Apa Salahnya Pernikahan di Usia Dini?

akibat pernikahan dini, dampak negatif dan positifnya
Dewasa kini, pernikahan dini bukan lagi hal yang tabu. Banyak remaja yang memutuskan menikah pada usia di bawah umur dan langsung berencana memiliki anak.  Di Indonesia sendiri, pernikahan di usia dini marak terjadi. Tidak hanya di desa, melainkan juga di wilayah perkotaan.


Salah satu faktor yang memicu terjadinya pernikahan dini adalah faktor ekonomi. Sebagian besar orang tua memilih menikahkan anak perempuannya di usia dini untuk mengurangi biaya kehidupan keluarganya. Ada juga yang memang sengaja dijodohkan karena ikatan persahabatan antar orang tua. Alasan terakhir yang mungkin menjadi penyebab pernikahan usia dini adalah cinta sejati dua sejoli.


Sebagian besar pelaku pernikahan usia muda adalah perempuan. Tentu saja, ada dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari pernikahan dini  tersebut. Pernikahan di usia muda bisa meningkatkan kedewasaan seseorang. Namun beberapa pakar kesehatan mengatakan bahwa "kawin muda" bisa berbahaya untuk kesehatan.

Dampak Positif Pernikahan Dini


Secara psikologis, pernikahan usia dini dapat memberikan dampak positif terhadap perilaku seseorang. Di antaranya adalah:


·         Melatih kemandirian

Seseorang yang melakukan pernikahan di usia dini, maka secara tidak langsung dia harus bertanggung jawab terhadap rumah tangganya. Sang perempuan harus siap mengurus rumah dan anak. Sedangkan si suami mau tidak mau harus menjadi tulang punggung untuk keluarganya.


·         Melatih berpikir lebih dewasa

Setelah menikah, biasanya seseorang cenderung memiliki pemikiran yang lebih dewasa. Berbeda dari remaja yang menikmati masa lajang, mereka lebih bergantung pada orang tua dan lebih manja.


·         Lebih memahami arti cinta

Cinta bukan lagi sekedar bermesraan-mesraan, saling memuji atau merayu. Setelah menikah, cinta lebih ke tanggung jawab, saling melengkapi, dan berusaha mengontrol ego masing-masing.

Dampak negatif pernikahan usia dini


Selain memberikan dampak positif, pernikahan usia muda juga menyebabkan berbagai macam dampak negatif. Di antaranya adalah:


·         Masa depan terenggut

Pada usia di bawah 17 tahun, seharusnya seseorang masih membutuhkan pendidikan dan belajar untuk masa depan. Meskipun pada akhirnya harus menikah, seorang wanita harus memiliki ilmu.

Pendidikan yang dimiliki seorang wanita kelak bisa digunakan untuk membantu suami mencari nafkah dan membantu anak dalam menyelesaikan tugas sekolah.


·         Meningkatkan risiko terjadinya kanker pada mulut rahim

Seorang perempuan yang menikah di usia muda, sekitar 15 hingga 19 tahun akan meningkatkan risiko terjadinya kanker. Kondisi ini dapat terjadi apabila perempuan hamil. Di usia muda, saluran rahim belum sempurna untuk mengandung dan melahirkan. Apabila dipaksakan bisa memicu terjadinya kanker pada mulut rahim.


·         Rentan mengalami keguguran

Meskipun perempuan sudah mengalami haid atau menstruasi, namun hal ini bukanlah tanda seseorang siap hamil. Di usia muda, seorang perempuan rentan mengalami pendarahan dan kemungkinan terjadinya keguguran cukup tinggi.


·         Aktivitas seksual dengan frekuensi tinggi membahayakan organ reproduksi

Ketidaksiapan organ intim untuk melakukan suatu hubungan seksual juga bisa membahayakan organ reproduksi. Apabila hubungan intim terlalu dipaksakan, maka bisa memicu kerobekan pada vagina. Selain itu, hubungan seksual yang terlalu sering juga menyebabkan sel-sel pada saluran vagina berkembang menjadi ganas dan mengakibatkan kanker.


Menurut ahli medis, usia ideal seorang perempuan untuk menikah dan melakukan hubungan seksual di atas 20 tahun. Pada usia tersebut, organ reproduksi perempuan sudah matang dan siap mengandung.


Menikah memang tujuan hidup setiap manusia. Namun sudah sepantasnya, kita memberikan pendidikan yang layak terlebih dahulu kepada anak-anak kita untuk bekal masa depannya.

tips sehat anak bayi dan balita