ML Saat Haid, Yes or No?

bolehkah ML Saat Menstruasi
Bagi Anda yang sudah menjadi pasangan suami istri, hubungan seks atau ML (Making Love) menjadi salah satu hal yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.  Dalam seminggu, pasangan suami istri biasanya melakukan ML beberapa kali untuk memenuhi kebutuhan seksual.  Normalnya, saat istri sedang menstruasi atau haid, maka hubungan seksual pun tidak dilakukan. Dalam hidup berumahtangga, sebagian suami terkadang merasa tidak sabar ketika sang istri sedang haid dan ingin memaksakan untuk melakukan ML saat haid.

Nah sebenarnya amankah melakukan ML saat haid?


Fakta Saat Seorang Wanita Sedang Haid

Sebenarnya, pasangan suami istri ini masih dapat melakukan ML di saat istri sedang mengalami masa-masa haid. Dalam kondisi ini sebagian orang menyarankan untuk menggunakan kondom. Sedangkan sebagian orang lainnya berpendapat suami tidak harus menggunakan kondom. Mereka yang berpendapat untuk mengenakan kondom memiliki alasan bahwa ketika istri sedang menjalani masa datang bulan, maka darah yang dikeluarkan oleh sang istri adalah darah kotor.

Padahal darah yang dihasilkan saat istri sedang haid bukanlah darah kotor.  Darah haid ini merupakan cairan alami dari tubuh seorang wanita yang memang keluar setiap bulan jika tidak ada pembuahan. Warna darah yang gelap terjadi karena adanya campuran antara darah dengan luruhan jaringan yang terdapat di permukaan dinding rahim. Jadi, sebaiknya jangan salah mengartikan hasil cairan ketika wanita sedang haid.

Selama masa haid, kaum wanita sesungguhnya tidak sekedar mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya. Di masa haid ini, perubahan hormon juga terjadi dalam tubuh seorang wanita. Karena itulah seringkali didapati kaum wanita yang tidak mood atau lesu. Kondisi ini tak lain akibat perubahan hormon tersebut. Suasana hati ini pula yang membuat kaum wanita biasanya akan menolak untuk ML.

ML Ketika Mens, Boleh Atau Tidak?

Melakukan ML saat menstruasi sebenarnya tak masalah dan aman jika sang istri tidak memiliki penyakit menular seksual atau infeksi ketika sedang haid. Organ vital pria pun juga tidak akan mengalami  efek apapun saat bersentuhan dengan darah haid wanita. Namun sebaiknya aktivitas seksual saat sedang haid dihindari  jika salah satu dari pasangan sedang mengidap PMS atau Penyakit Menular Seksual.  Sebab resiko penularan akan menjadi lebih besar jika ML dilakukan ketika haid.

Pertimbangan lainnya adalah mengenai banyaknya cairan haid yang keluar. Di masa-masa awal haid, biasanya kaum wanita mengeluarkan cairan dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini tentunya akan cukup merepotkan jika pasangan suami istri melakukan ML. Beberapa pasangan suami istri memilih untuk melakukan ML dalam aliran air yang sedang mengalir agar cairan haid tersapu air.

Selain cairan haid yang keluar, kaum pria sebaiknya juga mempertimbangkan kenyamanan wanita saat haid. Umumnya kaum wanita akan merasakan kram di perut dan  tegang pada punggung ketika sedang haid. Dalam kondisi seperti ini kaum wanita membutuhkan waktu untuk beristirahat demi memulihkan rasa sakit yang mendera. Kondisi ini sebaiknya juga dipertimbangkan sebab rasa sakit pada saat haid ini biasanya akan membuat kaum wanita merasa tak nyaman.

Nah, berbekal beberapa pertimbangan tersebut, pasangan suami istri bisa mempertimbangkan kembali untuk melakukan ML saat haid atau tidak. Banyak pasangan yang memilih jalan aman untuk tidak melakukan hubungan seksual selama sang wanita sedang haid demi alasan kenyamanan dan kesehatan. Para suami yang ingin melakukan ML bisa mengalihkan pikirannya dengan melakukan hal-hal yang menyibukkan diri sehingga dorongan untuk ML bisa dihilangkan untuk sesaat.
tips sehat anak bayi dan balita

tips cepat hamil
infoTipshamil.com
cara cepat hamil