Waspada! Kondisi Hiperemesis Gravidarium Pada Masa Kehamilan Bisa Memicu Bahaya

Pada saat awal kehamilan, seringkali wanita mengalami mual dan muntah. Kondisi ini memang dapat dikategorikan normal dan hampir dialami oleh semua wanita hamil. Namun, apabila gejala mual dan muntah menjadi semakin parah maka kondisi dapat membahayakan kesehatan si ibu. Mual dan muntah yang kronis dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah Hiperemesis gravidarum.

mual muntah berlebihan atau Hiperemesis Gravidarium perlu diwaspadai ibu hamil
Hiperemesis gravidarum merupakan gejala mual dan muntah kronis yang dialami wanita hamil pada trimester pertama. Biasanya gejala ini dapat terjadi sepuluh kali bahkan lebih dalam sehari. Sehingga tak jarang sang ibu menjadi lesu serta kehilangan bobot badan karena kekurangan cairan dan asupan nutrisi. Bila kondisi ini tidak segera diatasi maka bisa memungkinkan gangguan kesehatan sang ibu dan janin.

Penyebab hiperemesis gravidarium

Sampai saat ini, penyebab hiperemesis gravidarium belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor yang diduga memicu gejala hiperemesis gravidarium, di antaranya adalah:

·         Kenaikan produksi hormon khorionik gonadotropin secara berlebihan pada kehamilan kembar

·         Adanya alergi disebabkan sebagai salah satu respon dari jaringan ibu

·         Faktor psikologis pada kehamilan pertama

Efek bahaya dari Hiperemesis gravidarum

Kondisi hiperemesis gravidarium apabila dibiarkan saja dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti:


    Pusing
    Tekanan darah rendah
    Insufisiensi nutrisi yang mengakibatkan bayi tidak berkembang dengan optimal
    Tubuh menjadi lemah, lesu, dan tidak berenergi karena terpakainya cadangan lemak dan karbohidrat
    Memicu robekan selaput lendir esofagus dan lambung sehingga meningkatkan resiko kematian pada ibu hamil


Tips Mengatasi Hiperemesis Gravidarium


Apabila ibu hamil mengalami kondisi hiperemesis gravidarium, sebaiknya jangan diabaikan begitu saja. Kondisi ini harus segera ditangani dengan tepat. Nah, berikut beberapa cara untuk mengatasi hiperemesis gravidarium pada ibu hamil:

1.    Mengonsumsi susu khusus ibu hamil

Untuk mencukupi nutrisi selama kehamilan, sang ibu disarankan untuk mengonsumsi susu khusus ibu hamil. Di dalam susu terkandung tinggi protein yang dapat membantu mengurangi rasa mual dan muntah.

2.   Konsumsi asupan vitamin B6

Pada umumnya, dokter akan menyarankan kepada ibu hamil yang mengalami mual dan muntah untuk meningkatkan asupan vitamin B6. Kandungan vitamin B6 dapat diperoleh dari kembang kol, sawi, lobak, dan kentang. Dengan mengonsumsi makanan sumber vitamin B6, gejala hiperemesis gravidarium dapat dikurangi.

3.   Makan dengan porsi sedikit, namun berulang kali

Kondisi mual dan muntah yang dirasakan oleh ibu hamil seringkali menyebabkan nafsu makan menjadi menurun. Apabila anda mengalami hal ini, sebaiknya jangan memaksakan untuk makan dalam porsi banyak karena dapat mengakibatkan muntah. Namun, anda juga tidak boleh membiarkan perut anda kosong. Makanlah dalam porsi sedikit tapi berulang kali dengan jangka waktu yang berdekatan. Selain itu, anda bisa menyelingi dengan cemilan seperti buah atau puding.

4.   Mengondisikan badan sebelum bangun tidur

Bagi anda yang mengalami kondisi hiperemesis gravidarium biasanya sering mengalami pusing akibat tekanan darah yang menurun. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya jangan langsung berdiri saat bangun tidur. Anda bisa memiringkan badan ke kanan atau kiri terlebih dahulu. Kemudian duduk secara perlahan sehingga rasa pusing akan berkurang.

5.    Mengonsumsi air hangat

Cara terakhir yang dapat anda coba untuk mengurangi rasa mual dan muntah kronis saat kehamilan adalah mengonsumsi air hangat. Waktu yang baik untuk mengonsumsinya adalah saat pagi setelah bangun tidur. Mengonsumsi air putih dapat mencegah terjadinya dehidrasi dan agar tubuh tetap fit selama masa kehamilan.

tips sehat anak bayi dan balita