Normalkah Hiperpigmentasi Pada Masa Kehamilan? Inilah Penjelasan dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Hiperpigmentasi Pada Masa Kehamilan
Pada saat memasuki masa kehamilan, banyak perubahan yang terjadi pada tubuh wanita. Salah satunya terjadinya hiperpigmentasi, yaitu kondisi warna kulit menjadi lebih gelap daripada sebelum hamil, terkadang ditandai dengan munculnya bercak-bercak. Biasanya, perubahan warna kulit ini terlihat pada trimester pertama. Lalu yang jadi pertanyaan, normalkah kondisi hiperpigmentasi pada ibu hamil?


Hiperpigmentasi merupakan kondisi yang normal, bahkan sekitar 90% wanita hamil mengalami perubahan kulit menjadi lebih gelap. Umumnya, perubahan warna kulit ini terjadi di puting payudara, areiola, wajah, leher, ketiak, dan daerah genital. Para ahli mengungkapkan bahwa hiperpigmentasi pada saat hamil disebabkan adanya perubahan homonal.


Perubahan hormon yang terjadi dapat meningkatkan produksi melanin. Melanin merupakan zat alami di dalam tubuh yang berperan pada proses pigmentasi pada rambut, mata dan kulit. Namun anda tak perlu terlalu khawatir, biasanya kulit akan kembali normal pasca melahirkan.


Meskipun tak berbahaya, namun kondisi hiperpigmentasi dapat mengganggu kecantikan kulit anda. Anda dapat melakukan beberapa hal untuk mengatasi masalah hiperpigmentasi tersebut.

Berikut 14 hal yang dapat anda praktekkan untuk mengatasi hiperpigmentasi saat masa kehamilan:


·  Hindari paparan sinar matahari secara lansung. Anda dapat menggunakan payung atau topi, dan baju tertutup ketika bepergian.

·  Gunakan krim tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV A dan UV B. Pilihlah krim tabir surya yang memiliki kandungan SPF minimal 30 dan aman digunakan ibu hamil.

·  Tidak hanya saat bepergian saja, ketika anda duduk di pinggir jendela, sebaiknya oleskan krim tabir surya pada kulit anda

·  Hindari menggosok kulit secara berlebihan karena bisa memicu iritasi

·  Untuk sementara, hindari penggunaan krim pemutih wajah atau make up yang memiliki kandungan tinggi bahan kimia dan parfum. Penggunaan kometik untuk memutihkan sangat tidak disarankan digunakan pada saat hamil karena produk-produk tersebut dapat berbahaya bagi janin.

·  Pilihlah jenis kosmetik yang aman untuk ibu hamil dan tidak alegernik.

·  Hindari terjadinya luka akibat terjatuh, terbentur, atau terluka. Sebab luka bisa memicu terbentuknya jaringan parut.

·  Anda juga bisa menggunakan concealer untuk menutupi bercak-bercak coklat di wajah. Namun pilihlah jenis concealer yang aman untuk ibu hamil.

·  Jaga kebersihan diri, sering cuci muka apalagi sehabis memakai make up

·  Perbanyak makan sayur dan buah-buahan terutama yang mengandung vitamin C

·  Konsumsi  air putih yang cukup

·  Kurangi mengonsumsi makanan berlemak

·  Olahraga teratur seperti mengikuti senam hamil atau berenang

·  Hentikan dulu penggunaan deodoran yang mengiritasi kulit dan jangan menggaruk area ketiak.


Hiperpigmentasi Akan Memudar Pasca Melahirkan


Setelah bayi dilahirkan, perlahan warna gelap pada kulit akan memudar. Cobalah untuk bersabar karena butuh waktu untuk kembali pulih dan normal. Sebaiknya jangan gunakan produk make up sembarangan karena bisa meningkatkan risiko kerusakan kulit. Jika anda memang ingin cepat sembuh, lebih baik berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.


Selain itu, anda juga bisa mengatasi hiperpigmentasi secara alami. Caranya dengan memanfaatkan alpukat dan susu. Kandungan vitamin E pada alpukat daan asam lemak tak jenuh pada susu menjadi obat efektif untuk menghilangkan hiperpigmentasi.


Anda cukup mencampurkan 2 sdm jus alpukat dengan 1 sdm susu ke dalam mangkuk. Kemudian aduk merata dan oleskan pada daerah kulit yang mengalami hiperpigmetasi. Diamkan selama 15 menit, lalu bilas dengan air bersih. Untuk memperoleh hasil yang optimal, lakukan perawatan ini secara rutin.


tips sehat anak bayi dan balita