Tips Menjalani Persalinan Tanpa Kehadiran Anggota Keluarga

Melahirkan Tanpa Kehadiran Suami
Seorang wanita yang akan menjalani proses persalinan, pasti sudah membayangkan dan ingin sekali ditemani oleh anggota keluarga, seperti suami untuk memberikan support dan menemani sang istri yang sedang bersalin. Namun sayangnya beberapa wanita hamil menjalani proses persalinan tanpa ditemani oleh anggota keluarga. Misalnya saja saat semua anggota keluarga sedang memiliki keperluan masing masing yang tak bisa ditinggalkan seperti adanya kematian salah satu anggota keluarga. Persalinan tanpa kehadiran anggota keluarga memang akan terasa lebih berat. Tetapi ibu hamil tak perlu berkecil hati.

Tips Menjalani Persalinan Sendirian

Sedikit atau banyak, wanita hamil yang menjalani persalinan sendiri tentu akan merasa kecewa karena tidak ada anggota keluarga yang turut menyambut kedatangan sang buah hati.  Calon ibu biasanya akan merasakan rasa cemas atau takut. Berikut ini beberapa tips  untuk calon ibu saat harus menjalani persalinan tanpa ditemani oleh anggota keluarga. Tips ini akan membantu mengurangi  kecemasan dan rasa takut anda dapat teratasi ketika proses persalinan berlangsung:

Persiapan Mental Sebelum Persalinan

Calon ibu ataupun suami memang tidak tahu tanggal kelahiran buah hati lahir dan hadir di dunia. Prediksi hanya bisa menentukan bulan dan minggu kelahiran saja. Karena itu sebaiknya sebelum persalinan akan berlangsung atau beberapa minggu sebelumnya, calon ibu sebaiknya sudah mempersiapkan mental menghadapi proses persalinan.  Entah persalinan kelak akan didampingi oleh keluarga atau harus menghadapi persalinan tanpa kehadiran anggota keluarga.  Ibu hamil perlu merasa optimis dan tak perlu kuatir, sebab tim medis pastinya akan mendampingi. Terlebih jika mendapati seorang wanita yang menjalani persalinan sendiri, tentulah pihak rumah sakit akan memberi perhatian yang lebih.

Menentukan rumah bersalin

Jauh-jauh hari selagi masih ada anggota keluarga yang mendampingi, sebaiknya seorang wanita hamil bisa melakukan survei untuk menentukan rumah sakit yang kelak dipilih untuk menjalani persalinan. Dalam memilih rumah sakit bersalin, pertimbangkanlah beberapa hal seperti jarak tempuh dari rumah ke rumah sakit bersalin tersebut, kemudahan transportasi menuju ke rumah sakit bersalin, kenyamanan, fasilitas di dalamnya dan tentunya perkiraan besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Dengan menentukan rumah bersalin dari awal, satu kecemasan sudah berkurang.

Mempersiapkan perlengkapan persalinan

Semakin dekat dengan masa persalinan, sebaiknya siapkan sebuah tas khusus yang berisi perlengkapan persalinan. Isi tas ini dengan pakaian ganti, popok, pakaian bayi, pembalut, dompet, kartu-kartu kesehatan yang dibutuhkan dan benda-benda yang sekiranya dibutuhkan saat waktu persalinan tiba. Tempatkan tas ini di lokasi yang mudah terlihat agar saat waktu persalinan tiba, ibu hamil tak perlu panik menemukannya.

Mempersiapkan transportasi

Jika jarak antara tempat tinggal dan rumah sakit bersalin cukup jauh, persiapkanlah transportasinya. Misalnya saja dengan menyimpan beberapa nomor telepon taksi, nomor telepon sahabat yang bisa dimintai bantuan, ataupun nomor telepon rumah sakit. Ini dibutuhkan agar ibu hamil tak panik jika saat persalinan tiba dan harus berangkat sendirian. Pilih transportasi yang paling nyaman dan mudah didapatkan. Semakin cepat transportasi didapatkan, ibu yang hendak bersalin tentunya akan semakin tenang.

Nah, itulah beberapa tips mempersiapkan persalinan khususnya bagi ibu hamil yang beresiko menjalani persalinan tanpa kehadiran anggota keluarga. Jangan lupa, lakukan satu hal yang paling penting yakni berdoa. Serahkan seluruh kekuatiran sehingga segala kecemasan dan ketakutan akan sirna. Semakin ibu hamil merasa tenang, maka proses persalinan pun akan berjalan dengan lancar.

tips sehat anak bayi dan balita