Ketiak Basah? Jangan Dibiarin! Segera Atasi Dengan 5 Cara Sederhana Ini

Jangan biarkan ketiak anda basah. Segera Atasi Dengan 5 Cara ini
Ketiak basah adalah salah satu masalah yang terlihat sepele namun sebenarnya cukup mengganggu. Umumnya, masalah ketiak basah ini sering dialami oleh para remaja yang sedang pubertas. Selain itu, aktifnya kegiatan dan iklim tropis yang cukup panas juga memicu ketiak memproduksi keringat lebih banyak.

Masalah ketiak basah tentu sangat mengganggu, apalagi kalau disertai bau tak sedap. Kebanyakan orang yang mengalami hal ini akan malu, kurang percaya diri, dan cenderung menghindar dari keramaian. Bahkan orang yang melihat pun juga akan merasa jijik.

Mengatasi ketiak basah tidak cukup hanya dengan mandi atau memakai deodorant. Biasanya keringat dan bau tak sedap pada ketiak akan mudah muncul kembali. Untuk mengatasi masalah ketiak basah secara optimal, kamu harus mengetahui penyebab dari ketiak basah tersebut

Faktor yang dipercaya menjadi penyebab dari ketiak basah:


1.  Mengonsumsi makanan panas

Selain iklim atau suhu lingkungan yang panas, mengonsumsi makanan dan minuman panas juga dapat menaikkan suhu tubuh. Sehingga merangsang produksi keringat di ketiak.

2.  Kopi

Apakah kamu salah satu penikmat kopi? Kalau iya, berhati-hatilah. Karena kopi juga menjadi salah satu pemicu keringat di tubuh. Kandungan Kafein di dalam kopi bisa merangsang sistem saraf pusat untuk mengaktifkan kelenjar keringat. Sehingga dapat dikatakan semakin banyak kamu mengonsumsi kopi, maka produksi keringatmu juga akan semakin banyak.

3.  Jenis pakaian

Beberapa jenis pakaian juga dapat meningkatkan produksi keringat, seperti kain sintesis. Jenis kain polyester dan akrilik dapat menghambat penguapan keringat, sehingga tubuh cenderung memproduksi keringat berlebih.

4.  Obat-obatan tertentu

Pengonsumsian obat-obatan tertentu juga bisa memicu produksi keringat berlebih, seperti obat anti-inflamasi, obat anti depresan, obat hipertensi, dan obat diabetes.

5.  Makanan pedas

Ketika mengonsumsi makanan pedas, tubuh akan bereaksi terhadap zat capsaicin yang berasal dari cabe, di mana zat ini dapat mengaktifkan kelenjar keringat.


Nah, setelah kita mengetahui beberapa penyebab ketiak basah, sekarang kita akan membahas cara mengatasi ketiak basah dengan mudah dan aman.

Berikut beberapa cara sederhana mengatasi ketiak basah:


1.  Gunakan Deodorant dan anti perspirant

Cara yang paling umum digunakan untuk mengatasi ketiak basah alias burket adalah menggunakan deodorant atau anti perspirant . Deodorant dapat membantu mengatasi bau tidak sedap pada ketiak. Sedangkan anti perspirant bertujuan untuk mengurangi produksi keringat di ketiak. Usahakan untuk menghindari deodorant yang mengandung parfum, sebab parfum bisa meningkatkan produksi keringat dan bakteri di ketiak.


2.  Pilih pakaian nyaman dan hindari pakaian ketat

Menggunakan pakaian ketat hanya akan membuat ketiak makin basah. Sebaiknya pilihlah pakaian berbahan kapas, linen, wol, atau yang lembut lainnya. Kain jenis tersebut dapat membuat kulit tetap bernafas, sehingga ketiak cenderung lebih kering.


3.  Hindari stres berlebihan

Stres tidak hanya membuat anda menjadi pusing, tetapi stres juga mempengaruhi produksi keringat. Oleh sebab itu, cobalah untuk mengendalikan emosi, memperbanyak refreshing, dan terapkan pola hidup yang sehat.


4.  Yoga

Yoga menjadi salah satu olahraga yang cukup nge-tren belakangan ini. Ternyata Yoga juga dipercaya dapat mengurangi produksi keringat berlebih. Dengan melakukan latihan yoga, pikiran bisa menjadi lebih tenang dan mengurangi rasa cemas. Dengan demikian, masalah keringat basah pun juga akan berkurang.


5.  Teh camomile

Teh camomile dipercaya sebagai bahan alami yang bisa mengatasi masalah keringat basah. Kamu bisa membuat campuran teh camomile dengan 1 sendok teh madu. Konsumsi minuman ini sebanyak 2 kali dalam sehari. Apabila kamu rutin mengonsumsinya, maka produksi keringat juga semakin menurun sehingga ketiak tetap kering.


Demikianlah beberapa tips mengatasi ketiak basah. Semoga dapat bermanfaat.
tips sehat anak bayi dan balita