Hati-Hati, Pembalut Bisa Memicu Kanker! Begini Cara Menguji Keamanannya

Hati-Hati, Pembalut Berbahaya Bisa Memicu Kanker!
Setiap wanita nampaknya sudah tidak asing dengan mendengar kata “pembalut”. Ya, pembalut adalah salah satu produk yang digunakan oleh wanita pada saat masa menstruasi. Fungsinya yaitu untuk menyerap darah haid yang berasal dari miss V. Selain itu, pembalut juga sering digunakan oleh wanita yang mengalami pendarahan telah melahirkan dan sesudah pembedahan.


Pada abad ke-10, para wanita masih menggunakan kain berukuran kecil untuk mengatasi mentruasi. Namun sejak tahun 1980-an, produk pembalut mulai di pasarkan di masyarakat dan berkembang pesat hingga saat ini. Kemunculan pembalut memang sangat membantu bagi wanita. Dengan adanya pembalut, mereka bisa bebas melakukan berbagai aktivitas selama menstruasi.


Meski demikian, ternyata beberapa produk pembalut yang beredar di pasaran ini tidak sepenuhnya aman. Kandungan bahan-bahan kimia yang terdapat di dalam pembalut dikatakan bisa meningkatkan risiko penyakit kanker serviks pada wanita.
Namun benarkah bahan-bahan dalam pembalut berisiko meningkatkan kanker serviks di organ intim wanita?


Kanker serviks dipicu oleh virus papiloma atau human papilomavirus (HPV). Pada umumnya, penyebaran virus ini melalui hubungan seksual. Tetapi ada beberapa risiko yang meningkatkan risiko kanker serviks, yaitu merokok, penggunaan KB hormonal dalam jangka waktu lama, dan pemakaian pembalut.


Pembalut konvensional mengandung bermacam-macam bahan kimia, seperti serat sintetik, materi plastik, zat peningkat  penyerapan, dan masih banyak lainnya. Beberapa bahan kimia bisa memicu peluang kanker serviks, seperti, kandungan pemutih atau pewangi buatan. Kandungan ini dikhawatirkan dapat menyebabkan alergi dan memicu keputihan abnormal serta radang atau infeksi.


Beberapa ahli juga menjelaskan, pembalut yang bersentuhan langsung dengan kulit Miss.V ternyata mengandung 107 bakteri berbahaya dalam setiap 1 cm2. Hal ini dapat memicu perkembangan bakteri atau virus bila digunakan dalam 2 jam secara terus menerus. Dan tidak menutup kemungkinan perkembangan virus papilloma manusia penyebab kanker serviks. Oleh karena itu, anda disarankan untuk sering mengganti pembalut minimal 4 jam pada saat menstruasi (tergantung volume darah yang keluar). Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko infeksi bakteri, kuman ataupun virus pada organ genital.

Cara mengecek apakah pembalut aman atau tidak


Jika anda tidak mengerti tentang bahan-bahan kimia yang terdapat dalam pembalut, kamu bisa mengecek keamanan pembalutmu dengan beberapa cara di bawah ini.


Cara 1


    Suntikkan 35-50 ml/cc air pada permukaan pembalut
    Diamkan selama 1-3 menit lalu tekan dengan selembar tisu. Tisu ini menjadi alat ukur apakah pembalut tersebut aman digunakan atau tidak.
    Jika terdapat air atau tisu menjadi sangat basah, maka kemungkinan daya serap pembalut tersebut rendah sehingga kurang baik


Cara 2


    Siapkan setengah air di dalam gelas yang bening
     Sobek pembalut anda, lalu masukkan bagian dalam pembalut kedalam air yang tersedia
    Aduk-aduk pembalut di dalam air
     Jika pembalut hancur sehingga air menjadi keruh, berarti pembalut tersebut menggunakan bahan yang kurang baik atau daur ulang


Apakah kandungan klorin pada pembalut bisa memicu kanker serviks?



Pertengahan tahun 2015 lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan hasil penelitian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengenai ditemukannya kandungan klorin pada sejumlah merk pembalut. Diantaranya adalah:


    Charm (54,73 ppm)
    Nina Anion (39,2 ppm)
    My Lady (24,44 ppm)
    V Class Ultra (17,74 ppm)
     Kotex (8,23 ppm)
    Hers Protex (7,93 ppm)
     Laurier (7,77 ppm)
     Softex (7,3 ppm)
    Softness Standar Jumbo Pack (6,05 ppm)


Menurut pemaparan dari Arum Dinta, salah satu peneliti di YLKI mengatakan bahwa adanya kandungan zat klorin pada pembalut dapat mengganggu kesehatan organ reproduksi. Zat klorin dapat memicu terjadinya keputihan, gatal-gatal, iritasi, hingga kanker.


Sedangkan Maura Linda Sitanggang, Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes mengatakan bahwa residu klorin dalam proses pemutihan produk pembalut wanita tidak berbahaya untuk kesehatan dan masih diperbolehkan oleh FDA. Di mana klorin yang digunakan adalah klorin dioksida, bukan gas klorin dan tidak mengandung dioksin.


Selain itu, produk pembalut di Indonesia tidak ada yang menggunakan gas klorin. Sehingga masih aman digunakan. Ia menjelaskan semua merk pembalut di Indonesia telah sesuai dengan standar klasifikasi Badan Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA), termasuk penggunaan zat klorin.
tips sehat anak bayi dan balita

tips cepat hamil
infoTipshamil.com
cara cepat hamil