Waspadai, Bahaya Kabut Asap Terhadap Janin

Bahaya Kabut Asap Terhadap kandungan ibu hamil
Infeksi saluran pernafasan akut bisa menyerang siapa saja yang menghirup udara dengan kabut asap. Khususnya untuk ibu hamil, kabut asap ini juga mempunyai pengaruh yang buruk. Nah, apa sajakah bahaya kabut asap terhadap janin? Simak penjelasannya berikut ini.

Efek Kabut Asap Bagi Ibu Hamil

Beberapa daerah di Indonesia yakni sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan saat ini sedang terkena bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi berlarut-larut. Kabut asap ini tentu sangat menggangu kehidupan seluruh lapisan masyarakat mulai dari orang dewasa, anak-anak, bayi hingga ibu yang sedang hamil.

Udara yang sudah tercemar dengan kabut asap bisa menyebabkan peradangan dan infeksi berat pada saluran pernafasan juga gatal-gatal pada kulit dan mata yang berair. Secara tidak langsung, kabut asap yang dihirup bisa menimbulkan stress dan penurunan daya tahan tubuh.

Di wilayah yang tercemar dengan kabut asap, pemerintah menyarankan agar ibu hamil mengurangi aktivitas di luar rumah. Tindakan tersebut penting untuk dilakukan agar ibu hamil tidak menghirup udara yang sudah tercemar tersebut. Dikuatirkan kandungan-kandungan udara yang sudah tercemar tersebut bisa mengganggu perkembangan janin.

Memang belum ada penelitian yang secara khusus meneliti efek kabut asap bagi janin, namun sebuah percobaan pada tikus sudah pernah dilakukan dan menunjukkan hasil yang buruk. Dalam penelitian dengan tikus sebagai percobaan ini, tikus yang sedang mengandung menghirup kabut asap dengan tingkat pencemaran yang sangat berbahaya.

Selanjutnya ditemukan racun-racun yang berasal dari kabut asap tersebut mengenai janin tikus dan terkumpul dalam tubuh janin. Racun-racun tersebut menimbulkan penyakit dalam jangka waktu yang cukup panjang. Hal inilah yang dikuatirkan terjadi juga pada janin yang sedang berada dalam kandungan seorang wanita yang menghirup kabut asap.

Himbauan untuk Ibu Hamil 

Mengingat bahaya kabut asap terhadap janin yang beresiko terjadi, maka diharapkan para ibu hamil selalu menggunakan masker ketika bepergian. Jika tak benar-benar penting, sebaiknya tetaplah berada di rumah. Selain itu, ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi vitamin, serat dalam jumlah yang cukup, dan mengkonsumsi air dalam jumlah yang cukup.

Selain itu, ibu hamil sebaiknya terus memantau ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) yang bisa diketahui melalui internet. Informasi ini penting untuk diketahui agar ibu hamil bisa memantau tingkat pencemaran udara akibat kabut asap yang terjadi di sekelilingnya. Bila nilai ISPU menunjukkan nilai di bawah 50, maka kondisi ini menunjukkan kualitas udara yang baik.

Jika nilai ISPU menunjukkan angka lebih dari 400, maka nilai ini menunjukkan kondisi udara yang sangat berbahaya. Pada kondisi ini ibu hamil lebih baik pindah ke wilayah yang lebih aman agar kehamilan tidak terganggu. ISPU mengukur lima senyawa dalam udara yakni sulfur dioksida, karbon monoksida, ozon permukaan, partikel debu, dan nitrogen dioksida.

Ibu hamil yang tinggal di wilayah yang tercemar kabut asap sebaiknya juga lebih memperhatikan kebersihan. Selalu cuci hingga bersih buah-buahan dan sayur sebelum dikonsumsi. Begitu pula dengan peralatan makan seperti sendok, gelas dan piring, pastikan kebersihannya sebelum digunakan. Sebab makanan dan peralatan makan juga bisa tercemari.

Ibu hamil di daerah bencana kabut asap harus tetap memeriksakan kesehatan dirinya dan janin secara rutin. Hal ini penting dilakukan agar jika terjadi gangguan kesehatan, langkah pengobatan dapat segera dilakukan. Sampaikan pula keluhan-keluhan yang dirasakan agar dokter bisa melakukan pemeriksaan dengan lebih mendalam untuk mengetahui gangguan yang telah terjadi. Hanya dengan cara ini bahaya kabut asap terhadap janin bisa dihindari.
tips sehat anak bayi dan balita