Putus Cinta, sakitnya di sini!

perasaan sakit putus cinta
Bukan cuma perasaan, ternyata putus cinta juga mempengaruhi kesehatan tubuh, lho! Beberapa penelitian bahkan menunjukkan persentase yang cukup tinggi dalam menurunnya kesehatan tubuh pasca putus cinta.

Putus cinta memang menyakitkan bagi siapa saja, namun jika Anda tidak bisa menerima dengan lapang dada dan sabar, putus cinta yang berujung pada patah hati ini akan membuat Anda depresi bahkan sanggup melukai diri sendiri.

Bagaimana dampak pada tubuh? Inilah hal yang dirasakan tubuh saat Anda diputusin cintanya.


1. Tubuh menjadi sakit dan lemah

Saat patah hati, otak akan memberikan sinyal negatif dan secara tidak langsung memberikan sugesti pada tubuh Anda bahwa tidak hanya hati yang sakit tetapi tubuh pun merasakan sakit. Akibatnya tubuh Anda tiba-tiba menjadi lemah, terasa letih dan merasakan kekecewaan mendalam.
Sakit menjadi semakin parah saat Anda mengingat kenangan berdua, atau melihat foto ketika masih bersama. Bisa jadi Anda merasakan mual dan kepala pusing karena darah langsung mengalir deras ke area ventral tegmental di otak.

2. Tidak bersemangat dan hilang fokus

Ketika Anda mengalami putus cinta, selanjutnya Anda memasuki fase patah hati. Pada fase ini Anda akan merasakan seakan-akan hidup semakin berat dan mulai mempertanyakan kesanggupan diri sendiri tanpa dampingan darinya. Di sinilah dituntut kesabaran dan kebesaran hati dalam menerima keadaan. Dan jika Anda tak bisa mengendalikan diri, maka tak heran jika Anda pun kehilangan semangat dan daya fokus.

Beberapa ahli menyebutkan bahwa di saat seseorang mengalami jatuh cinta, maka otak akan dipenuhi dengan hormon dopamin dan oksitosin yaitu hormon yang membawa kebahagiaan dan semangat. Sebaliknya saat seseorang putus cinta, otak akan dipenuhi hormon kortisol dan epinefrin yang dikenal sebagai hormon pemicu stress.

3. Depresi

Dampak hormon kortisol dan epinefrin selain memicu stress, juga mengakibatkan depresi. Inilah yang membuat orang putus cinta menjadi lebih suka menyendiri, banyak terdiam dan menarik diri dari pergaulan.

Bahkan beberapa kasus patah hati akibat putus cinta jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan seseorang cenderung menyalahkan dan membenci dirinya sendiri.

4. Perubahan berat badan

Keterpurukan pasca broken heart membuat sebagian orang melampiaskan amarahnya pada makanan sehingga berat badan pun bertambah secara drastis. Tetapi banyak juga yang justru tutup mulut dan tidak selera makan apa saja.

Perubahan berat badan ini biasanya terjadi pada awal-awal putus cinta dan akan berangsur-angsur normal seiring berjalannya waktu.

5. Jerawat

Meningkatnya hormon kortisol akibat kesedihan mendalam ketika cinta berakhir memicu penumpukan minyak di bawah kulit wajah. Itulah mengapa beberapa orang yang mengalami putus cinta terlihat lebih kusam pada kulit wajah dan cenderung berjerawat.

6. Kerontokan rambut

Tak hanya berjerawat, sebagian orang yang putus cinta juga mengalami kerontokan rambut. Hal ini disebabkan pada saat emosi kita sedang jatuh, beberapa folikel di kulit kepala mengalami fase yang dinamakan telogen effluvium. Yaitu fase istirahat dimana rambut berhenti bertumbuh hingga akhirnya rontok. Tetapi jangan khawatir, begitu badai akibat putus cinta berlalu, rambut Anda akan mengalami pertumbuhan normal kembali.

7. Menurunnya kekebalan tubuh

Saat sedih umumnya sistem kekebalan tubuh seseorang akan menurun. Akibatnya, tubuh menjadi rentan terserang berbagai penyakit yang disebabkan virus atau kuman. Kondisi ini akan kembali normal ketika orang tersebut dapat mengatasi perasaan sedih akibat putus cinta.

Ternyata putus cinta memiliki dampak yang cukup serius juga bagi kesehatan. Apapun dampaknya, yang terpenting adalah bagaimana Anda dapat mengatasi kondisi tersebut dan berjuang untuk bangkit dari keterpurukan.

tips sehat anak bayi dan balita