Begini Tata Cara Adopsi Anak yang Benar

Cara Adopsi Anak yang Benar
Tak semua pasangan suami istri beruntung mendapatkan keturunan. Ada banyak pasangan yang tak kunjung memperoleh buah hati setelah tahun-tahun yang panjang dalam pernikahan. Jika berbagai upaya medis sudah dilakukan dan tidak juga mendapatkan buah hati yang diharapkan, sebagian pasangan suami istri lantas memutuskan untuk melakukan langkah adopsi anak. Nah, sebenarnya bagaimanakah aturan untuk mengadopsi seorang anak di Indonesia? Untuk mendapatkan jawabannya, simak informasi berikut ini.

Syarat Orangtua yang Hendak Melakukan Adopsi Seorang Anak

Di Indonesia, aturan mengenai adopsi seorang anak diatur dengan jelas dalam Undang-undang No. 23 tahun 2002. Undang-undang ini berisi tentang perlindungan anak yang didukung dengan Peraturan Pemerintah No. 54 tahun 2007 yang lantas dijelaskan secara terperinci pada Peraturan Menteri Sosial No. 110 tahun 2009 mengenai persyaratan pengangkatan anak.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa pengangkatan anak semata-mata hanya dilakukan untuk kepentingan terbaik sang anak. Pengangkatan anak dilakukan dengan tidak memutuskan hubungan darah antara orangtua kandung dan anak yang diangkat. Persyaratan lainnya adalah mengenai usia orangtua yang melakukan adopsi. Setidak-tidaknya calon orangtua angkat berusia 30 tahun dan maksimal 55 tahun.

Usia perkawinan pun menjadi salah satu persyaratan mutlak. Pasangan orangtua angkat paling tidak telah menikah selama lima tahun yang dibuktikan dengan surat pernikahan yang sah. Pasangan suami istri yang boleh mengadopsi seorang anak adalah pasangan yang tidak mungkin memiliki anak sendiri yang dibuktikan dengan keterangan medis dari dokter kandungan rumah sakit pemerintah, pasangan yang hanya punya satu anak saja, atau pasangan yang sudah mengangkat seorang anak.

Tak hanya memenuhi syarat-syarat administrasi saja, pasangan suami istri juga harus sehat secara jasmani dan rohani. Untuk membuktikan hal ini dibutuhkan pemeriksaan dan keterangan dari seorang psikolog. Orangtua yang hendak melakukan adopsi anak juga wajib memiliki kemampuan secara finansial yang ditunjukkan dengan surat keterangan dari tempat bekerja.

Syarat Anak yang Boleh Diadopsi

Tentunya tidak semua anak boleh diadopsi begitu saja. Ada beberapa kriteria anak yang boleh diadopsi. Misalnya saja dalam hal usia, anak yang boleh diadopsi belum berusia 6 tahun. Untuk anak berusia 6 tahun sampai dengan sebelum berusia 12 tahun diperlukan alasan yang mendesak contohnya anak-anak pengungsian atau anak-anak korban bencana.

Untuk anak-anak berusia 12 tahun sampai dengan sebelum usia 18 tahun diperlukan alasan bahwa anak membutuhkan perlindungan khusus. Contohnya anak-anak yang berhadapan dengan kasus hukum, anak yang diperdagangkan dan kondisi sejenis lainnya. Anak-anak yang ditelantarkan ataupun terlantar juga bisa diadopsi. Begitu pula dengan anak-anak yang berada panti asuhan atau lembaga pengasuhan anak.

Setelah seluruh syarat terpenuhi, tidak serta merta orangtua angkat bisa membawa anak yang hendak diadopsi. Penilaian untuk memastikan kelayakan orangtua angkat akan dilakukan oleh pekerja sosial yang ditugaskan oleh Kepala Instansi Sosial. Kunjungan-kunjungan ke rumah orangtua angkat akan dilakukan untuk memastikan kelayakan.

Dari hasil penilaian tersebut barulah Kepala Instansi Sosial mengeluarkan surat rekomendasi yang selanjutnya akan diproses di Kementrian Sosial. Pihak Kementrian Sosial kemudian akan mengeluarkan keputusan tentang perijinan pengadopsian anak. Ijin ini lantas disahkan di pengadilan. Jika diterima, barulah proses pengangkatan anak resmi secara hukum.

Langkah adopsi anak tentunya tak semata-mata masalah terpenuhinya persyaratan-persyaratan yang ada. Lebih dari itu, dibutuhkan kerjasama dan komitmen antara pasangan suami istri agar anak yang diasuh mendapatkan didikan dan masa depan yang cerah. 
tips sehat anak bayi dan balita