Mengenal Kegunaan dan Efek Samping Chemical Peeling

Kegunaan dan Efek Samping Chemical Peels
Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, berbagai teknik perawatan kecantikan gencar ditawarkan untuk memperoleh kulit yang putih, mulus, dan kencang secara instan. Salah satu perawatan kecantikan yang cukup populer saat ini adalah Chemical Peeling. Teknik Chemical Peeling merupakan metode pengelupasan sel-sel kulit mati dengan menggunakan cairan asam yang dilakukan di berbagai klinik dan salon kecantikan.

Sebagian besar dari kalian, tentu sudah tidak asing dengan teknik perawatan Chemical Peeling, bukan? Iming-iming berupa kulit putih dan kinclong membuat teknik ini banyak diminati oleh kalangan remaja hingga dewasa. Namun tak sedikit juga orang yang meragukan keamanan teknik Chemical Peeling tersebut. Sehingga beberapa dari mereka lebih memilih perawatan wajah dengan cara alami.
Nah, bagi kalian yang masih bingung tentang teknik Chemical Peeling ini, sebaiknya simak terlebih dahulu mengenai kegunaan dan efek samping Chemical Peeling berikut ini:

Mengenal Teknik Chemical Peeling

Chemical Peeling merupakan teknik pengelupasan kulit terluar pada wajah menggunakan cairan asam (seperti asam salisilat dan asam laktat) yang berpotensi mengikis kulit. Tujuanya adalah untuk menghilangkan kerutan pada kulit, mengangkat kulit kusam, mengurangi flek hitam dan jerawat.

Ada beberapa tahapan dalam proses Chemical Peeling, yaitu:


·         Sebelum melakukan perawatan Chemical Peeling, biasanya dokter menyarankan agar pasien menghentikan konsumsi obat-obatan. Hal ini bertujuan supaya proses Chemical Peeling lebih optimal dan cepat.
·         Selanjutnya, pada saat perawatan, wajah akan dibersihkan dari kotoran dan minyak.
·         Dan langkah terakhir adalah mengaplikasikan cairan asam untuk pengelupasan kulit.
·         Setelah melakukan perawatan Chemical Peeling, kulit pasien menjadi kemerahan dan lebih sensitif. Dokter akan meminta pasien untuk menghindari sengatan sinar matahari selama beberapa hari.

Berdasarkan kegunaannya, terdapat 3 macam teknik Chemical Peels, yaitu:

1.        Superficial Peeling (Chemical Peels ringan)

Superficial Peeling merupakan jenis teknik pengelupasan yang paling ringan. Bertujuan untuk mengatasi masalah kulit yang tidak terlalu berat, seperti kulit kering, garis-garis halus yang samar, dan flek hitam. Jenis senyawa kimia yang digunakan dalam Superficial Peeling adalah Alpha Hidroxy Acid (AHA). Senyawa ini biasanya di temukan pada buah-buahan, seperti nanas. Biasanya proses pemulihan kulit tidak terlalu lama. Pasien dibolehkan melakukan aktivitas secara normal asalkan menggunakan tabir surya dengan SPF yang tinggi.

2.       Medium Peeling (Chemical Peels sedang)

Medium Peeling bertujuan untuk mengatasi masalah kulit yang tidak terlalu parah, seperti kulit gelap dan kusam. Jenis senyawa kimia yang digunakan adalah Tricloro Acetic Acid (TCA).  Proses penyembuhan kulit setelah Peeling akan berlangsung sedikit lama (biasanya 7 hari). Biasanya pasien dilarang melakukan aktivitas secara langsng dibawah matahari.

3.       Deep Peeling (Chemical Pees level tinggi)

Deep Peeling digunakan untuk mengatasi masalah kulit yang cukup parah dan berat, seperti keriput dan garis-garis halus yang jelas, kulit sangat kusam, dan flek hitam. Jenis senyawa kimia yang digunakan adalah phenol Acid. Senyawa ini dapat membuat kulit menjadi putih permanen. Proses pemulihan kulit berlangsung lama (biasanya sekitar 2 minggu), dan pasien dilarang terpapar sinar matahari.

Kegunaan Chemical Peels

Teknik Chemical Peeling menjanjikan perubahan warna kulit menjadi lebih putih dan cerah. Biasanya pasien dianjurkan mengonsumsi obat-obatan tertentu setelah perawatan, dimana obat ini berfungsi menghambat pigmentasi.

Tujuan Chemical Peeling adalah memperbaiki lapisan kulit terluar yang rusak sehingga kulit menjadi lebih bersih, halus, dan terhindar dari garis-garis halus. Kendati demikian, efek dari pengelupasan ini adalah kulit akan meradang, lebih tipis, dan tampak kemerahan.

Efek Samping Chemical Peels

Tidak ada kecantikan yang diperoleh secara instan, terlebih lagi tanpa efek samping. Chemical Peeling adalah perawatan yang memaksakan terjadinya pengelupasan kulit dengan menggunakan cairan kimia. Sehingga sudah pasti ada efek samping dari teknik Chemical Peeling.

Kulit yang mengalami pengelupasan akan menjadi lebih tipis, sehingga elastisitasnya menjadi berkurang. Selain itu, kulit juga menjadi merah, meradang, dan sangat sensitif terhadap sinar matahari. Oleh karena itu, perlu perawatan ekstra setelah melakukan Chemical Peeling.

Pada dasarnya, kulit perempuan Indonesia mengandung zat melanin (zat warna kulit) yang cukup banyak. Apabila dilakukan proses pemutihan (penghambatan proses pigmentasi), maka pigmen kulit menjadi berkurang dan cenderung sensitif apabila terkena sinar matahari. Akibatnya, akan muncul bintik-bintik hitam, jerawat, dan flek di wajah.

Nah, itulah kegunaan dan efek samping dari Chemical Peeling. Apabila anda berminat melakukan perawatan Chemical Peeling, maka sebaiknya berkonsultasilah kepada dokter terlebih dahulu. Dan pastikan anda mengambil keputusan secara bijak.

tips sehat anak bayi dan balita