7 Hal Sederhana Pemicu Kematian Bayi Mendadak

Pemicu Kematian Bayi Mendadak
Ketika bayi baru saja dilahirkan, kondisi bayi masih teramat lemah. Karena itulah orangtua wajib menjaga dan memperlakukan bayi dengan benar agar tidak terjadi kematian bayi mendadak.

Sayangnya, sebagian orangtua terutama pasangan-pasangan muda tidak menyadari bahwa ada hal-hal sederhana yang bisa memicu kematian bayi secara mendadak. 

Berikut ini beberapa hal tersebut agar menjadi perhatian bagi para orangtua.

1. Menyusui saat mengantuk

Para ibu sebaiknya menghindari menyusui buah hati dalam keadaan yang sedang mengantuk berat. Sebab jika tanpa sengaja ibu tertidur saat sedang menyusui dan hidung bayi tertutup payudara, maka bayi menjadi tidak bisa bernafas. Bila berlangsung dalam kondisi yang lama tentunya resiko kematian bisa saja terjadi. Jika ibu menyusui merasa mengantuk, sebaiknya cuci muka terlebih dahulu atau pilih posisi menyusui dalam keadaan duduk tegak agar tetap terjaga.
 

2. Kondisi dingin

Bayi yang baru lahir membutuhkan kehangatan untuk menjaga suhu tubuhnya. Karena selalu kenakan sarung tangan, sarung kaki, dan topi di kepala bayi. Jika menggunakan AC, atur suhu antara 28 derajat celcius saja hingga 29 derajat celcius. Jauhkan bayi dari kipas angin dan hindari meletakkannya di lantas dengan alas yang tipis. Bila suhu bayi turun hingga kurang dari 36,5 derajat celcius sebaiknya orangtua mewaspadai kondisi tersebut.

3. Membiarkan bayi sendirian

Hindari membiarkan bayi sendirian dalam waktu yang lama meskipun bayi dalam kondisi tertidur. Sesekali orangtua perlu melihat untuk mengawasi posisi tidurnya. Pengawasan diperlukan untuk menghindari hal-hal yang bisa memicu kematian bayi dengan mendadak, misalnya saja wajah bayi tertimpa bantal sehingga tidak bisa bernafas, posisi tidur bayi yang kurang nyaman dan keadaan-keadaan lainnya yang membahayakan.

4. Asap rokok

Bayi sebaiknya dijauhkan dari orangtua yang merokok atau tamu-tamu yang datang berkunjung dan merokok. Sebab kondisi  paru-paru dan jantung bayi yang masih lemah bisa mengalami keracunan asap nikotin sehingga beresiko mengalami kematian bayi mendadak.

5. Ruangan yang berbau

Bayi yang baru lahir dan anak-anak masih begitu sensitif terhadap bau-bauan. Karena itu sebaiknya hindari penggunaan pewangi ruangan, obat nyamuk bakar, obat nyamuk semprot, dan bau cat pada tembok yang baru saja dicat. Bau-bauan yang menyengat dan mengandung bahan-bahan kimia ini bisa membuat pernafasan bayi terhambat, sesak nafas dan beresiko mengancam keselamatan jiwanya.

6. Asap

Jauhkan bayi dari asap termasuk saat berada di jalan raya, bengkel dan tempat parkir. Asap dari kendaraan bermotor sangat berbahaya bagi bayi. Jika ibu harus keluar dari rumah, sebaiknya hindari berada di tengah lalu lintas yang padat, hindari berada di bengkel yang ramai dan juga parkiran yang penuh sesak dengan kendaraan. Ibu sebaiknya menunggu di luar area parkir sehingga terhindar dari asap kendaraan di area parkir terutama area parkir yang tertutup.

7. Menggendong bayi terlalu kencang

Sebagian ibu merasa aman jika menggendong bayinya dengan kuat. Padahal perlakuan ini sangat tidak baik bagi bayi terlebih jika dilakukan dalam waktu yang lama. Gendongan yang terlalu kuat bisa membuat bayi kekurangan oksigen dan bila sang ibu tak menyadarinya tentulah akan membahayakan jiwa sang bayi.

Itulah beberapa hal sederhana yang bisa memicu bayi mati mendadak namun seringkali diabaikan. Pengetahuan mengenai hal-hal sederhana ini wajib diketahui oleh para orangtua yang sedang mempersiapkan persalinan dan sebentar lagi mulai memasuki masa-masa perawatan bayi. Khususnya bagi pasangan muda yang baru pertama kali memiliki anak, pengetahuan ini sangat penting untuk dipahami.
tips sehat anak bayi dan balita