Kista Ovarium, Gejala, Penyebab dan Penanganan Dini

gejala dan penyebab kista ovarium
Kista ovarium,  salah satu penyakit yang sering menyerang kaum wanita. Mendengar namanya saja, pasti bikin kita para wanita menjadi takut. Beberapa ahli medis mengatakan bahwa sebenarnya penyakit kista ovarium tidaklah berbahaya. Namun apabila tidak segera ditangani dengan tepat, penyakit ini bisa berkembang menjadi kanker yang ganas dan mematikan.

Kira-kira apakah sih penyakit kista ovarium itu? Mengapa penyakit ini dapat muncul dan bagaimana cara penanganannya?

Langsung aja yuk simak ulasannya di bawah ini!

Definisi Penyakit Kista Ovarium


Kista ovarium merupakan kondisi umum yang sering dialami oleh wanita. Ditandai dengan adanya benjolan berisi cairan yang berkembang membesar di dalam ovarium atau indung telur. Kemunculan kista ovarium ini tidaklah mudah dideteksi karena tidak menunjukkan gejala yang jelas. Sebenarnya, kista ovarium tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya apabila ditangani sejak dini.

Definisi Penyakit Kista Ovarium

Gejala Kista Ovarium


Pada umumnya, gejala dari kista ovarium jarang nampak atau terlihat. Sehingga banyak orang yang tidak menyadari penyakit ini pada awal kemunculannya. Kamu akan merasakan gejala penyakit ini pada saat benjolan kista semakin membesar hingga menutupi aliran darah ke indung telur.

Kendati demikian, kamu harus tetap waspada dan cermat dalam mengenali gejala kista ovarium. Agar penanganan terhadap penyakit ini dapat dilakukan sejak dini.

Berikut beberapa gejala kista ovarium yang sering terjadi:

    ·         Perubahan siklus menstruasi
    ·         Gangguan pencernaan
    ·         Nafsu makan berkurang
    ·         Perut terasa kembung
    ·         Mudah pusing dan kelelahan
    ·         Nyeri saat BAB
    ·         Sering buang air kecil
    ·         Pada ibu hamil akan merasakan mual, muntah, dan nyeri pada payudara
    ·         Nyeri panggul hingga pada punggung bawah dan paha. Biasanya rasa nyeri ini muncul sebelum dan sesudah menstruasi, kadang-kadang setelah melakukan hubungan seksual.

Faktor Risiko Yang Bisa Menyebabkan Kista Menjadi Kanker Ovarium


Seperti yang telah dijelaskan di atas, pada dasarnya kista ovarium tidak berbahaya apabila diatasi sejak dini. Namun apabila penyakit ini diabaikan dan tidak memperoleh penanganan dengan segera, maka memicu munculnya kanker ovarium.

Risiko terjadinya kanker ovarium semakin meningkat, apabila si penderita mengalami satu atau beberapa faktor di bawah ini:

    ·         Memasuki masa menopause
    ·         Berusia sekitar 50 atau 60 tahun
    ·         Merokok
    ·         Mengidap kanker payudara
    ·         Memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker ovarium
    ·         Mengonsumsi obat-obatan yang meningkatkan kesuburan
    ·         Belum pernah hamil
    ·         Menderita sindrom ovarium polikistik.
    ·         Memiliki gen mutasi BRCA1 dan BRCA2

Penanganan Terhadap Kista Ovarium


Ketika kamu merasakan beberapa dari gejala kista ovarium, sebaiknya kamu segera memeriksakan dirimu ke dokter. Jangan menyepelekan gejala yang kamu alami, sebab jika kamu terlambat mengatasi kista ovarium maka penyakit ini akan menjadi sangat berbahaya. Ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menangani kista ovarium. Di antaranya yaitu:

1.    Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan panggul

Tujuan memeriksakan diri ke dokter adalah untuk memastikan apakah kamu menderita kista ovarium atau tidak. Pastikan kamu menjelaskan kepada dokter tentang pola makanmu, obat-obatan dan suplemen yang biasa kamu konsumsi.

Sebagai langkah awal, biasanya dokter akan menyarankan kamu untuk menjalani pemeriksaan panggul, yang terdiri dari pemeriksaan daerah genital, rongga perut bawah, spekulum, dan vagina.

2.   Tes kesehatan

Untuk lebih memastikan adanya kista ovarium, ada beberapa tes kesehatan yang harus kamu lakukan, yaitu:

    Ultrasonografi (USG)

Tes dengan utrasonografi ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kista ovarium dan mengetahui ukuran benjolan kista tersebut.

     Tes darah

Apabila dari hasil USG menunjukkan bahwa kamu mengidap kista ovarium, maka diperlukan tes darah untuk mengetahui seberapa besar risiko kista tersebut menjadi kanker ovarium. Tes ini dilakukan dengan menguji kadar protein atau kanker antigen 125 (CA-125) di dalam darah Anda. Biasanya kadar CA-125 akan meningkat pada wanita yang menderita kanker ovarium.

    ·    Laparoskopi

Laparoskopi merupakan tes kesehatan dengan cara memasukkan alat berbentuk selang yang ujungnya dilengkapi kamera dan lampu. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk melihat secara langsung rongga panggul dan organ-organ reproduksi lainnya yang mengalami ketidaknormalan.

Kista ovarium dapat berpotensi menjadi kanker apabila diabaikan saja. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter agar kamu mendapatkan penanganan yang tepat. Sehingga risiko terjadinya kanker pun juga berkurang.
tips sehat anak bayi dan balita

tips cepat hamil
infoTipshamil.com
cara cepat hamil