5 Hal Penting Seputar Merawat Bayi Baru Lahir

Cara Merawat Bayi Baru Lahir
Begitu bayi terlahir ke dunia ada banyak yang perlu dilakukan oleh kaum ibu untuk merawatnya. Karena itulah di masa-masa awal ini, seorang ibu akan direpotkan dengan banyak hal yang berkaitan dengan perawatan bayi. Merawat bayi baru lahir memang membutuhkan kecermatan dan ketelatenan. Selain itu seorang ibu terutama yang baru pertama kali memiliki anak sebaiknya membekali diri dengan informasi yang cukup mengenai perawatan bayi.

Berkaitan dengan perawatan bayi baru lahir, berikut ini beberapa hal penting yang perlu diketahui.


1. Penggunaan bedong

Penggunaan kain bedong untuk membalut bayi telah menjadi kebiasaan orangtua dari zaman dulu. Tujuannya tak lain untuk memberikan kehangatan pada bayi. Tetapi sebaiknya jangan membungkus bayi terlalu rapat dengan kain bedong. Lebih baik jika lipatan kain tidak terlalu kencang sehingga bayi bisa lebih bebas bergerak. Usahakan pula untuk lebih sering memberikan kebebasan bagi bayi untuk bergerak.

Para orangtua membalut bayi menggunakan kain bedong dengan harapan agar bayi menjadi lebih hangat dan mengurangi reflek terkejut yang biasanya ditampakkan oleh bayi. Padahal sesungguhnya reflek terkejut ini wajar terjadi pada bayi. Reflek ini akan hilang sendirinya saat bayi berusia 3 bulan. Jika bayi menunjukkan gerak reflek terkejut, orangtua cukup memperbaiki posisi tidur, memeluknya, atau meletakkan telapak tangan di dada bayi.

Penggunaan kain bedong juga tidak disarankan pada bayi yang sedang menderita panas. Sebab bedong akan membuat suhu tubuh bayi semakin meningkat dan bayi pun akan mengalami sesak nafas karena tidak leluasa bergerak. Penggunaan bedong juga tidak disarankan saat sedang menyusui. Tujuannya agar terjadi lebih banyak kontak fisik dengan sang ibu.

2. Penggunaan popok

Saat merawat bayi baru lahir, para ibu tentu harus menyiapkan popok dalam jumlah yang cukup. Dalam memilih popok untuk bayi sebaiknya pilihlah popok berbahan katun yang lembut. Popok yang paling direkomendasikan adalah popok kain berbahan katun yang lembut. Popok kain akan menghindarkan bayi dari resiko infeksi, ruam popok dan juga resiko alergi. Sedangkan penggunaan pampers disarankan hanya ketika bepergian jauh. Penggunaan pampers perlu diperhatikan dan sebaiknya diganti ketika basah.

3. Penggunaan gurita

Satu lagi perlengkapan bayi yang sering digunakan oleh orangtua zaman dahulu adalah gurita. Penggunaan gurita sekarang ini mulai ditinggalkan meskipun masih ada beberapa ibu yang tetap mengggunakannya. Penggunaan gurita sesungguhnya tidak diperlukan sebab beresiko membuat bayi sesak nafas. Jika ingin tetap menggunakan gurita, pakailah dengan ikatan yang longgar saja.

4. Perawatan tali pusar

Perawatan tali pusar bayi menjadi salah satu perawatan yang penting untuk diperhatikan. Tali pusar sebaiknya dibiarkan terbuka dan tidak perlu di balut kain kasa. Saat di rumah sakit, biasanya tali pusar akan diolesi dengan alkohol. Sedangkan ketika di rumah, perawatan tali pusar dapat dilakukan dengan disabun dan dibersihkan.

5. Penggunaan bedak bayi

Sebagian besar kaum ibu terbiasa menaburkan bedak di seluruh badan bayi sehabis mandi. Padahal kebiasaan ini sebenarnya tak perlu dilakukan. Bedak tabur beresiko terhirup bayi karena butirannya yang halus sehingga bayi bisa mengalami gangguan pernafasan. Jika ingin menggunakan bedak, sebaiknya pilih bedak padat dan usapkan dengan spon lembut. Cukup sapukan tipis-tipis pada lipatan-lipatan tubuh seperti pada lipatan paha dan tangan.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu diketahui para ibu mengenai perawatan bayi yang baru lahir. Merawat bayi baru lahir memang membutuhkan kesabaran, ketelatenan dan wawasan yang cukup sehingga kondisi bayi benar-benar terawat dengan baik.

Baca juga:
Tips berbelanja perlengkapan bayi baru lahir

tips sehat anak bayi dan balita