Penyebab dan Cara Mencegah Pendarahan Pada Masa Kehamilan

Penyebab Pendarahan di Masa Kehamilan
Menjaga kesehatan di masa kehamilan memang bukan hal yang mudah. Terkadang ibu hamil seringkali mengalami gangguan, seperti terjadinya pendarahan di tengah masa kehamilan. Siapa yang tidak cemas bila tiba-tiba mengalami pendarahan? Ya, tentu sang ibu akan khawatir. Biasanya pendarahan pada masa kehamilan sering dihubungkan dengan keguguran.


Namun, apakah benar pendarahan selalu menjadi tanda keguguran?



Belum tentu. Apabila ibu hamil mengalami pendarahan maka kemungkinan keguguran sebesar 50%. Tetapi masih ada faktor lainnya yang menyebabkan ibu hamil mengalami pendarahan.


Pendarahan di usia kehamilan muda

Pendarahan pada usia kehamilan muda seringkali terjadi. Namun risiko terjadinya komplikasi pada ibu hamil muda cukup rendah, yaitu sekitar 5%. Disini yang dimaksud hamil muda adalah kehamilan pada usia 1-3 bulan. Biasanya ditandai dengan keluarnya darah berupa flek berwarna merah hingga coklat.


Meski pendarahan pada usia muda dinilai wajar, namun apalagi disertai dengan kram perut, keluarnya darah beku, dan pendarahan secara hebat maka anda disarankan berkonsultasi ke dokter.


Beberapa hal menyebabkan terjadinya pendarahan di usia kehamilan muda, yaitu:


    Implantasi, yaitu kondisi sel telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim
    Polip serviks, yaitu pertumbuhan daging yang tidak membahayakan pada mulut rahim
    Kadar hormon estrogen yang meningkat
    Pertambahan jumlah pembuluh darah pada jaringan rahim juga dapat memicu terjadinya pendarahan


Penyebab lain yang memungkinkan terjadinya pendarahan pada masa kehamilan, yaitu:


1. Kelahiran prematur

Selain keguguran, pendarahan juga menjadi pertanda kelahiran prematur. Ibu hamil yang mengalami pendarahan beberapa minggu sebelum usia persalinan, disarankan segera melakukan tindakan medis untuk mengurangi risiko yang membahayakan pada janin.

2. Kehamilan di luar kandungan

Kehamilan di luar kandungan merupakan kondisi di mana janin tumbuh dan berkembang di luar rahim. Pada umumnya, janin akan tumbuh di tuba falopi. Keadaan ini bisa memicu serviks ovarium hingga pendarahan. Kemungkinan terjadinya hamil di luar kandungan ini cukup kecil, hanya 1 dari 60 kasus kehamilan.


3. Hamil anggur

Penyebab kedua terjadinya pendarahan semasa kehamilan adalah hamil anggur. Kondisi ini terjadi akibat sel telur yang dibuahi tidak mengandung DNA sehingga tak berkembang menjadi janin. Biasanya hamil anggur memiliki tanda-tanda yang sama dengan hamil normal. Hanya saja, ibu akan sering mengalami pendarahan. Kasus hamil anggur ini cukup langka.

4. Pelepasan Plasenta dari dinding rahim

Apabila pendarahan terjadi pada trimester kedua kehamilan maka kemungkinan terjadi pelepasan plasenta dari dinding rahim. Umumnya terjadi pada usia kehamilan 12 minggu. Meski demikian, kondisi ini jarang terjadi hanya 1% dari wanita yang sedang hamil.

5. Plasenta Previa

Plasenta previa juga menjadi penyebab terjadinya pendarahan pada masa kehamilan. Plasenta previa terletak di bawah uterus dan menutupi leher rahim. Keadaan ini akan menimbulkan rasa sakit pada ibu hamil. Namun kemungkinan terjadinya plasenta previa sangat langka, hanya sekitar 1 dari 200 kasus kehamilan.

Cara mencegah pendarahan pada masa kehamilan adalah:

    Hindari aktivitas yang terlalu berat, seperti mengangkat beban dan naik-turun tangga setiap hari
     Ambil posisi berbaring yang tenang. Disarankan agar letak kaki lebih tinggi dibandingkan dengan badan
     Kurangi kesibukan dalam beraktivitas
    Apabila pendarahan terjadi secara hebat dan terus terjadi dari hari ke hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter


Demikianlah penjelasan tentang penyebab dan cara mencegah terjadinya pendarahan di masa kehamilan. Semoga dapat bermanfaat.

tips sehat anak bayi dan balita