Ingin Hamil Bayi Kembar? Kamu Bisa Mencoba 7 Cara Ini

tips agar hamil kembar
Bagi sebagian orang, mempunyai bayi kembar adalah impian yang terlihat menyenangkan. Walaupun kehamilan bayi kembar ini tergolong berisiko dan membuat ibu lebih kerepotan, namun kenyataannya tak jarang orang yang ingin punya bayi kembar. 


Kehamilan kembar sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kembar monozygotik (identical multiples) dan kembar dizygotik (kembar fraternal). Kembar monozygotik terjadi dikarenakan zigot dibuahi sel sperma yang kemudian membelah dan menghasilkan bayi yang kembar identik. Sedangkan kembar dizygotik disebabkan adanya dua zigot yang dibuahi dua sel sperma yang berlainan, menghasilkan si kembar yang tidak terlalu mirip.


Anda memang tidak bisa menentukan bayi anda akan terlahir kembar atau tidak. Pada dasarnya, kehamilan kembar adalah kehendak Tuhan. Namun anda bisa berusaha dengan mencoba beberapa hal yang meningkatkan peluang kehamilan kembar.

7 Cara Memiliki Anak Kembar


1.    Genetik dari perempuan

Apabila anda memiliki saudara perempuan atau mungkin ibu anda memiliki kembaran, maka kemungkinan besar anda akan melahirkan bayi kembar. Genetik dari perempuan sangat mempengaruhi sebab perempuanlah yang memproduksi sel telur. Sebaliknya, jika suami anda yang memiliki riwayat keluarga kembar, maka kemungkinan anda hamil kembar hampir nol persen.

2.    Wanita berusia 35 tahun keatas

Mengandung di usia sekitar 35 tahun memang cukup berisiko terhadap terjadinya keguguran, tetapi juga meningkatkan peluang hamil kembar. Hal ini dikarenakan pada usia 35 tahun, wanita memproduksi hormon perangsang folikel (FSH) lebih banyak, sehingga memicu pelepasan lebih dari satu sel telur dalam satu siklus. Kondisi ini bisa membuat anda berpeluang memiliki anak kembar fraternal.

3.    Ras dan etnis berkulit hitam

Dari hasil survey yang diungkapkan oleh Pew Research Center, perempuan berkulit hitam menduduki urutan pertama berpeluang menghasilkan anak kembar. Di mana Nigeria menjadi negara yang memiliki angka kelahiran kembar identik tertinggi, sementara paling rendah berada di Tiongkok, hanya 1 dari 300 kelahiran.


4.   Postur tubuh yang proposional

Seorang perempuan yang memiliki postur tubuh proposional atau memiliki berat dan tinggi seimbang juga berpengaruh terhadap terjadinya kehamilan kembar. Penelitian yang dilakukan oleh American College of Obstetrics and Gynecology menyebutkan bahwa perempuan yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) sebesar 30 atau lebih, berbakat punya anak kembar. Kendati demikian, perlu diwaspadai sebab IMT yang terlalu tinggi memicu obesitas dan gangguan kesehatan.

5.    Meningkatkan konsumsi ketela

Sebuah studi yang mengungkapkan bahwa mengonsumsi ketela dapat meningkatkan peluang kehamilan kembar. Sebut saja suku Yaruba di Nigeria, negara yang menempati posisi pertama terhadap terjadinya kehamilan kembar ini ternyata masyarakatnya gemar mengonsumsi ketela.

Makanan yang tergolong dalam umbi-umbian ini merupakan fitoestrogen dan progesteron. Kandungan tersebut dapat membantu hiper-ovulasi.

6.   Meningkatkan konsumsi asam folat

Kacang-kacangan, buah bit, dan bayam adalah makanan yang mengandung tinggi asam folat dan berperan tinggi terhadap terjadinya kehamilan kembar. Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia mengungkapkan bahwa wanita hamil yang banyak mengonsumsi makanan tinggi asam folat memiliki peluang melahirkan bayi kembar hingga 40%.

7.    Meningkatkan konsumsi olahan susu

Cara yang satu ini juga cukup mudah untuk dipraktekkan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi produk olahan susu seperti susu bubuk, susu cair, keju atau yogurt dapat meningkatkan peluang kehamilan kembar hingga lima kali lipat.


Nah, itulah beberapa cara yang dapat anda lakukan apabila ingin memiliki bayi kembar. Sebaiknya jangan memaksakan apalagi sampai mengonsumsi makanan-makanan di atas secara berlebihan. Hal ini hanya akan menganggu kehamilan, sebab sesuatu yang berlebihan juga tidak baik. Dan akan lebih baik jika anda juga mengonsultasikannya kepada dokter kandungan terlebih dahulu.
tips sehat anak bayi dan balita