauh dari pohonnya.” Jadi kalau anda pengen anak tumbuh jadi baik, maka berikan teladan yang baik pula. Jika hanya sebuah ucapan, perintah atau teguran, anak tidak akan terlalalu mendengarkan. Dengan sebuah tindakan yang konkret, anak dapat meniru dan belajar dari perilaku anda.

Selamat mencoba!!
tips sehat anak bayi dan balita