Mengenal Blighted Ovum dan Penyebab Kehamilan Kosong


Setiap wanita yang sudah menikah dan sedang merencanakan kehamilan tentunya ingin mengalami kehamilan yang sehat. Namun sebagian wanita kurang beruntung mengalami kehamilan yang bermasalah. Salah satunya adalah kehamilan kosong atau blighted ovum (BO).

Setiap wanita bisa saja mengalami hal ini karena itulah kaum wanita perlu mengenali apa yang dimaksudkan dengan blighted ovum dan apa yang menjadi penyebab kehamilan kosong ini.


Kehamilan Blighted Ovum atau Kehamilan Kosong

Secara sederhana, kehamilan kosong atau BO adalah suatu kondisi kehamilan yang terjadi pada wanita tanpa terlihat janinnya. Pada kehamilan ini yang terlihat hanyalah kantung janin saja. Pada kehamilan ini, kaum wanita merasakan tanda-tanda kehamilan yang tak berbeda dengan kehamilan normal lainnya. Wanita yang mengalami BO akan menunjukkan hasil positif pada tes-tes kehamilan yang dilakukannya.

Tak hanya itu saja, sejumlah tanda yang mengikuti kondisi ibu hamil juga akan dirasakan. Misalnya saja mual, muntah, terlambat haid, payudara yang menjadi lebih keras, perut yang membesar dan beberapa kondisi lainnya yang dialami wanita hamil. Karena itu tanda-tanda fisik saja tidak cukup untuk mendeteksi kondisi BO. Kaum wanita harus melakukan pemeriksaan secara medis dengan cermat.

Biasanya jika pada usia kehamilan 8 minggu dan janin tetap tidak terlihat barulah seorang wanita dinyatakan mengalami BO. Tindakan selanjutnya yang biasanya dilakukan adalah kuretase. Tindakan ini tak lain dilakukan untuk membersihkan rahim dari kondisi BO agar kehamilan yang sehat bisa terjadi di kemudian hari. Dalam beberapa kasus, keguguran spontan juga bisa terjadi dalam kondisi BO ini yakni pada trimester pertama kehamilan.

Penyebab Blighted Ovum atau Kehamilan Kosong

Tentu kaum wanita bertanya-tanya, apa sebenarnya yang menjadi penyebab kehamilan kosong atau BO tersebut? Kehamilan kosong atau BO merupakan suatu kondisi ketika embrio tidak terbentuk di dalam rahim. Pada awalnya memang terjadi pembuahan antara ovum dan sel telur. Selanjutnya hasil pembuatan tersebut menempel di bagian dinding rahim dan kemudian terbentuk kantung kehamilan.

Sementara itu embrio janin sendiri tidak mengalami perkembangan. Bagian yang terbentuk hanyalah plasenta dan cairan yang disebut cairan amnio. Kondisi inilah yang membuat kaum wanita tetap merasakan kondisi seperti orang yang sedang hamil, seperti peningkatan kadar hormon hCG, mual, muntah dan tanda-tanda kehamilan lainnya.

Kondisi kehamilan kosong ini tak lain disebabkan oleh adanya kelainan kromoson embrio, misalnya saja kualitas sperma yang buruk, kualitas ovum yang kurang baik ataupun ketidakmampuan sel-sel untuk membelah. Beberapa referensi juga menyebutkan bahwa blighted ovum bisa pula disebabkan oleh infeksi TORCH, diabetes, rubella dan beberapa infeksi virus lainnya.

Dari beberapa penyebab tersebut bisa disimpulkan bahwa BO tidak bisa menular dan bisa terjadi secara berulang pada seorang wanita terutama jika penyebabnya tidak diketahui. BO juga menjadi kondisi yang sulit untuk dicegah karena kondisi ini terjadi pada tingkatan kromosom.

Meskipun kehamilan kosong tidak bisa dicegah atau dihindari, namun kaum wanita yang sedang merencanakan kehamilan bisa mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk mendapatkan kehamilan yang sehat. Kehamilan yang sehat sebenarnya harus dimulai jauh-jauh hari. Kaum wanita wajib mengkonsumsi makanan yang bernutrisi, terpenuhi kebutuhan asam folat, berolahraga secara teratur dan juga menjauhi kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok serta mengkonsumsi alkohol.

Nah, demikianlah informasi yang perlu diketahui kaum wanita mengenai BO dan penyebab kehamilan kosong. Para wanita yang sedang merencanakan kehamilan hendaknya selalu memohon kepada Tuhan yang Maha Kuasa untuk mendapatkan kehamilan yang sehat dari awal kehamilan hingga waktu persalinan tiba.

tips sehat anak bayi dan balita