Ngidam di Masa Kehamilan, Mitos dan Fakta

ngidam saat hamil itu mitos atau fakta
Ketika memasuki usia kehamilan, biasanya sang ibu memiliki banyak keinginan yang tiba-tiba muncul. Keinginan yang muncul pada ibu hamil ini dikenal sebagai istilah “ngidam”. Yang bikin repot, kadang-kadang ibu malah menginginkan hal yang aneh. Misalnya mau makan rujak jam 12 malam. Tentu saja hal ini bikin suami jadi bingung. Kalau tidak dituruti, katanya anaknya bakal ngileran. Tapi kalau dituruti juga belum tentu terwujud.

Nah, yang jadi pertanyaan. Benarkah wanita hamil mengalami ngidam karena  efek perubahan hormon? Atau malah ngidam hanyalah sugesti yang dibuat-buat sendiri? Berikut beberapa pemaparan terkait mitos dan fakta ngidam pada ibu hamil:

MIitos dan Fakta Ngidam Pada Ibu Hamil

1.    Ibu Hamil Pasti Ngidam Makanan Asin

Kalian pasti sering mendengar atau melihat wanita hamil yang ngidam makanan asin. Kra-kira kenapa wanita hamil selalu ingin mengonsumsi makanan asin, ya?

Menurut psikolog dr. McGraw, wanita hamil cenderung ingin makan makanan asin karena pengaruh dari defisiensi atau kekurangan mineral, salah satunya mineral sodium. Hal ini dikarenakan pada masa kehamilan, volume darah meningkat hingga 20% sehingga tubuh membutuhkan lebih banyak mineral untuk pengenceran darah. Tambahan mineral sangat dibutuhkan oleh ibu hamil.

2.   Ibu Hamil Pasti Ngidam Makanan Manis

Selain makanan asin, terkadang wanita hamil juga ngidam makanan yang berasa manis, seperti es krim, roti, dan pasta. Dr phil menjelasakan bahwa makanan manis bisa memicu produksi hormon serotonin yang membuat kondisi wanita menjad lebih nyaman dan tenang. Sebut saja es krim, teksturnya yang lembut, rasanya yang dingin dan manis membuat wanita merasa lebih baik.

3.   Ngidam Yang Tidak Dituruti Bisa Menyebabkan Anak Ngiler

Beberapa masyarakat percaya bahwa ngidam yang tidak dituruti bisa menyebabkan anak menjadi ngiler. Benarkah hal tersebut?

Sebenarnya pada saat kehamilan terjadi perubahan hormonal di dalam tubuh sang ibu. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya hasrat ingin makan ini dan itu. Biasanya kondisi ini terjadi pada awal kehamilan, 3 bulan pertama. Jadi tidak ada hubungannya sama sekali dengan janin. Sehingga dapat disimpulkan, anak ngiler karena ngidam yang tidak dituruti adalah mitos.

4.   Ngidam Bisa Menunjukkan Jenis Kelamin Bayi

Beberapa ornag percaya bahwa jenis makanan yang diinginkan wanita saat hamil bisa menunjukkan jenis kelamin dari bayi yang dikandungnya. Misalnya ngidam makanan pedas atau asin, maka kemungkinannya bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki. Tapi kalo wanita hamil ngidam makanan manis berarti bayi yang dikandung berjenis kelamin perempuan.

Menurut dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr. Soetomo, Surabaya presepsi tersebut salah dan hanyalah mitos belaka. Tidak ada hubungannya antara ngidam dengan jenis kelamin bayi. Pada dasarnya, ngidam adalah pengaruh perubahan hormonal, namun lebih dipengaruhi oleh psikologis dan kondisi lingkungan sekitar .

5.   Suami Juga Bisa Ikut Ngidam

Beberapa orang bilang bahwa tidak selalu ibu yang mengalami ngidam. Terkadang ngidam malah dirasakan oleh suami. Padahal jika dipikir secara logika, suami tidak ikut mengandung janin. Lalu bagaimana mungkin suami bisa ngidam?

Menurut dr Nurhadi, suami bisa saja merasakan ngidam pada saat istrinya hamil. Kondisi ini wajar, dan biasanya terjadi akibat sang suami terbawa suasana saja. Misalnya istrinya tidak mau makan sesuatu karena bosan. Lalu sang istri pun ikut-ikutan. Sebenarnya suami ngidam hanyalah efek dari psikologis semata.
tips sehat anak bayi dan balita