Anak Umur 18 Bulan Tapi Belum Bisa Berjalan, Apa yang Salah?

apa penyebab anak belum bisa berjalan
Setiap orang tua pasti ingin melihat buah hatinya dapat tumbuh dan berkembang secara normal. Namun, setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menunjukkan perkembangannya, seperti berjalan.

Rentang normal seorang anak untuk berjalan yaitu di usia 12-18 bulan. Namun, umumnya anak mulai dapat berjalan ketika usianya mencapai 12 bulan atau sekitar 1 tahun. Meski demikian, ada juga yang memiliki kemampuan lebih, dan telah bisa berjalan di usia 8 bulan.

Tahap Perkembangan Gerakan Motorik Normal


Usia 6-8 bulan: Duduk dan merangkak dengan dua dengkul kaki.

Usia 12-18 bulan: Berdiri tanpa bantuan, berjalan dengan merambat ke perabotan di rumah, berjalan 2 atau 3 langkah tanpa bantuan, berjalan 10-20 menit tanpa bantuan.

Usia 18-24 bulan: Berjalan tanpa kesulitan, menarik mainan sambil berjalan, membawa mainan besar sambil berjalan, naik dan turun bangku tanpa bantuan, menemukan cara sendiri untuk berjalan mundur, bisa naik dan turun tangga dengan bantuan.

Usia 24-36 bulan: Umumnya mampu memanjat dengan baik, berjalan naik/turun tangga dengan menggunakan satu kaki per anak tangga, berjalan jinjit.

Apabila anak anda belum bisa berjalan di usia 18 bulan, maka kondisi ini terbilang cukup mengkhawatirkan. Dalam ilmu medis, keterlambatan anak dalam berjalan berhubungan dengan gangguan motorik kasar yang mengganggu keseimbangan. Untuk mengatasinya, orang tua diharapkan untuk segera melakukan stimulasi pada anaknya semenjak dini sebelum terlambat.

5 Faktor Penyebab Anak Belum Bisa Berjalan di Usia 18 Bulan

1. Ketidakmatangan saraf

Kematangan syaraf sangat mempengaruhi kemampuan anak dalam melakukan gerakan motorik. Pada saat anak baru dilahirkan, syaraf belum berkembang dan berfungsi secara optimal dalam mengontrol gerakan-gerakan motorik. Umumnya syaraf benar-benar mencapai kematangan ketika anak berusia sekitar 5 tahun. Sehingga tidak heran di usia 5 tahun, anak sudah dapat melakukan segala hal, seperti berjalan, berlari, melompat, dan sebagainya.

Keterlambatan anak dalam menunjukkan kemampuan berjalan kemungkinan besar dikarenakan syaraf yang belum terlalu matang.

2. Gangguan keseimbangan

Seorang anak yang mengidap dysfunction of sensory integration (DSI), umumnya sering mengalami gangguan keseimbangan. Biasanya anak yang mengidap gangguan ini menunjukkan gejala sering ketakutan. Misalnya takut berenang, takut naik ayunan, dan sebagainya. Di samping itu, anak juga mengalami keterlambatan dalam beraktivitas, gerakannya canggung, mudah tersandung atau jatuh, kesulitan memegang kepala saat duduk, bahkan kesulitan dalam berbicara, menulis, dan membaca.

3. Gangguan sensoris

Faktor berikutnya yang menjadi penyebab keterlambatan anak dalam berjalan adalah gangguan sensoris. Pada beberapa kasus, anak sering mengalami sensitif pada telapak tangan dan kaki. Sehingga hal ini mengakibatkan anak berjalan jinjit, bahkan sang anak juga sering terjatuh pada saat berdiri. Ciri lain anak yang mengalami gangguan sensoris adalah sering merasa gelisah, tidak nyaman ketika mendengar suara dengan frekuensi tertentu seperti suara blender atau bayi menangis, dan lebih sensitif terhadap cahaya.

4. Kondisi psikologis

Apabila anak anda terlihat sehat dan tidak mengalami gangguan fisik apapun, maka bisa saja keterlambatan berjalan dipicu oleh faktor psikologis. Seperti pola asuh yang salah, anak tidak diberikan stimulasi, atau mungkin dikarenakan adanya trauma. Kondisi psikologis anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan gerakan motorik.

5. Faktor Predisposisi

Pada kasus tertentu, keterlambatan berjalan sering dialami oleh anak dengan kondisi tertentu, seperti lahir prematur, obesitas, anak dengan gangguan hipersensitif saluran cerna.

Itulah beberapa faktor yang menjadi pemicu keterlambatan anak dalam berjalan. Apabila bunda mendapati si kecil terlambat dalam berjalan, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan pemeriksaan ke dokter ahli.

Semoga dapat bermanfaat.
tips sehat anak bayi dan balita