Jangan takut menghadapi menopause. Ini gejala dan tipsnya!

tips menghadapi menopause dini
Setiap wanita yang sehat dan mendapatkan menstruasi tentunya suatu saat juga akan mengalami menopause atau yang disebut juga dengan istilah mati haid. Istilah ini digunakan untuk menyebut kondisi ketika seorang wanita sudah tidak lagi mengalami haid atau haid berhenti. Secara alami peristiwa ini terjadi saat seorang wanita mencapai usia tertentu. Nah, karena itulah seorang wanita wajib memiliki wawasan yang cukup agar tidak panik saat hal tersebut terjadi pada dirinya.

Gejala atau tanda-tanda menjelang menopause

Rata-rata kaum wanita mengalami menopause saat berusia sekitar 52 tahun. Saat ini selain dengan memperkirakan usia, kaum wanita bisa mengetahui gejala menopause dengan melakukan tes darah. Tes darah ini dapat dilakukan pada usia 30 tahunan untuk mengetahui kadar suatu hormon dalam darah. Hormon yang dimaksudkan adalah hormon anti-mullerian atau AMH. Hormon ini adalah hormon istimewa yang diproduksi indung telur.

Pemeriksaan darah ini bisa dilakukan setiap tahun. Kadar AMH dalam darah akan mengalami penurunan seiring usia wanita yang terus bertambah. Dengan memadukan antara hasil pemeriksaan kadar AMH dan usia seorang wanita, maka bisa diperoleh hasil yang lebih akurat mengenai waktu mati haid yang akan dialami oleh seorang wanita. Wanita dengan kadar AMH yang sering mengalami perubahan dari tahun ke tahun umumnya akan mengalami menopause dua tahun lebih cepat. 

Pemeriksaan kadar AMH ini sangat disarankan untuk para wanita yang mengalami resiko gangguan kesuburan maupun penyakit lain akibat mati haid ini.  Misalnya saja penyakit kardiovaskuler dan osteoporosis yang berat.

Selain dengan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar AMH, sebelum haid benar-benar berhenti kaum wanita sesungguhnya akan mengalami masa transisi. Masa transisi ini bisanya berlangsung mulai awal usia 40 tahunan atau bisa juga pada pertengahan usia 30 tahun. 

Berikut ini beberapa tanda yang mengawali berhentinya siklus haid pada seorang wanita.

•         Organ intim kewanitaan yang menjadi lebih kering

Organ intim kewanitaan secara alami memproduksi cairan yang begitu khas. Cairan ini tampak bening, elastis dan tidak berbau. Jumlah cairan ini akan semakin banyak saat seorang wanita berada dalam masa suburnya. Cairan ini pula yang akan membantu sperma untuk bergerak menuju sel telur. Namun menjelang menopause, kaum wanita yang memperhatikan tubuhnya akan merasakan jumlah cairan yang semakin sedikit. Kondisi ini menimbulkan rasa yang tidak nyaman terutama ketika berhubungan intim dengan pasangan.

•         Perubahan mood atau suasana hati

Banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang memasuki masa-masa transisi menopause. Mereka merasa heran dengan perubahan suasana hatinya, begitu pula dengan orang-orang yang berada di sekelilingnya. Perubahan suasana hati ini misalnya saja menjadi lebih mudah cemas, lebih mudah marah dan suasana hati yang berbeda dari biasanya. Kondisi ini tak lain dikarenakan terjadinya perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh kaum wanita yang sedang berada dalam masa transisi.

•         Perubahan siklus menstruasi

Pertanda yang satu ini sesungguhnya cukup mudah dikenali bila kaum wanita terbiasa memperhatikan siklus menstruasinya. Mendekati mati haid, seorang wanita akan mengalami siklus menstruasi yang lebih panjang ataupun lebih pendek. Kondisi ini tidak terjadi akibat kelelahan atau penyakit melainkan pertanda dari tubuh bahwa perubahan hormon yang mempengaruhi ovarium telah terjadi.

•         Terjadinya infeksi pada kemih

Infeksi kemih ditandai dengan rasa sakit saat berkemih atau buang air kecil atau meningkatnya frekuensi buang air kecil. Munculnya rasa sakit ketika berkemih ini tak hanya disebabkan masa transisi saja tetapi juga karena menurunnya kelenturan otot-otot di sekitar panggul.

•         Kegerahan

Perubahan kondisi tubuh yang satu ini membuat kaum wanita merasa sangat tidak nyaman. Secara tiba-tiba bahkan pada udara yang sejuk, gangguan berupa rasa gerah dan berkeringat hampir selalu terjadi. Kondisi ini bisa terjadi di malam hari, di siang hari ataupun di sepanjang hari. Selain menimbulkan rasa yang tidak nyaman, keadaan ini juga menyebabkan kaum wanita mengalami gangguan tidur. Kegerahan dan kondisi berkeringat ini tak lain disebabkan adanya perubahan hormon di dalam tubuh wanita menjelang mati haid.

•         Ancaman beberapa penyakit

Sudah bukan rahasia lagi jika wanita yang berada dalam masa tersebut terancam menderita sejumlah penyakit. Penyakit-penyakit tersebut antara lain osteoporosis, hipertensi dan penyakit kardiovaskuler. Osteoporosis pada wanita yang sudah mengalami menopause tak lain dikarenakan menurunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh. Osteoporosis merupakan suatu kondisi tulang yang kehilangan kepadatan. Jika dibiarkan saja, kondisi ini bisa menyebabkan  keretakan atau kepatahan tulang misalnya pada bagian punggung atau pinggul.

•         Sulit untuk hamil

Siklus ovulasi yang sudah mengalami penurunan akan mempengaruhi kemampuan wanita untuk hamil. Menjelang menopause, para wanita normal setidaknya membutuhkan waktu sampai 1 tahun untuk hamil secara alami. Karena itulah wanita-wanita yang mulai menjalani program hamil pada usia 30-an atau 40-an disarankan untuk memeriksakan diri dan menjalani progam hamil yang terarah.

•         Menurunnya gairah seksual

Kaum wanita yang memasuki masa-masa transisi tanpa disadari akan mengalami penurunan gairah seksual. Keadaan ini disebabkan oleh berbagai hal antara lain perubahan suasana hati yang disebabkan perubahan hormon, efek kegerahan yang menyebabkan gangguan tidur hingga rasa kurang nyaman saat berhubungan intim karena organ intim kewanitaan yang terasa kering.

•         Rasa nyeri di bagian dada

Rasa nyeri pada dada ini tak lain dikarenakan kadar hormon estrogen yang terus menurun. Kondisi ini ditambah pula dengan kadar gula dan kadar kolesterol yang mengalami peningkatan. Akibatnya pembuluh darah pada jantung menjadi lebih kaku sehingga muncullah rasa nyeri di dada.

•         Bertambahnya berat badan

Wanita yang mengalami mati haid cenderung mengalami penambahan berat badan. Pemicunya tak lain karena gangguan tidur dan stress sehingga metabolisme tubuh menjadi terganggu dan kemampuan membangun otot-otot menjadi lebih lambat.

Menopause Dini

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, kaum wanita secara alami akan mengalami menopause saat memasuki usia tertentu. Namun sebagian wanita ternyata ada yang mengalami menopause dini. Mati haid dini ini terjadi pada usia yang terbilang masih cukup muda yakni di bawah usia 40 tahun.

Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab menopause dini antara lain stress karena beban pekerjaan atau masalah yang tak terselesaikan, olahraga berlebihan misalnya saja yang dilakukan oleh para atlet wanita atau wanita yang melakukan usaha penurunan berat badan dengan cara yang ekstrim, kebiasaan merokok, kebiasaan mengkonsumsi makanan-makanan yang banyak mengandung bahan-bahan kimia dan penggunaan obat pelangsing secara sembarangan.

Paparan bahan kimia pada tubuh sesungguhnya tak hanya berasal dari bahan-bahan makanan yang mengandung bahan kimia saja. Sejumlah penelitian mendapati bahwa penggunaan kosmetik dengan bahan-bahan kimia yang tinggi juga bisa memicu mentruasi lebih cepat. Tentunya sangat sulit bagi kaum wanita di era modern ini untuk lepas dari kosmetika.

Salah satu cara untuk menekan resiko terpapar bahan-bahan kimia dari kosmetika yang digunakan sehari-hari adalah dengan memilih kosmetik dari bahan-bahan organik. Hindari menggunakan kosmetika yang mengandung bahan-bahan kimia dan residu pestisida. Selain itu hindari pula menggunakan pengharum tubuh yang memiliki kandungan pengharum sintetis jenis phthalates.

Selain beberapa faktor yang mengarah pada gaya hidup sehari-hari, mati haid dini juga bisa terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Seorang wanita dengan ibu yang mengalami masalah tersebut memiliki resiko untuk mengalami keadaan yang sama. Di samping itu, penggunaan metode pengobatan seperti kemoterapi juga bisa memicu seorang wanita mengalami kondisi tersebut.

Nutrisi Untuk Wanita Dalam Masa menopause


Wanita yang sudah berada dalam masa menopause  sebaiknya memperhatikan asupan nutrisinya sehari-hari. Asupan nutrisi ini penting sekali untuk diperhatikan agar keluhan-keluhan dan ancaman-ancaman penyakit saat mati haid bisa dihindari. Berikut ini beberapa nutrisi yang wajib dipenuhi oleh wanita dalam kondisi menopause.

•         Vitamin D

Seperti telah diketahui, wanita yang mengalami menopause terancam mengalami osteoporosis. Karena itulah sebaiknya perhatikan asupan makanan-makanan yang mengandung vitamin D. Vitamin D dalam jumlah yang cukup bisa mencegah terjadinya patah tulang pinggul pada wanita yang sudah berusia lanjut . Dalam menu sehari-hari, vitamin D bisa didapatkan dengan mengkonsumsi yogurt yang rendah lemak, keju, jus jeruk dan beberapa makanan lainnya.

•         Asam lemak omega 3

Sementara itu untuk menekan resiko penyakit kardiovaskuler pada wanita yang sudah menopause, maka kaum wanita disarankan untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang kaya akan asam lemak omega 3.  Kandungan asam lemak omega 3 dalam jumlah yang cukup di dalam tubuh bisa mencegah meningkatnya tekanan darah dan mencegah munculnya plak pada arteri.

•         Vitamin B9 atau asam folat

Untuk menyempurnakan perlindungan terhadap jantung, wanita yang sudah mengalami mati haid sebaiknya juga memperhatikan asupan vitamin B9 atau asam folat. Asam folat bisa didapatkan dari jeruk nipis, minyak zaitun, sayur-sayur hijau dan kacang-kacangan. Kandungan asam folat yang cukup dalam tubuh dapat mendukung pertumbuhan jaringan-jaringan baru dan melindungi jantung.

•         Kalsium

Kalsium menjadi pelengkap vitamin D untuk melindungi wanita yang menopause dari ancaman osteoporosis. Kalsium yang cukup akan membantu membentuk sel-sel tulang yag baru. Kaum wanita bisa mendapatkan kalsium dari susu, kedelai, brokoli dan ikan seperti dari jenis salmon serta sarden.

Tips Menghadapi Kondisi Menopause

Banyaknya keluhan yang menyertai kondisi menopause menyebabkan sebagian wanita mengalami ketakutan dalam menghadapi kondisi ini. Padahal keluhan-keluhan tersebut sesungguhnya bisa dikurangi atau diminimalkan dengan melakukan hal-hal yang cukup sederhana. Berikut ini beberapa tips untuk menghadapi kondisi mati haid agar kaum wanita tidak mengalami kondisi yang terlalu buruk.

•         Berolahraga

Dalam masa transisi ataupun memasuki masa menopause yang tidak nyaman, sebaiknya kaum wanita tidak meninggalkan kegiatan olahraga. Lakukan olahraga secara teratur paling tidak 30 menit setiap hari. Lakukan saja olahraga yang ringan seperti senam atau jalan santai. Olahraga yang dilakukan akan membantu untuk melenturkan otot-otot panggul sehingga keluhan sakit saat berkemih bisa dikurangi.

Selain itu, berolahraga juga bisa membantu untuk menyalurkan emosi yang tidak terkendali. Olahraga akan membantu melancarkan peredaran darah dan oksigen di dalam tubuh sehingga pikiran menjadi lebih segar. Keadaan ini diharapkan bisa membuat kondisi emosi menjadi lebih stabil.

•         Menggunakan pelumas saat berhubungan intim

Salah satu hal yang membuat kaum wanita takut menghadapi masa menopause adalah adanya kekuatiran tidak lagi nyaman melakukan hubungan intim dengan pasangan. Pasangan tentunya juga akan merasakan kondisi yang sama. Penyebabnya tak lain karena kondisi organ intim kewanitaan yang lebih kering. Padahal saat ini kaum wanita tak perlu lagi mengkuatirkan kondisi tersebut. 

Untuk hubungan intim yang nyaman, pasangan suami istri bisa menggunakan pelumas vagina yang bisa didapatkan secara bebas di apotik-apotik terdekat. Sebaiknya pilihlah pelumas vagina yang berbahan dasar air sehingga tidak memiliki kandungan-kandungan bahan kimia berlebihan yang bisa membuat iritasi pada organ intim kewanitaan.

•         Mengatasi efek kegerahan dan berkeringat

Efek kegerahan dan berkeringat sebagai akibat perubahan hormon pada tubuh sesungguhnya bisa diminimalisir dengan melakukan beberapa cara. Beberapa cara yang bisa ditempuh antara lain dengan selalu mengenakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat, menjaga berat badan tetap ideal, mengurangi makanan-makanan yang menimbulkan rasa panas seperti merica, daging dan makanan sejenis lainnya, serta menghentikan kebiasaan mengkonsumsi alkohol.

•         Mencegah kenaikan berat badan

Ketakutan lainnya yang dirasakan oleh kaum wanita menjelang masa menopause adalah terjadinya lonjakan berat badan. Padahal kondisi ini bukanlah sesuatu hal yang pasti terjadi. Berat badan pada wanita yang mati haid tetap bisa dikendalikan dengan cara menjalani gaya hidup sehat. 

Untuk menjaga berat badan, sebaiknya menghindari mengkonsumsi makanan-makanan yang digoreng dan juga makanan tinggi lemak.

Wanita sebaiknya lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Lakukan pula olahraga secara teratur dan aktif bergerak agar kalori pada tubuh tidak menumpuk. 

•         Mengkonsumsi jus tomat secara teratur

Tips penting dan sederhana untuk mengurangi gejala menopause adalah dengan mengkonsumsi jus tomat secara teratur setiap hari. Minumlah jus tomat tanpa tambahan gula sebanyak 2 kali dalam sehari selama 8 minggu penuh untuk mengurangi gejala-gejala yang mengganggu. Lanjutkan kebiasaan mengkonsumsi jus tomat 1 gelas setiap hari untuk mempertahankan kondisi tubuh.

Kandungan-kandungan di dalam tomat berfungsi sebagai pengganti hormon estrogen dalam tubuh. Dengan fungsi ini diharapkan gejala-gejala yang menyertainya bisa ditekan. Selain itu, kandungan-kandungan dalam tomat juga dapat membakar kalori dan lemak dalam darah sehingga membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Nah, berbekal beberapa tips ini, kaum wanita akan menjalani masa menopause atau mati haid dengan lebih nyaman dan tanpa rasa takut. Informasi seperti ini wajib diketahui kaum wanita sejak dini agar bisa mempersiapkan diri dan tidak panik saat memasuki masa transisi ataupun ketika mengalami menopause. 

tips sehat anak bayi dan balita