8 Faktor Penyebab Cacat Lahir Pada Bayi

8 Faktor Penyebab Cacat Lahir Pada Bayi
Kehamilan menjadi suatu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan suami istri. Ya, tentunya setiap orang mendambakan segera memiliki keturunan setelah menikah. Baik itu perempuan atau laki-laki, tidak masalah asalkan sehat dan tidak memiliki kecacatan.


Untuk melahirkan bayi yang sehat, seorang ibu harus bisa menjaga diri, mulai dari pola makan dan gaya hidupnya semasa kehamilan. Anda tidak boleh menyelekan hal ini sebab kondisi janin di dalam rahim sangat bergantung pada pola hidup sang ibu.

Nah, agar anda dapat lebih berwaspada, sebaiknya ketahui beberapa faktor yang memicu terjadinya cacat janin berikut ini: 


1.    Merokok (perokok aktif)

Semua orang pasti sudah tahu jika di dalam rokok terdapat ribuan zat toksik atau racun, seperti nikotin yang menjadi penyebab nomor satu lahirnya cacat bayi. Seorang bayi yang terkontaminasi zat kimia dari rokok cenderung terlahir dalam kondisi prematur, pertumbuhannya lambat, kelainan pada paru-paru, gangguan fungsi otak,  hingga kerusakan organ. Yang paling parah, kebiasaan merokok saat hamil meningkatkan risiko kematian janin.

2.   Asap rokok (perokok pasif)

Bukan hanya perokok aktif, seorang perokok pasif (menghirup asap rokok) juga berisiko melahirkan bayi cacat. Penelitian menyebutkan bahwa anak yang lahir dari seorang ibu yang terpapar asap rokok akan cenderung agresif saat memasuki usia 5 tahun. Selain itu sang anak juga berisiko mengalami gangguan pernafasan.

3.   Mengonsumsi makanan cepat saji berlebihan

Di zaman modern ini, mengonsumsi makanan cepat saji telah menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat. Kenikmatan rasa makanan cepat saji memang tidak perlu diragukan lagi. Namun tahukah kamu bahwa mengonsumsi makanan cepat saji mengandung zat aditif yang bisa memberikan efek buruk pada kesehatan, termasuk pada ibu hamil. Anak yang lahir dari ibu yang gemar mengonsumsi junk food akan cenderung hiperaktif dan memiliki IQ rendah.

4.   Konsumsi kafein berlebihan

Pada umumnya, seseorang akan mengonsumsi kafein untuk mengurangi rasa kantuk dan agar tubuh lebih bersemangat. Yup, mengonsumsi kafein memang tidak berbahaya tetapi apabila dikonsumsi secara berlebihan bisa berbahaya untuk kesehatan.

Seorang ibu hamil yang berkecenderungan mengonsumssi kafein secara berlebihan maka anaknya berisiko terlahir dengan IQ rendah dan hiperaktif.


5.    Kecanduan alkohol

Mengonsumsi alkohol seakan menjadi gaya hidup atau kebiasaan bagi sebagian besar masyarakat perkotaan. Alkohol merupakan minuman keras yang jelas-jelas dapat merusak kesehatan. Apabila alkohol dikonsumsi oleh ibu hamil, maka akan meningkatkan risiko bayi terlahir cacat dan perkembangan janin dalam rahim juga terganggu.

6.    Kekurangan Asam Folat

Asam folat sangat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk meningkatkan metabolisme sel pada awal terjadinya pembuahan. Pada umumnya, asam folat dibutuhkan saat kehamilan memasuki usia dua sampai empat minggu pertama. Kekurangan asam folat dapat meningkatkan risiko kecacatan janin dan bayi menderita spina bifida. Asam folat dapat diperoleh dari sayuran hijau, kacang-kacangan, melon, pisang, lemon, dan sebagainya.

7.   Kekurangan Yodium

Kekurangan yodium pada saat kehamilan bisa memicu gangguan kognitif dan psikomotorik pada bayi. Selain itu, kondisi kekurangan yodium juga meningkatkan risiko terjadinya kretine endemik pada janin, yaitu kerusakan otak derajat berat.

8.   Flu Berkepanjangan

Kondisi flu berkepanjangan yang dialami oleh ibu hamil dapat meningkatkan risiko skizofrenia atau gangguan jiwa hingga tiga kali lipat pada janinnya. Apabila kondisi flu ini berlangsung pada trisemester pertama, maka risiko skizofrenia akan meningkat tujuh kali lipat.


Itulah 8 faktor pemicu cacat janin pada ibu hamil. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat.
tips sehat anak bayi dan balita