4 Bahaya Air Putih Bagi Bayi yang Wajib Diketahui Orangtua

waspadai Bahaya  Bayi minum air kebanyakan
Nasehat-nasehat kesehatan selalu menyarankan agar orang dewasa mengkonsumsi air putih setidaknya delapan gelas sehari. Kebutuhan air yang tercukupi akan membuat tubuh sehat dan membantu mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh. Mengingat manfaat air putih yang begitu besar bagi tubuh, seringkali para orangtua memperkenalkan air putih pula kepada bayi. Padahal tindakan ini bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Sebab ada beberapa bahaya air putih bagi bayi yang jarang diketahui orang.

Jika Anda adalah orangtua yang memiliki bayi, maka simak bahaya air putih bila diberikan kepada bayi.

1. Merusak ginjal bayi

Bagi orang dewasa, mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup akan membantu meningkatkan fungsi ginjal. Sebaliknya, pemberian air putih pada bayi bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal. Sebab fungsi ginjal pada bayi belum sempurna seperti halnya ginjal orang dewasa. Fungsi ginjal pada bayi baru sempurna pada usia 6 bulan atau lebih.

Karena fungsi ginjal yang belum sempurna inilah, maka pemberian air putih akan membuat bayi keracunan atau kondisi kelebihan air di dalam tubuhnya. Keracunan air pada bayi ditandai dengan beberapa gejala antara lain bayi kejang-kejang, suhu tubuh yang rendah dan wajah yang membengkak. Air yang masuk tidak seimbang dengan jumlah air yang dikeluarkan akibat kondisi ginjal yang belum sempurna tersebut. Jika bayi haus, maka satu-satunya minuman yang bisa diberikan hanyalah ASI. Di dalam ASI sudah terkandung cairan yang dibutuhkan oleh bayi.

2. Infeksi bakteri

Bahaya air putih bagi bayi berikutnya berkaitan bakteri yang terdapat di dalam air. Bakteri-bakteri yang terdapat di dalam air beresiko menginfeksi bayi. Air yang dikonsumsi bayi bisa menyebabkan diare. Infeksi bakteri di dalam pencernaan bayi tak lain yang menjadi penyebab diare ini.

3. Gangguan otak pada bayi

Tak hanya menyebabkan terjadinya keracunan dan diare, pemberian air putih pada bayi juga bsa menyebabkan terjadinya gangguan pada otak. Gangguan otak dipicu oleh banyaknya elektrolit yang dibawa air seni dari air putih yang masuk ke dalam tubuh. Elektrolit sesungguhnya bukanlah zat yang membahayakan bagi tubuh. Elektrolit berguna bagi tubuh asalkan jumlahnya cukup dan tidak berlebihan. Kelebihan elektrolit akan membahayan bayi dan jika kekurangan pun demikian. Bayi yang kekurangan elektrolit bisa mengalami kejang.

4. Menurunnya berat badan bayi

Pemberian air putih pada bayi yang dilakukan secara rutin bisa membuat berat badan bayi menurun. Pasalnya, pemberian air putih membuat bayi tidak lagi merasa haus sehingga bayi tidak menghisap ASI dengan maksimal. Secara perlahan-lahan, berat badan bayi pun terus menurun. Kebutuhan nutrisi pada tubuhnya pun tidak terpenuhi karena air putih tak memiliki kandungan nutrisi penting seperti halnya pada ASI. Selain itu, air putih terasa lebih segar dan enak dibandingkan dengan ASI. Akibatnya bayi pun lebih memilih untuk terus mengkonsumsi air putih.

Untuk menghindari efek buruk tersebut, hindari memberikan air putih untuk bayi yang masih berusia 0 bulan sampai dengan usia 6 bulan. Air putih tidak boleh diberikan di sela-sela waktu menyusui dan juga tak boleh diberikan pada waktu-waktu lainnya. Pemberian ASI saja sudah bisa mencukupi kebutuhan bayi baik kebutuhannya terhadap cairan maupun nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangannya. Beberapa bahaya air putih bagi bayi ini wajib diketahui oleh semua orangtua dan calon orangtua agar bisa terhindar dari resikonya.
tips sehat anak bayi dan balita