6 Tanda Hubungan Cintamu Terlalu Banyak Drama

hubungan cinta penuh drama
Hubungan yang penuh drama adalah hubungan yang dijalani seperti film-film Korea, Telenovela, atau sinetron Indonesia. Salah dikit, langsung menangis. Ujung-ujungnya berantem dan ngambek. Yang jelas, masing-masing selalu menuntut perhatian lebih dari pasangannya.

Oke, mungkin kamu selalu membayangkan kisah cinta yang romantis. Dipenuhi dengan lika-liku tangisan dan penderitaan. Tapi plis, ini kehidupan nyata, bukan sinetron! Jadi berhentilah mendramatisir segala hal. Jika hubungan cintamu terlalu banyak drama, pasti tidak akan berakhir dengan baik. Bahkan, mungkin berakhir dengan kekecewaan.

Berikut 6 tanda hubungan cinta yang penuh drama:


Kamu selalu menuntut pasanganmu untuk berubah

Setiap orang pasti mempunyai karakter yang berbeda-beda, dan kita nggak bisa menuntut seseorang untuk berubah sesuai keinginan kita. Bagi seseorang yang menjalani hidupnya dengan drama, dia selalu menuntut pasangannya untuk berubah. Mengapa? Karena dia merasa pasangannya kurang perhatian, nggak peka, dan menganggap hubungan yang dijalani hanya diperjuangkan sendiri.

Walau usia bertambah, sikapmu tetap kekanak-kanakan dan selalu manja

Ternyata film-film Korea juga memberikan pengaruh yang besar pada hubungan percintaan di dunia nyata. Di film Korea, pemeran ceweknya cenderung bersifat manja kepada oppa-oppanya. Hal ini pun ditiru oleh sebagian besar remaja pada hubungan cinta mereka.

Oke, manja sih boleh saja. Memang sudah kodratnya cewek mempunyai sisi manja dan ingin diperhatikan. Tetapi kalau sifat manjamu berlebihan, kemana-mana minta dianterin, nggak mau bawa barang belanjaan sendiri, maka lama-lama cowok juga ilfil.
Jangan samakan kehidupan di film dengan dunia nyata, dong! Ingat, umurmu juga semakin bertambah. Jadi bersikaplah sedikit dewasa.

Kamu selalu mengeluhkan penderitaanmu secara berlebihan

Salah satu ciri orang yang kebanyakan drama adalah selalu mengeluhkan penderitaannya secara berlebihan. Seolah-olah semua beban di dunia ini dipikul di pundaknya. Seakan-akan dia hampir mati. Untuk apa sih? Supaya dapat perhatian lebih dari pasangan?

Kamu nggak perlu bersikap seperti orang yang paling sengsara. Kalau pasanganmu memang cinta, dia pasti akan perhatian kepadamu, bagaimana pun keadaannya. Jadi berhentilah mendramitisir masalah. Kalau kamu tetap bersikap demikian, lama-kelamaan pasanganmu akan menganggap kamu sebagai cewek yang lemah dan kurang bersyukur.

Dikit-dikit ngambek

Inilah ciri utama dari hubungan yang penuh drama “dikit-dikit ngambek!” Jika kamu memang pribadi yang sensitif, maka cobalah mengontrol emosimu. Tidak ada salahnya jika sesekali kamu mencoba memahami pasanganmu.

Ngambek hanya diperlukan jika pasangamu memang berbuat salah. Kalau sehari nggak telepon lalu kamu ngambek, itu namanya alay! Bersikap sewajarnya saja dan jangan melebih-lebihkan masalah.

Padahal belum menikah, tetapi kamu terlalu mendewakan pacarmu

Saking sayangnya, kamu selalu memuji-muji pasanganmu di hadapan teman-teman. Pamer kemesraan di sosmed, bahkan kamu terlalu mendewakannya seolah-olah kamu nggak bisa hidup tanpa dia.

Sikapmu itu terlalu mendramitisir. Ingatlah, dia bukan ayahmu dan bukan suamimu. Jangan terlalu mencintainya secara berlebihan. Belum tentu kalian berjodoh. Nanti kalau nggak jadi nikah, gimana? Kamu pasti patah hati bertubi-tubi. Oleh karena itu, cintailah pasanganmu sewajarnya saja.

Mengungkit masa lalu tiada habisnya

Salah satu sikap orang bijak adalah mampu memaafkan kesalahan orang lain dan tidak mengungkit sesuatu yang telah terjadi. Tapi kalau dia masih membahas kesalahan di masa lalu, mendramatisir tiap kesalahan, dan tidak menghargai permintaan maaf dari pasangannya, maka dia adalah tipe drama Queen alias ratu drama.

Setiap hubungan cinta selalu diwarnai dengan amarah, tangis, dan bahagia. Tapi bukan berarti kamu harus membuat-buat hubunganmu seperti dalam drama televisi. Jika kalian sudah sama-sama dewasa, maka cobalah menjalin hubungan yang lebih serius. Bukan hubungan alay yang penuh drama.
tips sehat anak bayi dan balita