5 Efek Buruk Hamil Di Luar Nikah Bagi Janin

Bahaya Hamil Sebelum Nikah Bagi Janin yang dikandung
Pergaulan para remaja yang semakin bebas membuat fenomena hamil di luar nikah kerap kali terjadi. Kehamilan ini membuat para remaja harus kehilangan kesempatan untuk meraih cita-citanya. Masa depan mereka pun menjadi suram. Para orangtua remaja pun harus menanggung beban atas kehamilan ini, mulai dari biaya kehamilan, persalinan hingga beban sosial yang tak kalah berat.

Kehamilan yang tidak diinginkan atau secara medis dikenal dengan istilah Unwanted Pregnancy (UWP) juga memberi efek yang buruk bagi janin. Berikut ini beberapa efek buruk yang beresiko terjadi pada janin.

1. Kekurangan gizi

Kehamilan yang terjadi di luar pernikahan umumnya disembunyikan rapat-rapat oleh mereka yang mengalaminya. Terkadang kehamilan ini bahkan tak disadari hingga mencapai usia beberapa bulan. Hal inilah yang menimbulkan resiko kurang gizi pada janin. Sejak awal kehadirannya di dunia, janin tidak mendapatkan perhatian dalam hal gizi. Para remaja yang mengalami kehamilan ini tidak berusaha untuk mencukupi kebutuhan gizi janin dengan baik. Ditambah lagi dengan minimnya pengetahuan yang mereka miliki mengenai kehamilan.

2. Gangguan kehamilan dan persalinan

Beban psikologis yang dirasakan karena kehamilan ini bisa tidak segera mendapatkan bantuan dapat mempengaruhi kehamilan hingga persalinan. Kondisi psikologis yang tidak menerima kehamilan ini acapkali membuat kehamilan menjadi bertambah berat. Contohnya saja, muntah-muntah pada masa kehamilan awal bisa menjadi lebih berat sehingga menimbulkan komplikasi pada kesehatan secara keseluruhan. Beban psikologis yang tak kunjung teratasi ini juga akan mempengaruhi kelancaran persalinan. Persalinan beresiko mengalami gangguan dan resiko operasi caesar pun meningkat.

3. Resiko kelainan pada bayi

Mereka yang mengalami hamil di luar nikah umumnya merasa enggan untuk memeriksakan kehamilannya. Hal ini menimbulkan kesulitan untuk mendeteksi sejak dini adanya gangguan-gangguan kesehatan yang berefek pada perkembangan janin.

4. Kepribadian negatif pada anak

Selama masa kehamilan stimulasi yang diberikan oleh ibu hamil akan berpengaruh pada kepribadian bayi yang dilahirkannya kelak. Contoh stimulasi ini bisa berupa mendengarkan musik klasik, mengajak bicara janin, membacakan dongeng dan kegiatan positif lainnya. Pada kehamilan yang terjadi di luar pernikahan, hal ini sulit dilakukan. Ibu hamil tidak terdorong untuk merawat kehamilan yang diinginkannya.

Tidak adanya stimulasi yang diberikan pada janin semakin diperburuk dengan kondisi psikologi ibu hamil yang tertekan dengan kehamilannya. Ibu hamil yang murung, sedih dan tertekan ini akan mempengaruhi kondisi janin. Kelak bayi yang dilahirkan akan tumbuh dengan kepribadian yang negatif. Anak akan mudah rewel, sulit beradaptasi dengan lingkungan, pemalu, mudah tersinggung dan kondisi sejenis lainnya.

5. Terhambatnya tumbuh kembang anak

Masalah yang mendera kehamilan yang terjadi di luar pernikahan ini tak berhenti pada masa kehamilan dan persalainan saja. Ketika bayi sudah dilahirkan, ibu hamil biasanya enggan untuk menyusui bayinya sehingga produksi ASI pun menurun. Akibatnya bayi tidak mendapatkan ASI dengan cukup. Hal ini tentunya akan mengganggu tumbuh kembang anak.

Nah, melihat ada begitu banyak efek yang ditimbulkan kehamilan di luar nikah pada janin, maka sebaiknya orang-orang terdekat bisa berperan serta agar kondisi tersebut tidak terjadi. Kondisi ini sebenarnya bisa diatasi dengan cara melakukan bimbingan konseling di awal kehamilan. Konseling ini akan membantu ibu hamil untuk menerima kehamilannya sehingga kehamilan berjalan dengan lebih baik.

Peran serta orang tua bagi remaja yang mengalami kondisi hamil di luar nikah ini sangatlah penting. Sebagai orang terdekat, diharapkan para orangtua bisa menerima kehamilan ini dan mendorong remaja yang mengalaminya untuk menerima kondisi itu pula. Keterbukaan ini akan membuat masa kehamilan dan persalinan menjadi lebih baik, begitu pula dengan tumbuh kembang anak.

Baca juga:
Efek aborsi yang ditanggung seumur hidup

tips sehat anak bayi dan balita