Efek Aborsi yang Ditanggung Seumur Hidup

Bahaya Aborsi Efeknya Ditanggung Seumur Hidup
Menggugurkan kandungan atau dikenal dengan istilah aborsi sudah bukan hal yang baru lagi saat ini. Bahkan pengguguran kandungan sepertinya telah menjadi gaya hidup para remaja. Hampir setiap hari terdengar berita di media massa tentang pasangan kekasih yang diketahui telah melakukan upaya menggugurkan kandungan dari hubungan seks bebas yang mereka lakukan. Para remaja ini tidak menyadari begitu besar bahaya melakukan pengguguran kandungan.

Resiko Menggugurkan Kandungan

Memang ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk menggugurkan kandungan. Tetapi apapun cara yang digunakan, menggugurkan kandungan memiliki resiko-resiko buruk yang tak bisa dihindari. Simak resiko-resikonya berikut ini.

• Para remaja yang masih berusia muda belum memiliki kondisi rahim dan organ reproduksi yang sempurna. Karena itulah penggunaan obat-obatan untuk menggugurkan janin bisa menimbulkan pendarahan hebat yang beresiko kematian. Tak hanya itu saja, obat-obatan tersebut bisa juga merobek rahim jika sering dikonsumsi.

• Upaya pengguguran janin yang dilakukan dengan beragam cara berpotensi meningkatkan resiko kemandulan. Sebab rahim bisa saja mengalami infeksi yang bisa berkembang menjadi kanker rahim.

• Bila upaya menggugurkan kandungan gagal dilakukan, maka janin beresiko mengalami cacat bawaan saat dilahirkan.

• Tidak hanya berdampak secara fisik, pengguguran kandungan juga menimbulkan efek psikologis. Pelakunya akan selalu dikejar-kejar rasa berdosa, menjadi tidak percaya diri, stress dan akhirnya mengalami depresi yang berkepanjangan.

Obat-obatan yang digunakan pada upaya aborsi ilegal biasanya berupa obatan yang mengandung hormon prostaglandin. Obat-obatan ini menimbulkan kontraksi otot. Pada dosis tertentu obat-obatan ini akan menimbulkan kontraksi pada otot-otot rahim. Kontraksi inilah yang diharapkan terjadi dan cukup kuat untuk menggugurkan janin di dalam kandungan.

Selain obat-obatan kimia yang pemberiannya tanpa pengawasan dari dokter, upaya menggugurkan kandungan juga dilakukan dengan mengkonsumsi jamu-jamu atau bahan-bahan herbal. Jamu-jamuan seperti ini tak kalah berbahayanya dengan obat-obatan kimia. Kandungan-kandungan dalam bahan-bahan herbal yang digunakan tidak dapat diketahui dengan pasti jumlah zat-zat di dalamnya dan efek jangka panjangnya.

Menemukan Jalan Keluar

Berapapun usia janin di dalam kandungan, tindakan menggugurkan kandungan tetap tidak bisa dibenarkan. Tindakan ini tergolong sebagai tindakan pidana karena secara sengaja telah menghilangkan nyawa orang lain. Resiko terkena hukuman pidana pun menanti para pelaku pengguguran kandungan. Ini menambah panjang daftar resiko melakukan pengguguran kandungan. Tak hanya secara fisik dan psikologis, hukuman pidana pun siap menanti.

Lantas apa yang harus dilakukan jika para remaja hamil di luar pernikahan akibat seks bebas? Jika para remaja takut menghadapi orangtua, sebaiknya temuilah bidan atau dokter yang dipercaya. Ungkapkan persoalan kepada mereka. Bidan atau dokter akan membantu menjelaskan pada orangtua agar kehamilan tersebut dapat diteruskan dan diterima mengingat begitu buruknya resiko menggugurkan kandungan.

Jika sudah terlanjur mengkonsumsi jamu atau obat-obatan untuk menggugurkan kandungan, maka segera hentikan saat ini juga. Lantas lakukan pemeriksaan kandungan untuk memastikan kondisi janin. Dokter atau bidan akan melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan janin juga peluang ini masih bisa diraih.

Ingatlah bahwa obat atau jamu-jamuan aborsi memang mudah didapat. Tetapi resiko-resiko buruk yang harus ditanggung tidak akan bisa dihindari seumur hidup. Para remaja wajib mengetahui informasi ini dan para orangtua juga wajib menyampaikan informasi penting ini kepada putera puteri yang sudah beranjak remaja. Sebab seringkali para remaja merasa kalut saat menyadari dirinya hamil dan mengambil keputusan untuk melakukan pengguguran kandungan yang sangat buruk resikonya.
tips sehat anak bayi dan balita