Referensi Makanan untuk Usia Kehamilan 2 Bulan

Makanan untuk Usia Kehamilan 2 Bulan
Memasuki usia kehamilan 2 bulan, ibu hamil tentulah merasa senang. Namun usia kehamilan ini terbilang masih cukup rawan. Ibu hamil perlu berhati-hati dalam menjaga diri agar janin juga bisa berkembang dengan baik. Pada usia ini, telinga dan kelopak mata janin sudah mulai terbentuk. Sedangkan tangan dan kaki masih memiliki selaput. Janin pun sudah dapat berenang di dalam cairan ketuban. Tetapi tentu saja ibu hamil belum bisa merasakan pergerakannya karena janin masih kecil. Nah, apa saja yang harus dihindari dan dilakukan dalam usia kehamilan ini?

Makanan yang wajib dihindari

Tak semua makanan boleh dikonsumsi pada usia kehamilan dua bulan ini. Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dijauhi untuk menjaga kehamilan dan janin tetap sehat. Beberapa makanan tersebut antara lain:


Hati

Sebaiknya hindari dulu mengkonsumsi hati, karena hati cukup kaya akan vitamin A dalam bentuk retinol. Vitamin A dalam bentuk ini jika berlebihan bisa menyebabkan terjadinya keguguran.


Telur mentah

Konsumsilah hanya telur yang benar-benar matang saja. Hindari makan telur mentah ataupun setengah matang. Sebab dikuatirkan telur mentah tersebut masih mengandung bakteri salmonella yang bisa membahayakan perkembangan janin dan juga sang ibu.


Susu tanpa proses pasteurisasi

Seperti halnya telur mentah atau telur setengah matang yang harus dihindari ibu hamil dengan usia kehamilan 2 bulan, susu tanpa proses pasteurisasi pun wajib dijauhi. Sebab susu ini pun beresiko mengandung bakteri salmonella karena tidak melalui proses pasteurisasi.


Daging olahan

Ibu hamil 2 bulan sebaiknya juga berhati-hati saat mengkonsumsi daging olahan, contohnya daging olahan seperti hotdog. Sebab daging olahan ini beresiko mengandung bakteri listeria yang berbahaya untuk janin.


Makanan yang disarankan


Memasuki usia kehamilan di bulan yang kedua ini, mungkin sebagian ibu hamil masih sulit mengkonsumsi makanan karena rasa mual yang masih dirasakan. Namun sebaiknya tetaplah berusaha untuk makan makanan yang bergizi. Aturlah agar porsi buah-buahan dan sayuran lebih banyak daripada porsi karbohidrat. Mengkonsumsi buah-buahan segar juga bisa membantu mengurangi rasa mual yang dirasakan oleh ibu hamil. Misalnya saja buah pear, apel, jeruk, semangka dan buah-buahan sejenis lainnya.

Jika rasa mual masih begitu kuat, konsumsilah makanan dalam jumlah kecil namun cukup sering. Hal ini akan membantu menekan rasa mual yang muncul setiap kali makan. Makanlah di pagi hari, siang hari dan malam hari tanpa melewatkan jadwal makan tersebut. Selipkan camilan di antara waktu-waktu makan, misalnya dengan menyediakan camilan berupa buah-buahan.

Pada trimester pertama ini, ada tiga jenis makanan yang menjadi prioritas bagi ibu hamil yakni pisang, bayam dan kacang-kacangan. Pisang menjadi buah pilihan karena kaya akan vitamin B6, vitamin C, potasium, asam folat dan juga kaya serta sehingga mencegah sembelit. Kandungan vitamin B6 yang tinggi berkhasiat pula mengurangi rasa mual yang masih dirasakan.

Sedangkan bayam kaya akan vitamin C, vitamin A, vitamin K, zat besi, mangan, serat dan asam folat. Kandungan-kandungan ini akan memenuhi kebutuhan vitamin untuk perkembangan janin. Kandungan asam folat pada bayam berkhasiat mencegah cacat sumsum tulang belakang dan kecacatan pada otak.

Sementara kacang-kacangan seperti kacang kedelai pada produk olahan tempe, kacang hijau dan kacang merah kaya akan zat besi serta asam folat. Untuk ibu hamil dengan usia kehamilan 2 bulan, kacang-kacangan yang kaya serat juga bisa mencegah sembelit dan memenuhi kebutuhan akan protein.
tips sehat anak bayi dan balita