Manfaat dan Aturan Menjemur Bayi

Manfaat dan Aturan Menjemur Bayi
Salah satu kondisi yang dialami bayi ketika baru lahir adalah kecenderungan kuning. Hal ini sesungguhnya wajar saja terjadi karena organ hati bayi yang belum bisa berfungsi secara sempurna. Akibatnya organ hati belum bisa mengolah bilirubin dengan baik. Kadar bilirubin yang tinggi dalam darah bayi inilah yang menyebabkan kecenderungan kuning pada bayi. Nah, sinar matahari di pagi hari bermanfaat mengurangi kadar bilirubin dalam darah. Inilah alasannya kegiatan menjemur bayi dilakukan begitu bayi dilahirkan.

Di rumah sakit, kegiatan menghangatkan tubuh bayi di bawah sinar matahari dilakukan secara rutin oleh para suster. Sayangnya, sebagian ibu kurang memahami pentingnya menghangat bayi sehingga kegiatan tersebut tidak dilanjutkan di rumah. Sebagian ibu lainnya beranggapan bahwa bayi mereka sehat-sehat saja dan tidak memiliki kecenderungan kuning sehingga tidak perlu dijemur. Padahal kegiatan berjemur ini memiliki banyak sekali manfaat. Berikut ini manfaat-manfaatnya.

• Menghangatkan bayi di bawah sinar matahari akan membantu mengeluarkan lendir dari tenggorokan bayi. Dengan keluarnya lendir ini, maka suara nafas bayi yang berbunyi bisa dikurangi. Biasanya hal ini muncul pada bayi yang berbakat alergi. Pengeluaran lendir ini menjadi lebih mudah dilakukan dengan posisi bayi telentang. Lalu tepuk-tepuk dengan lembut dada bayi tepatnya di bagian bawah yang menuju ke leher.

• Sinar matahari di pagi hari juga akan merangsang pembentukan vitamin D dalam tubuh bayi. Vitamin D bermanfaat sebagai pembuka kalsium sehingga menjadi lebih mudah terserap dalam darah sebelum menyatu dengan tulang.

Aturan Menghangatkan Bayi Di Bawah Sinar Matahari

Menjemur bayi di bawah sinar matahari memang memberikan manfaat yang penting bagi bayi. Tetapi kegiatan ini tak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada hal-hal yang perlu dipatuhi agar kegiatan ini memberikan manfaat yang maksimal. Untuk itu sebaiknya simak aturan-aturannya berikut ini.

•    Waktu penjemuran

Jemur bayi dalam waktu yang tepat yakni antara pukul 7 pagi hingga pukul 8 pagi. Lakukan kegiatan tersebut hanya selama sekitar 15 menit saja. Waktu penjemuran ini penting untuk diperhatikan karena kulit bayi yang terbilang masih sangat sensitif. Selain itu hindari melakukan penjemuran di atas pukul 8 pagi. Sebab sinar matahari di atas jam 8 pagi mengandung sinar ultraviolet A dan B yang berakibat buruk pada kulit.

•    Telanjang dada

Sebaiknya biarkan bayi dalam kondisi bertelanjang dada atau hanya mengenakan celana saja. Balik-balikkan tubuh bayi sehingga bagian punggungnya pun mendapatkan kehangatan. Tetapi hindari paparan sinar matahari langsung ke arah mata bayi agar tidak merusak retina dan lensa matanya.

•    Lokasi yang nyaman

Penjemuran bayi tidak harus dilakukan di tempat yang benar-benar terbuka. Pilihlah tempat yang agak terlindung dengan sinar matahari yang masih menerobos. Jika cuaca sedang berangin tak perlu memaksakan diri melakukan penjemuran. Jemur bayi di dalam ruangan di balik kaca sehingga bayi tetap mendapatkan sinar matahari.

•    Lakukan terus menerus

Tak hanya selama masa-masa awal kelahiran saja, kegiatan menjemur ini bisa dilakukan terus menerus. Tidak ada batasan usia tertentu bahkan hingga anak berusia 20 tahun. Sinar matahari akan membantu pembentukan tulang pada anak.

Nah, berbekal informasi ini diharapkan para ibu terutama ibu muda menjadi lebih menyadari pentingnya melakukan kegiatan menjemur bayi. Sinar matahari tak hanya akan menghangatkan tubuh bayi tetapi juga memberikan banyak manfaat untuk kesehatannya. Hubungan antara ibu dan anak pun bisa menjadi semakin erat.
tips sehat anak bayi dan balita