Nutrisi dan makanan sehat yang bagus buat calon ibu dan kapan sebaiknya mulai dikonsumsi?

Nutrisi dan makanan sehat ibu hamil, kapan sebaiknya mulai dikonsumsi?
Bagi kaum wanita yang sedang hamil, mengkonsumsi makanan-makanan yang bergizi menjadi hal penting untuk dilakukan. Empat bahan makanan utama dalam makanan pokok sebaiknya dikonsumsi lebih banyak yang meliputi makanan-makanan sumber karbohidrat, sayur, lauk dan juga buah-buahan. Jumlah makanan-makanan utama yang dikonsumsi terus bertambah sesuai dengan usia kehamilan. Sebab tentunya semakin banyak nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan bayi di dalam kandungan.

Sebagai gambaran, memasuki trimester pertama ibu hamil mengkonsumsi makanan sebanyak 1/5 lebih banyak dari jumlah asupan biasanya. Kemudian memasukin trimester kedua dan ketiga, jumlah asupan makanan mencapai 1/3 lebih banyak dari jumlah asupan sebelum hamil. Peningkatan jumlah makanan yang dikonsumsi ini harus mencukupi antara porsi sayuran, buah-buahan, karbohidrat dan lauk pauk. Misalnya saja untuk karbohidrat dibutuhkan sebanyak 300 gram dan dibagi sesuai dengan waktu makan, sayur dan buah-buahan sebanyak 100 gram dan lauk pauk sekitar 50 gram satu porsi. Sedangkan untuk asupan cairan, ibu hamil dianjurkan untuk menambah sekitar 2 gelas hingga 3 gelas dari jumlah asupan biasa yakni sebanyak 8 gelas per hari.

Nutrisi Sejak Dini Sebelum Kehamilan


Kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil sesungguhnya sudah dimulai jauh sebelum hamil. Masa-masa persiapan kehamilan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Kebutuhan nutrisi ini terus berlanjut dan dipertahankan pada 1.000 hari pertama kehidupan janin dalam kandungan. Para calon ibu yang sedang mempersiapkan kehamilan sebaiknya mengonsumsi makanan-makanan bergizi berikut ini.

·  Asam folat

Asam folat dibutuhkan sejak fase prakonsepsi sampai kehamilan trimester pertama. Asam folat diperlukan untuk mendukung perkembangan sistem saraf pusat, darah pada janin, dan mengurangi resiko bayi lahir dalam kondisi cacat sistem saraf sampai dengan 70%. Asam folat bisa diperoleh dari makanan-makanan alami seperti sayuran berwarna hijau tua, kedelai, serelia, jeruk dan alpukat.

·  Zat seng

Zat seng dibutuhkan untuk calon ibu yakni untuk mendukung produksi materi generatik saat  pembuahan terjadi. Zat seng bisa diperoleh dari telur, biji-bijian dan kacang-kacangan.

·  Zat besi

Kaum wanita yang sedang mempersiapkan kehamilan tak boleh kekurangan zat besi. Sebab hal tersebut bisa menganggu siklus pelepasan sel telur. Zat besi bisa diperoleh dengan mengkonsumsi sayuran berwarna hijau, serealia, kuning telur, dan jeruk.

·  Kalsium

Salah satu sumber kalsium yang baik untuk dikonsumsi oleh kaum wanita adalah susu, termasuk produk-produk olahan susu seperti yogurt dan keju. Kalsium dibutuhkan sejak masa pembuahan atau ovulasi. Kalsium akan membantu memberi energi bagi sperma untuk bergerak menuju ke ovum. Kalsium juga menciptakan getaran kalsium atau calcium vibration yang merangsang ovum melakukan fungsi pembuahan.

Nutrisi Pada Masa Awal Kehamilan

Memasuki masa-masa awal kehamilan, para ibu harus memerhatikan asupan makanan yang akan mendukung perkembangan janin yang sehat dan sempurna. Terlebih pada trimester awal yang merupakan masa pembentukan organ-organ penting pada janin. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, para ibu sebaiknya berusaha mencukupi beberapa nutrisi berikut ini.

·  Karbohidrat

Karbohidrat dibutuhkan pada bulan-bulan pertama kehamilan karena seorang ibu hamil membutuhkan kalori ekstra. Kebutuhan karbohidrat ini tak lain untuk mendukung pertumbuhan janin. Karbohidrat yang dibutuhkan kurang lebih mencapai 2000 kilo kalori dan bisa diperoleh dari nasi, roti, gandum, mie, sereal dan pasta. Asam folat

Asam folat masih tetap dibutuhkan pada masa-masa awal kehamilan ini. Jumlah asam folat yang dibutuhkan adalah sekitar 0,6 miligram per hari. Asam folat bisa didapatkan dari telur, kacang kering, brokoli, produk-produk whole grain, dan jeruk.

·  Protein

Protein diperlukan untuk memenuhi kebutuhan asam amino bagi pembentukan otak pada janin.

·  Zat besi

Zat besi dibutuhkan selama masa kehamilan untuk memproduksi sel-sel darah merah yang mendukung perkembangan janin.

·  Vitamin A, B1, B2, B3, dan B6

Vitamin A dan vitamin B ini dibutuhkan untuk mendukung proses tumbuh kembang janin.

·  Vitamin C

Vitamin C diperlukan untuk pembentukan jaringan-jaringan pada  tubuh janin, memudahkan menyerap zat besi, dan mencegah terjadinya preeklampsia. Vitamin C bisa diperoleh dari sumber-sumber alami seperti jeruk,  brokoli, kiwi, dan strowberi.

Seluruh nutrisi tersebut sangat penting untuk terpenuhi di masa-masa awal kehamilan. Sayangnya sebagian besar ibu hamil mengalami mual-mual dan muntah di masa awal kehamilan atau yang dikenal dengan istilah morning sickness. Untuk menyiasati kondisi tersebut, ibu hamil sebaiknya makan sebanyak 5 kali sampai 6 kali dalam sehari dengan porsi yang sedikit. Tujuannya tak lai agar kebutuhan nutrisi janin tetap terpenuhi, kadar gula dalam darah stabil dan tubuh tetap sehat.

Selain itu ibu hamil juga bisa memperbanyak asupan karbohidrat, makan ketika hidangan masih hangat untuk mengurangi rasa mual, mengurangi konsumsi makanan makanan berlemak dan makanan-makanan yang mengandung minyak berlebihan supaya lambung tidak memproduksi asam yang berlebihan, menghindari bumbu masakan yang pedas, berbau menyengat, dan terlampau asam, serta membiasakan diri minum air hangat saat bangun tidur di pagi hari.

7 Jenis Makanan yang Bagus Dikonsumsi Selama Masa Kehamilan


Tak hanya sebelum hamil dan di masa-masa awal kehamilan saj, ibu hamil harus terus mempertahankan asupan nutrisi di sepanjang waktu kehamilannya. Asupan nutrisi ini menjadi faktor paling penting untuk kesehatan dan keselamatan janin serta sang ibu. Untuk itu para ibu hamil sebaiknya menyimpan 7 jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi selama masa kehamilan.

1. Telur

Telur mudah didapatkan dan harganya pun sangat terjangkau. Telur mengandung protein yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Selain itu, telur juga mampu  memenuhi vitamin dan mineral-mineral penting yang dbutuhkan oleh ibu yang sedang hamil.

2. Sayur-sayuran berwarna hijau

Beberapa contoh sayur-sayuran berwarna hijau yang baik dikonsumsi ibu hamil antara lain bayam, sawi, dan brokoli. Sayur-sayuran tersebut kaya dengan kalsium, asam folat, zat besi dan juga vitamin C.

3. Kacang lentil

Kacang lentil seperti kacang merah dan kacang hijau merupakan salah satu jenis  serat yang dibutuhkan untuk menghindari konstipasi. Tak hanya itu saja, kacang-kacangan juga dapat memenuhi kebutuhan asam folat sehari-hari.

4. Pisang

Pisang kaya akan potassium yang dibutuhkan ibu hamil. Selain itu, pisang juga bisa mengurangi rasa mual.

5. Buah-buah berry

Buah-buahan dari keluarga berry kaya dengan vitamin C, asam folat dan serat. Contohnya saja strawberry, cranberry, blueberry dan beberapa buah sejenis lainnya.

6. Susu

Wanita yang sedang hamil sebaiknya menghindari mengkonsumsi susu rendah lemak selama kehamilan. Sebab kondisi tubuh saat sedang hamil membutuhkan kalsium dua kali lipat lebih banyak. Kondisi tulang-tulang ibu hamil harus lebih kuat karena bertugas menopang bayi di dalam perut hingga waktu kelahiran tiba.

7. Oatmeal

Oatmeal atau sereal bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dan sekaligus menjadi sumber energi untuk beraktivitas. Makanan yang kaya akan serat ini juga membuat perut kenyang lebih lama.

Nah, itulah informasi penting yang perlu diketahui oleh calon ibu dan para ibu hamil seputar pentingnya makanan sehat saat mempersiapkan kehamilan dan di sepanjang waktu kehamilan. Makanan sehat yang dikonsumsi ibu hamil menjadi kunci tumbuh kembang janin yang sehat dan sempurna.
tips sehat anak bayi dan balita