Waspadai Penggunaan Krim Pemutih Pada Masa Kehamilan

Bahaya menggunakan Krim Pemutih Pada Masa hamil
Masa kehamilan merupakan masa yang penting dan sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan suami dan istri. Kesehatan janin tentu adalah hal yang utama. Para bunda dituntut untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan, mengonsumsi makanan bergizi, olahraga, dan menghindari stres ataupun despresi.


Hal lain yang perlu diperhatikan bagi ibu hamil adalah pemakaian produk krim pemutih wajah. Memang, kebanyakan wanita ingin selalu tampil cantik, kulit kinclong dan mulus sekalipun di masa kehamilan. Tapi tahukah anda, sebenarnya pemakaian krim pemutih wajah bagi ibu hamil cukup berbahaya. Banyak pro dan kontra yang muncul perihal penggunaan krim pemutih di waktu kehamilan.


Pemakaian krim pemutih sangat mudah meresap ke dalam kulit, melewati pori-pori hingga mengalir ke dalam darah. Hal ini menyebabkan darah tercemar hingga pada akhirnya sampai pada janin.


Kandungan bahan-bahan kimia seperti merkuri, alkohol, Hydroquinon, dan retinoid di dalam produk kosmetik bisa memicu alergi pada kulit dan terganggunya kesehatan janin hingga menyebabkan bayi lahir cacat serta auitis. Meski demikian, banyak ibu hamil yang tak jera dan tetap menggunakan krim pemutih selama kehamilan agar terlihat cantik.

Berikut beberapa bahan kimia yang patut diwaspadai dan efek sampingnya terhadap ibu hamil serta janin:


1.    Merkuri

Sebagian besar dari kita tentu sudah tahu bahwa merkuri merupakan  bahan kimia yang berbahaya bagi kulit. Merkuri merupakan bahan kimia yang populer ditemukan dalam  krim pemutih, kandungan ini mampu menghambat pembentukan melanin sehingga kulit tampak lebih cerah dalam waktu singkat.


Di Indonesia sendiri, penggunaan merkuri pada produk-produk kosmetik telah dilarang. Hal ini didasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1175/Menkes/Per/VIII/2010, mengatur tentang Izin Produk Kosmetik. Dan, diperjelas dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, BPOM 03.1.23.08.11.07517  th 2011 tentang Syarat Teknis Bahan Kosmetik.


Merkuri bersifat korosif dan memicu lapisan kulit menjadi menipis. Paparan merkuri dalam kadar tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan sistem syaraf. Selain itu, merkuri juga memberikan dampak buruk terhadap perkembangan janin.

2.   Hidroquinon

Hydroquinone, salah satu bahan kimia yang sering dipakai untuk bahan kosmetik. Kegunaan Hidroquinon hampir sama dengan merkuri, yaitu menghambat pembentukan melanin sehingga kulit menjadi lebih cerah dan putih. Pemakaian Hidroquinon dalam jangka waktu lama memicu penipisan dan pengelupasan kulit. Zat ini juga berbahaya apabila digunakan ibu hamil karena menyebabkan munculnya bercak merah dan flek hitam.

3.   Retinoid

Selain merkuri dan Hidroquinon, retinoid juga tidak dianjurkan untuk dipakai ibu hamil. Retinoid biasa ditemukan pada kosmetik anti aging atau anti penuaan. Retinoid berperan sebagai vitamin A  yang mempercepat regenerasi sel-sel kulit. Kendati demikian, penggunaan retinoid tidak dianjurkan bagi ibu hamil karena berpotensi kecacatan pada janin dan kelumpuhan.


Meski tak dapat menggunakan krim pemutih, bukan berarti ibu hamil tidak bisa merawat kulit. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu selama hamil, di antaranya adalah:


Hindari pemakaian krim pemutih wajah yang mengandung merkuri, hidroquinon, alkohol, dan retinoid. Beberapa jenis bedak, lipstik, penyemir rambut,  obat untuk jerawat juga mengandung zat pengawet yang berbahaya.

    Berkonsultasilah pada dokter bila anda merasa ragu saat menggunakan kosmetik.
    Agar lebih aman, sebaiknya gunakan produk-produk bayi untuk sementara
    Untuk melindungi kulit dari efek sinar UV, anda dapat menggunakan krim tabir surya antara pukul 09.00 hingga 16.00 wib.
    Selain itu, anda juga bisa menggunakan masker alami, seperti minyak zaitun, perasan jeruk lemon, atau susu pada wajah.



Demikianlah ulasan mengenai bahaya penggunaan krim pemutih pada ibu hamil. Semoga dapat bermanfaat.
tips sehat anak bayi dan balita