Kenapa mengonsumsi protein berlebihan sangat membahayakan kesehatan

bahaya konsumsi protein secara berlebihan
Protein memang memiliki banyak manfaat untuk tubuh, seperti meregenerasi sel-sel tubuh, zat pembangun tubuh, membentuk antibodi, pembentuk otot, dan penyeimbang asam dan basa dalam cairan tubuh.

Namun, tahukah anda bahwa mengonsumsi protein secara berlebihan justru membahayakan kesehatan. Produk sampingan beracun dari  lemak dan protein hewani secara berlebihan dapat merusak DNA dan mengubah sel-sel normal menjadi sel-sel kanker.

Berikut 7 alasan asupan tinggi protein berbahaya bagi kesehatan, seperti kutipan “The Miracle of Enzyme”, buku karya Hiromi Sinya:


1.    Memicu reaksi alergi

Mengonsumsi asupan tinggi protein secara berlebihan bisa memicu reaksi alergi. Biasanya hal ini rentan terjadi pada anak-anak yang masih kecil. Alergi protein seperti ini sering disebabkan oleh telur dan susu. Reaksi alergi yang terjadi ini bisa meningkatkan risiko kasus-kasus dermatitis atopik, kaligata, penyakit kolagen, penyakit pada usus, dan colitis ulserativa.

2.   Kerja hati dan ginjal menjadi lebih berat

Asupan protein yang masuk ke dalam tubuh akan diuraikan dan disingkirkan melalui sistem pencernaan. Organ yang berperan dalam proses metabolisme protein adalah hati dan ginjal. Nah, apabila konsumsi protein ini berlebihan, maka hati dan ginjal juga akan terbebani dan kerja kedua organ tersebut menjadi berat.

3.   Osteoporosis dan defisiensi kalsium

Kadar fosfor dalam daging sangatlah tinggi, sementara darah harus menjaga rasio kalsium dan fosfor antara 1:1 atau 1:2. Dengan demikian, apabila konsumsi daging berlebihan, maka tubuh akan mengambil kalsium dari gigi dan tulang untuk tetap dapat menjaga keseimbangan tersebut. Akibatnya, tubuh pun akan rentan mengalami osteoporosis.

4.   Tubuh akan kekurangan energi

Selama ini mungkin anda sering beranggapan bahwa mengonsumsi makanan tinggi protein dapat meningkatkan energi di dalam tubuh. Faktanya tidak demikian. Konsumsi protein secara berlebihan justru membuat tubuh kekurangan energi.

Protein yang masuk ke dalam tubuh secara berlebihan tidak dapat dicerna sepenuhnya, sehingga menyebabkan pembusukan dalam usus dan timbulnya produk-produk sampingan yang  beracun. Tubuh membutuhkan energi yang besar untuk mengeluarkan racun tersebut.
Pada saat tubuh mempergunakan energi besar untuk proses pengeluaran racun, sejumlah zat radikal bebas akan terbentuk. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penuaan dini, kanker, penyakit jantung, dan aterosklerosis.

5.   Memicu kegelisahan dan iritabilitas pada anak-anak

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa makanan dapat memberikan pengaruh pada tingkah laku anak-anak dan kemampuan beradaptasi secara sosial. Anak-anak cenderung mengonsumsi makanan olahan yang mengandung protein  hewani dan gula, sementara sayuran jarang dikonsumsi.

Mengonsumsi protein hewani secara berlebihan menyebabkan defisiensi atau kekurangan kalsium dalam tubuh. Kekurangan kalsium dapat mengganggu sistem syaraf dan menjadi penyebab kegelisahan serta iritabilitas (sifat lekas marah).

6.   Memicu obesitas

Mengonsumsi protein dalam jumlah yang wajar dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, namun apabila berlebihan justru memicu obesitas. Di dalam 1 gram protein terkandung sekitar 44 kalori. Oleh karena itu, apabila anda mengonsumsi protein berlebihan, maka jumlah kalori dalam tubuh juga akan meningkat sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

7.    Dehidrasi

Dehidrasi juga menjadi salah satu akibat mengonsumsi protein secara berlebihan. Hal ini dikarenakan kelebihan protein memicu tubuh melakukan kerja yang lebih berat untuk pembentukan jaringan.
Untuk melakukan pembentukan jaringan dibutuhkan air dalam jumlah yang besar. Akibatnya tubuh pun menjadi dehidrasi. Oleh karena itu, konsumsi protein yang tinggi harus disertai jumlah air putih yang cukup agar tidak terjadi dehidrasi.

Demikianlah bahaya dari mengonsumsi protein secara berlebihan. Tubuh memang memerlukan asupan protein, tapi alangkah baiknya jika anda mengonsumsi protein dalam batas yang normal.
tips sehat anak bayi dan balita