Apa Itu Blighted Ovum (Kehamilan Kosong) ? Inilah Penjelasannya

Penyebab kehamilan kosong
Setiap ibu hamil pasti mendambakan kehamilannya sehat dan dapat melahirkan seorang bayi dengan lancar. Namun manusia hanya bisa berharap dan merencanakan, Tuhanlah yang menentukan. Pada kenyataanya, banyak sekali masalah yang muncul pada ibu hamil, mulai dari keguguran, hamil anggur, dan yang akan dibahas disini adalah kehamilan kosong.

Kehamilan kosong atau dikenal dengan istilah Blighted ovum merupakan kehamilan tanpa embrio. Pada saat terjadi pembuahan, sel-sel tetap membentuk kantung ketuban, plasenta, namun telur yang telah dibuahi tidak berkembang menjadi sebuah embrio. Meski demikian, perut akan terus berkembang layaknya orang hamil normal.

Sebagian orang, sering mengaitkan blighted ovum atau kehamilan kosong dengan hal-hal mistik. Ada yang mengatakan kehamilannya hilang di bawa oleh makhlus atau bayinya dipindahkan ke orang lain. Namun benarkah demikian? Bagaimana penjelasannya kehamilan kosong ini secara ilmiah? Berikut pemaparannya.

Pengertian Kehamilan Kosong atau Blighted Ovum


Blighted ovum (anembryonic gestation) atau kehamilan anembryonic atau kehamilan kosong adalah kehamilan yang tidak mengandung embrio. Kondisi ini adalah salah satu penyebab umum kehamilan terhenti dengan sendirinya, yaitu sebuah kondisi yang lebih dikenal dengan istilah keguguran.

Umuumnya, blighted ovum terjadi pada saat awal-awal kehamilan. Kondisi blighted ovum merupakan penyebab umum keguguran pada tiga bulan pertama kehamilan. Kondisi dapat terjadi sewaktu-waktu hingga usia kandungan mencapai 23 minggu.

Gejala Blighted Ovum


Pada awalnya, ibu hamil yang mengalami blighted ovum tidak merasakan gejala apapun. Semua tampak normal karena memang kantung kehamilan berkembang seperti biasa. Ibu akan mengalami haid yang terlambat disertai hasil tes kehamilan yang positif. Selain itu, produksi hormon HCG juga tetap meningkat, ibu juga merasakan gejala seperti hamil normal, yaitu mengalami mual, muntah, pusing, sembelit, dan tanda-tanda kehamilan lainnya.

Biasanya penderita blighted ovum akan terdeteksi saat usia kehamilannya mencapai 6-8 minggu dengan adanya pendarahan seperti keguguran. Dokter akan memastikannya melalui pemeriksaan USG, sehingga dapat terlihat bahwa embrio di dalam kantung kehamilan tidak berkembang.

Penyebab Blighted Ovum


Penyebab dari blighted ovum atau kehamilan kosong sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun para ahli menduga kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:

    Kelainan kromosom
    Kelainan genetik
    Kondisi sel telur atau sperma yang kurang baik

Penanganan Blighted Ovum


Terdapat dua metode untuk menangani masalah kehamilan Kosong atau Blighted Ovum, yaitu:

1.    Kuretase atau dilatase

Metode ini dilakukan dengan cara membuka kemudian mengangkat embrio dan jaringan plasenta yang tidak berkembang dari dalam rahim. Metode ini biasanya juga dilakukan pada seseorang yang mengalami keguguran saat hamil. Metode ini menyebabkan sang ibu mengalami kram perut.

2.   Obat-obatan

Apabila anda tidak ingin melakukan prosedur operasi, kamu bisa memilih metode penyembuhan dengan obat-obatan. Namun pemulihannya lebih lambat dan memiliki efek samping kram perut.

Pencegahan Blighted Ovum


Pada umumnya, kasus blighted ovum hanya terjadi satu kali pada sebagian besar perempuan. Kondisi ini memang sulit dihindari, namun anda tetap bisa memiliki kandungan yang sehat pada kehamilan selanjutnya.

Terdapat beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah terjadinya blighted Ovum atau kehamilan kosong, diantaranya yaitu:

    Melakukan tes genetik untuk mendeteksi adanya kelainan, tujuannya untuk mengurangi risiko terjadinya kembali blighted ovum
    Menjaga kesehatan kedua pasangan, baik sang perempuan maupun pria
    Hindari merokok dan mengonsumsi minuman berakohol
    Perbanyak konsumsi makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayuran

Itulah sedikit ulasan mengenai kehamilan kosong atau blighted ovum. Nah, sekarang anda telah mengetahui bahwa kehamilan kosong bukan disebabkan oleh hal-hal mistis, melainkan karena adanya kelainan pada kromosom, genetik, atau mungkin kesehatan yang terganggu.

Semoga ulasan ini dapat bermanfaat.
tips sehat anak bayi dan balita