Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini dan Manfaatnya


Salah satu bagian penting dalam persalinan yang menjadi hak bagi ibu dan anak adalah Inisiasi Menyusui Dini atau IMD. Karena itulah saat memilih rumah bersalin sebaiknya, ibu hamil memilih rumah bersalin dan tenaga medis yang mendukung untuk dilakukannya IMD. Nah, apakah sebenarnya IMD ini dan apa manfaatnya bagi ibu dan anak?

Mengenal IMD

IMD merupakan suatu tahapan yang dilakukan segera setelah bayi dilahirkan. Pada tahapan ini, bayi segera diletakkan di dada sang ibu. Dalam tahapan ini bayi tidak dimandikan tetapi hanya dikeringkan saja. Bagian tubuh yang dikeringkan hanya pada bagian tubuh bayi saja. Bagian tangan dibiarkan tetap dalam kondisi berlemak sebab bau telapak tangan bayi ini sama seperti bau payudara sang ibu. Kesamaan ini akan memudahkan bayi untuk menemukan payudara sang ibu.

Dalam tahapan ini bayi akan dibiarkan untuk menemukan puting susu ibunya dengan usahanya sendiri. Pada awalnya bayi akan diam selama kurang lebih 30 menit. Selama waktu ini, bayi sedang dalam proses menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Selama 30 menit kemudian, bayi akan mengeluarkan suara-suara yang dihasilkan dari gerakan menghisap dan memasukkan tangan ke mulut.

Dalam tahapan IMD ini bayi akan mengeluarkan air liur. Barulah bayi mulai bergerak dengan kedua kakinya menuju ke arah payudara ibu. Sesudah itu ASI keluar dan bayi pun menyusui. Dalam proses ini, ibu dan bayi langsung bersentuhan antar kulit sehingga tak hanya rasa hangat yang akan dirasakan oleh bayi tetapi juga kontak fisik yang nyaman dengan sang ibu.

Proses menyusui untuk yang pertama kalinya ini berlangsung paling tidak selama satu jam. Rentang waktu ini akan membantu untuk menyempurnakan saluran pencernaan pada bayi yang baru saja dilahirkan. Gerakan bayi selama melakukan inisiasi Menyusui Dini akan mempengaruhi produksi ASI sehingga ASI akan meningkat jumlahnya.

IMD ini tak hanya bisa dilakukan oleh bayi yang lahir secara alami saja tetapi juga bayi yang lahir melalui operasi caesar. Syaratnya IMD hanyalah kondisi bayi dan sang ibu yang memungkinkan untuk melakukan tahapan ini. Tahapan IMD tidak bisa dilakukan jika terjadi pendarahan yang hebat pada sang ibu atau bayi lahir dengan kondisi yang lemah, misalnya saja bayi biru.

Manfaat IMD

IMD memiliki manfaat yang sangat besar bagi ibu dan anak. Kontak kulit yang terjadi antara ibu dan anak hanya beberapa saat setelah kelahirannya akan membangun hubungan yang erat antara ibu dan anak. IMD menjadi kunci sukses untuk pemberian ASI eksklusif yang berlangsung selama 6 bulan. Ibu yang menjalani IMD memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dibandingkan dengan ibu yang tidak menjalani IMD.

IMD juga bermanfaat untuk menghindarkan bayi dari hipotermia. Sebab sesaat setelah kelahirannya, bayi segera mendapatkan kehangatan dari sentuhan kulit dengan sang ibu. IMD membuat antibodi pada bayi lebih cepat berfungsi sehingga bayi terhindar dari resiko kematian dan infeksi.

Mengingat begitu pentingnya melakukan IMD, tahapan IMD ini dilindungi oleh undang-undang yakni UU No.36/2009 mengenai kesehatan. Setiap orang yang menghalangi program ASI eksklusif akan dikenakan hukuman pidana satu tahun penjara atau denda maksimal 100 juta. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak termasuk di dalamnya tahapan IMD.

Nah, mengingat begitu besar manfaat Inisiasi Menyusui Dini untuk ibu dan bayinya, maka tak ada alasan untuk tidak melakukan tahapan ini. Para ibu hamil wajib memilih rumah bersalin dan tenaga medis yang mendukung proses IMD ini.

tips sehat anak bayi dan balita