1000 hari pertama kehidupan anak, ada apa dan begitu pentingkah?

1000 hari pertama kehidupan anak manusia
Pengetahuan mengenai proses perkembangan janin di dalam rahim sejak hari pertama kehidupannya sangatlah menarik untuk disimak. Tak hanya akan menambah pengetahuan saja, tetapi informasi ini penting diketahui oleh para calon orangtua. 1000 hari pertama atau sampai anak berusia 2 tahun merupakan periode penting. Sebab semua dasar kemampuan anak berlangsung dalam periode ini.

Pada rentang waktu 1000 hari kehidupan anak ini, sebanyak 80% otak mengalami perkembangan. Selanjutnya di usia 2-6 tahun, otak hanya berkembang hingga 15%. Pada 1000 hari pertama ini pula berlangsung pembentukan dasar kemampuan fisik dan pembentukan dasar kesehatan jangka panjang. Sayangnya tak semua orangtua memahami betapa pentingnya 1000 hari pertama kehidupan anak sehingga kesempatan anak untuk tumbuh optimal tidak tercapai. Jika 1000 hari pertama kehidupan anak ini dimanfaatkan dengan baik, maka terbentuklah anak yang berkualitas. Nah, untuk itu simak 1000 hari pertama kehidupan anak dimulai dari masa kehamilan.

Masa Kehamilan

Trimester pertama menjadi masa-masa awal 100 hari pertama kehidupan janin di dalam rahim ibu. Trimester pertama ini dimulai dari minggu pertama dan minggu ke-2 kehamilan yang seringkali tidak menampilkan tanda-tanda kehamilan yang jelas. Selanjutnya pada minggu ke-3 dan ke-4 terjadi pembuahan dan menempelnya embrio pada dinding rahim. Pada fase ini, placenta akan memberi asupan makanan untuk embrio yang berkembang. Memasuki minggu ke-5 terjadi pembentukan otak, hati dan organ-organ lainnya pada janin. Perkembangan ini semakin pesat ketika memasuki minggu ke-6. Karena itulah dibutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangan janin.

Trimester kedua atau pada usia kehamilan 4 bulan hingga 6 bulan, perkembangan organ tubuh janin semakin pesat. Pada bulan ke-4, kuku jari tangan dan kaki bertumbuh namun janin masih terlihat kurus sebab lapisan lemak tubuh belum ada. Pada usia kehamilan bulan ke-5, rambut, alis dan bulu mata janin mulai tubuh dan inderanya juga mulai berkembang. Pada usia ini, janin sudah bisa menangkap terangnya cahaya. Lalu memasuki usia kehamilan bulan ke-6 sistem pencernaan dan kekebalah tubuh janin semakin sempurna. Janin juga semakin mampu mengendalikan gerakan tubuhnya dan ibu hamil bisa merasakan gerakan-gerakan janin dengan semakin kuat.

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil semakin mendekati waktu persalinan. Pada bulan kehamilan ke-7, otak janin berkembang dengan cepat, janin sudah memiliki kemampuan membuka dan menutup mata, organ-organ tubuh semakin sempurna dan posisi janin sudah berubah yakni kepala berada di bagian bawah. Pada kehamilan bulan ke-8, janin sudah bisa merasakan rasa manis dan asam serta gerakan-gerakannya semakin terkoordinasi. Pada bulan ke-9, semua bagian janin sudah terbentuk dengan lengkap dan siap untuk dilahirkan. Janin juga mengalami bertambahan lapisan lemak dan berisi sebagai cadangan energi saat keluar dari rahim.

Memasuki trimester ketiga tersebut, ibu hamil disarankan untuk mulai melakukan latihan pernafasan dan juga mengejan. Ibu hamil sebaiknya juga sudah mulai merencanakan dan melakukan survei kecil-kecilan untuk memastikan rumah bersalin yang hendak dipilih saat waktu persalinan tiba. Meskipun terbilang sebagai perkara yang sederhana, namun hal ini akan memberikan ketenangan bagi ibu hamil menjelang waktu persalinan.

Perkembangan Bayi Pada Usia 0-1 Tahun

Begitu bayi lahir ke dunia, maka 1 tahun pertama kehidupannya merupakan periode yang  sangat menakjubkan. Pada usia 0 bulan sampai 3 bulan, ketajaman visual bayi mengalami peningkatan. Bayia akn membalas tatapan mata saat dipeluk dan tatapan bayi penuh dengan kasih sayang.  Memasuki usia 3 bulan sampai 4 bulan, bayi sudah bisa melihat sampai ke seberang ruangan dengan cukup jelas. Pada periode ini bayi lebih mudah ditenangkan karena banyak hal yang menarik perhatian di sekelilingnya.

Pada usia 4 bulan sampai 6 bulan terjadi peningkatan kontrol bayi terhadap tubuhnya. Bayi pun mulai membuat gerakan-gerakan kaki dan tangan untuk sekedar bersenang-senang. Menginjak usia 6 bulan hingga 9 bulan, bayi sudah mulai duduk dan merangkak. Bayi akan mengamati dan mengambil apapun yang bisa digenggam dan melakukan eksplorasi di lingkungan sekelilingnya.  Selanjutnya di usia 9 bulan sampai 12 bulan atau 1 tahun, bayi akan belajar berdiri dan berjalan, memungut benda jatuh, sengaja menjatuhkan lalu  memungut dan menjatuhkan lagi benda yang menjadi mainannya.

Perkembangan Anak Pada Usia 1-2 Tahun

Semakin bertambahnya usia anak, mata tentunya semakin pesat pula perkembangannya. Pada usia 1000 hari ini, para orangtua harus benar-benar mencermati perkembangan anak agar jika terjadi gangguan dapat segera dilakukan langkah penanganan yang tepat. Untuk itu para orangtua perlu mengetahui bahwa ada beberapa kemampuan yang harus sudah dicapai anak sesaat sebelum usianya mencapai 2 tahun atau 24 bulan. Perkembangan kemampuan tersebut meliputi:

·         Mampu melakukan gerakan kasar yakni berjalan mundur paling tidak sebanyak 5 langkah
·         Mampu berbicara, melakukan pembahasan dan menunjukkan kecerdasan seperti menyebutkan nama dan menunjuk bagian tubuh dengan tepat
·         Mampu melakukan gerakan halus seperti mencoret-coret dengan alat tulis
·         Mampu bergaul dan mandiri seperti meniru pekerjaan-pekerjaan rumah tangga sederhana

Pada masa tumbuh kembang ini, para orangtua bisa memberikan stimulasi agar perkembangan anak menjadi semakin maksimal. Beberapa stimulasi yang bisa dilakukan antara lain:

·         Mengajari anak berjalan jinjit, misalnya saja dengan memberikan contoh dan mengajak anak untuk menirukan berjalan berjinjit
·         Menunjukkan cara melompat menggunakan dua kaki yang diangkat bersamaan. Pegangi tangan anak saat anak mencoba gerakan ini untuk pertama kalinya
·         Mengajarkan kepada anak cara menggambar bentuk-bentuk sederhana, misalnya saja bentuk garis lurus, bulatan, segitiga, dan bentuk-bentuk sederhana lainnya
·         Melatih anak berdiri dengan menggunakan satu kaki saja. Latih sampai anak bisa melakukannya sendiri tanpa kehilangan keseimbangan
·         Ajak anak bermain membuat bentuk-bentuk sederhana dari lilin atau tanah liat, misalnya saja membentuk bulatan, lonjong dan bentuk-bentuk sederhana sejenis
·         Latih anak mengikuti perintah sederhana dengan memberi contoh cara melakukannya. Misalnya mengambilkan sesuatu, meletakkan sesuatu dan perintah-perintah sederhana lainnya
·         Ajari anak memasukkan benda ke lubang yang cocok dengan bentuk benda. Para orangtua bisa membuat permainan ini sendiri dari kardus atau membeli mainan kreatif yang sudah tersedia di toko-toko permainan anak
·         Latih anak agar mau berpisah dengan sang ibu untuk sementara waktu. Latih anak agar terbiasa berpisah untuk sementara tanpa menangis.
·         Ajak anak bermain menyusun potongan gambar hingga terbentuk gambar yang sempurna
·         Dorong anak untuk menceritakan hal-hal yang dikerjakan atau peristiwa yang dilihatnya
·         Ajari anak untuk patuh pada peraturan suatu permainan dan dorong anak supaya bermain dengan anak lainnya
·         Ajari anak mengenakan pakaian sendiri. Bantu anak di masa-masa awal, lalu secara bertahap biarkan anak melakukannya sendiri

Nah, jika para orangtua memahami betapa pentingnya 1000 hari pertama kehidupan anak bagi perkembangannya kelak, maka para orangtua akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak mereka. Pendampingan orangtua dan stimulasi yang diberikan akan membuat anak berkembang dengan optimal menjadi pribadi yang berkualitas dengan karakter yang positif.

Panduan Cara Merawat dan Mendidik Bayi umur 0-3th
tips sehat anak bayi dan balita