Mengenal Teknik Persalinan Baru Lotus Birth

Teknik Persalinan Lotus Birth
Gerakan untuk kembali ke alam bermunculan dari berbagai bidang kehidupan. Termasuk pada bidang kesehatan. Pengobatan yang dilakukan dengan mempergunakan bahan-bahan dari herbal serta mengandalkan terapi tanpa obat-obatan kimia. Selain dalam hal pengobatan, persalinan yang alami pun semakin digemari oleh masyarakat. Contohnya saja teknik persalinan baru yang bernama lotus birth.

Mengenal Lotus Birth

Lotus birth merupakan proses persalinan bayi yang dilakukan dengan tetap mempertahankan tali pusat. Tali pusat dibiarkan terhubung dengan plasenta selama beberapa waktu. Dengan kata lain, tali pusat tidak langsung dipotong begitu bayi dilahirkan. Tali pusat dan plasenta dibiarkan mengering sendiri hingga nantinya terputus dengan sendirinya. Biasanya plasenta akan mengering dan terlepas sendiri dalam kurun waktu 3 hari sampai 4 hari.

Tentunya tindakan ini dilakukan dengan alasan yang kuat. Plasenta yang tetap dibiarkan menempel akan menyalurkan darah yang kaya akan mineral, oksigen dan nutrisi kepada bayi. Pemotongan tali pusat dianggap menimbulkan luka pada bayi. Luka ini menyebabkan area bekas pemotongan menjadi berdenyut dan tentunya tidak nyaman untuk bayi. Tubuh bayi akan melakukan proses penyembuhan namun hal ini harus melalui proses peradangan.

Selain menimbulkan luka, pemotongan tali pusat menyebabkan bayi kehilangan peluang untuk mendapatkan kurang lebih 30 ml darah dari plasenta yang kaya akan nutrisi. Nutrisi yang terkandung dalam darah tersebut setara dengan sekitar 600 ml darah orang dewasa. Dengan teknik persalinan baru ini, bayi bisa memperoleh lebih banyak asupan oksigen dan darah.

Pro dan Kontra Seputar Lotus Birth

Sesungguhnya teknik persalinan ini bukanlah teknik persalinan yang benar-benar baru. Cara ini sudah banyak dilakukan terutama pada persalinan-persalinan tradisional. Contohnya saja yang terjadi pada masyarakat adat Bali. Di Bali, teknik persalinan ini banyak dilakukan karena masyarakat adat Bali percaya bahwa teknik persalinan ini sama dengan cara Dewa Wisnu dilahirkan ke dunia acara utuh.

Namun cukup banyak orang enggan memilih teknik persalinan karena cukup merepotkan. Sehabis persalinan, ibu tidak hanya harus merawat bayi saja tetapi juga plasenta yang masih terhubung dengan bayi. Plasenta ini disimpan dalam baskom dan ditaburi dengan garam kristal atau garam laut. Kemudian dibubuhi pula dengan aromaterapi. Misalnya saja aromaterapi lavender. Tujuannya agar plasenta ini tidak berbau dan dijauhi serangga.

Di saat bayi dimandikan, plasenta ini juga perlu dibersihkan. Sesudah dibersihkan, plasenta bisa dikeringkan dengan menggunakan handuk. Cukup tekan-tekan dengan lembut hingga plasenta cukup kering. Lalu kembali disimpan dalam baskom. Kerepotan inilah yang membuat sebagian orang enggan untuk menjalani teknik persalinan lotus birth.

Bagi mereka yang ingin menjalani teknik persalinan ini, sebaiknya pahami beberapa kondisi yang tidak dapat mendukung lotus birth. Kondisi tersebut antara lain, kondisi bayi yang mengalami asfiksia berat, tali pusat bayi yang pendek, plasenta yang tidak mudah lebih dari dinding rahim dan juga hasil test APGAR bayi yang rendah. Lotus birth tetap bisa dilakukan pada bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar dan bayi yang terlahir prematur. Teknik persalinan ini juga bisa dilakukan setelah pengambilan darah dari tali pusat untuk keperluan penyimpanan di bank darah tali pusat.

Meskipun cukup merepotkan dan banyak hal yang perlu dipertimbangkan, teknik persalinan baru ini memberikan efek positif pada kondisi psikologis bayi. Lotus birth membuat bayi merasa lebih tenang dan tentunya lebih sehat dengan nutrisi yang terpenuhi di masa-masa awal kelahirannya. Nah, apakah Anda ingin mencoba teknik persalinan ini?

tips sehat anak bayi dan balita