Jika Hanya Menyakiti, Mengapa Harus Bertahan? Inilah 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Melepaskannya

Inilah 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Melepaskannya
Sebuah hubungan dapat terjalin dengan adanya rasa sayang antara dua belah pihak. Apabila rasa sayang hanya berasal dari satu pihak, itu namanya cinta bertepuk sebelah tangan. Lalu bagaimana bila saling mencintai di awal, tapi lama-kelamaan rasa cinta itu semakin memudar?

Jika memang demikian, ada 2 kemungkinan. Yang pertama, mungkin dia bosan. Dan yang kedua, dia adalah seorang pengkhianat. Lalu bila memang dia sudah tak cinta, mengapa harus tetap bertahan?

Memaksakan rasa cinta hanya akan membuat diri kita tersakiti. Dan apabila dia telah menunjukkan 5 tanda di bawah ini, maka tak ada lagi alasan untuk mempertahankannya. Jika hanya menyakiti, maka lepaskanlah.

Dia selalu mengatakan peduli padamu, rindu padamu, dan sayang padamu. Namun sikapnya sama sekali tak menunjukkan rasa cintanya

Bicara sih mudah, tetapi bertindak secara nyata itulah yang sulit. Rasa cinta tak cukup ditunjukkan lewat perkataan saja, namun juga harus dibuktikan dengan tindakan.
Mungkin dia adalah seseorang yang gampang mengatakan “aku cinta kamu, aku peduli padamu, atau aku rindu kamu”. Tapi nyatanya, ia tak pernah sekalipun memberimu setangkai bunga mawar, ia malas menjemputmu, dan ia jarang menemuimu. Lalu buat apa mempertahankan hubungan kalian?
Omongan tanpa bukti? Itu namanya bullshit!

Dia sibuk dengan dunianya sendiri. Saat kamu menceritakan tentang kesulitanmu, ia hanya menanggapi secara enteng dan tak memberikan solusi apapun

Dia hanya sibuk dengan dunianya sendiri. Berusaha membuat hidupnya sesempurna mungkin. Sesekali saat ia butuh masukan, dia akan bertanya padamu. Dia menganggap hidupnya yang paling penting, masalahnya yang paling berat, ia ingin diperhatikan lebih.

Tapi, ketika kamu datang dan menceritakan masalah hidupmu kepadanya, dia tak memperhatikanmu. Hanya menanggapi secara enteng dan tak memberikan solusi apapun. Bahkan terkadang ia malah balik bertanya,
“Trus, mau kamu gimana?”

Atau nggak gitu, dia selalu membandingkan masalahmu dengan kehidupannya.
“Udahlah jangan manja! Masalah hidupku malah lebih berat.”

Cowok seperti ini adalah tipe yang egois. Ia ingin diperhatikan tetapi malas memperhatikan orang lain. Nggak ada alasan bagimu untuk mempertahankan tipe cowok egois.

Dia hanya mengingat kesalahanmu. Sedangkan pengorbananmu nggak dihargai sama sekali

Setiap manusia pasti nggak terlepas dari yang namanya khilaf dan salah. Mengungkit-ungkit kesalahan orang lain tentu bukanlah perbuatan yang baik. Sebelum menjudge orang lain, mending kita ngaca dulu deh, apakah kita sudah menjadi orang yang benar?

Ada peribahasa mengatakan:
Gajah di pelupuk  mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak.

Artinya, kesalahan diri sendiri tak akan pernah terlihat walaupun besar, sedangkan kesalahan orang lain selalu tampak meski sangat kecil.

Apabila cowokmu adalah seseorang yang suka mengungkit kesalahanmu, berarti dia bukanlah pria sejati yang berjiwa pemaaf. Terlebih lagi jika dia tidak pernah menghargai pengorbananmu. Hal itu menunjukkan bahwa ia tak benar-benar mencintaimu.

Dia datang dan pergi begitu saja. Mungkin kamu hanyalah sebuah pengisi kekosongan sesaat

Sesaat dia datang, membuatmu tersenyum dengan gombalan-gombalannya. Namun beberapa hari kemudian, dia menghilang entah kemana. Semua telpon dan pesanmu nggak dibalas satupun.

Kamu berusaha mencari-cari alasan yang masuk akal untuk menenangkan dirimu. Mungkin ponselnya ketinggalan, mungkin dia nggak punya pulsa, mungkin dia lagi sibuk, dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Sebenarnya kamu sedang membohongi dirimu sendiri. Kamu tahu itu, tapi kamu terlalu takut untuk mmengetahui kenyataannya. Kamu takut dia pergi ninggalin kamu, kamu takut dia selingkuh, kamu takut dia bosan,dan kamu takut dia menghindar.
Tapi ketakutanmu itu memang benar. Stop membohongi diri sendiri. Coba fikirkan secara rasional, nggak mungkin cowokmu tiba-tiba pergi tanpa kabar. Bahkan ia mengacuhkanmu. Itu tandanya ia memang ingin lepas darimu.

Sudah berapa kali air matamu menetes? Masihkah kamu ingat terakhir kali bibirmu tersenyum karenanya?

Mencintai seseorang tanpa ada balasan memang menyakitkan. Apalagi jika ia telah mengkhianati perasaan cinta kita.
Sekarang, coba kamu ingat sudah berapa kali kamu menangis karena sikapnya? Sekali? Dua kali? Tiga kali? Ataukah kamu selalu menangis tiap malam?
Berhenti menyiksa diri sendiri. Cinta tak membuat pemiliknya bersedih dan menangis. Cinta sejati harusnya membuat kita tersenyum dan bersemangat. Jika memang ia tak bisa membuatmu tersenyum, untuk apa lagi kamu bertahan?

**
Jangan pernah takut kehilangan orang yang kamu cintai. Karena seseorang yang kamu cintai, belum tentu akan menjadi cinta sejatimu.

Stay strong and keep smile

tips sehat anak bayi dan balita