Perubahan dan Kebutuhan Nutrisi Usia Kehamilan 1 Bulan

kehamilan 1 (satu) bulan
Pada ibu hamil, usia kehamilan dihitung mulai dari hari pertama siklus menstruasi yang terakhir. Seringkali para ibu tidak menyadari minggu-minggu awal kehamilan bahkan hingga kehamilan 1 bulan. Di masa ini, sel-sel yang spesifik mulai mengalami perkembangan untuk membentuk organ-organ penting seperti tulang, otot, saraf dan darah. Karena itulah, masa awal kehamilan ini menjadi masa yang sangat penting untuk diperhatikan oleh para ibu hamil karena janin masih begitu lemah. 

Perubahan-perubahan Pada Ibu Hamil 1 Bulan

Di usia kandungan 1 bulan ini, perubahan pada perut ibu hamil belum terlihat. Maklum saja, ukuran janin baru sekitar 6mm hingga 7 mm atau sebesar bulir beras. Meskipun janin begitu kecil, sang ibu sudah bisa melihatnya dalam pemeriksaan kandungan dengan menggunakan USG. Lantas perubahan apa yang terjadi pada usia kehamilan ini?  

Sebagian wanita yang hamil 1 bulan mulai merasakan mual dan muntah seperti gejala morning sickness yang khas dialami wanita yang sedang mengandung. Selain itu, ibu hamil mulai sensitif terhadap aroma sehingga cenderung menjauhi aroma makanan tertentu. Misalnya saja aroma telur saat digoreng. Ibu hamil juga mulai menginginkan makanan tertentu atau yang biasa disebut dengan istilah ngidam.

Satu-satunya perubahan fisik yang bisa diamati adalah berubahnya ukuran payudara ibu hamil. Secara alami payudara akan mulai membesar sebagai tanda bahwa tubuh sedang mempersiapkan masa menyusui. Di usia dini kehamilan 1 bulan ini pula, ibu hamil akan lebih sering buang air kecil.

Nutrisi Ibu Hamil 1 Bulan

Selain mengenali perubahan-perubahan tubuh pada usia hamil 1 bulan, ibu hamil juga perlu mengetahui asupan nutrisi yang dibutuhkan di masa awal kehamilan ini. Nutrisi yang cukup dan berkualitas sangat dibutuhkan untuk perkembangan janin yang masih berada di masa-masa kritis awal hidupnya. Berikut ini asupan nutrisi yang perlu dipenuhi ibu hamil 1 bulan.

·         Asam folat

Makanan-makanan yang mengandung asam folat antara lain sayuran hijau seperti bayam, kuning telur, kacang merah, susu dan sereal. Asam folat sangat penting untuk perkembangan janin untuk mencegah terjadinya cacat pada tabung syaraf, menekan resiko terjadinya cacat otak dan sumsum tulang belakang. Dalam satu hari, sebaiknya ibu hamil mendapatkan asupan asam folat sebanyak 600 mcg.

·         Kalsium

Kalsium dapat diperoleh dari sayuran berwarna hijau, kacang kedelai, keju, yoghurt,  brokoli, biji wijen dan beberapa bahan makanan lainnya. Kalsium dibutuhkan janin untuk membentuk tulang. Jika kebutuhan janin akan kalsium tidak terpenuhi, Sudah pasti janin akan mengambil kalsium dari sang ibu. Akibatnya ibu hamil beresiko mengalami pengeroposan tulang.

·         Zat besi

Zat besi dapat diperoleh dari telur, kangkung, bayam, bit hijau, jeruk dan beberapa makanan lainnya. Zat besi dibutuhkan untuk pembentukan sel-sel darah merah yang dibutuhkan baik oleh janin maupun untuk sang ibu. Ibu membutuhkan asupan zat besi dalam jumlah yang cukup seiring usia kehamilan yang terus bertambah. Jika ibu hamil mengalami kekurangan zat besi, maka ibu hamil akan merasa lesu, mudah letih dan lemah. Keadaan ini tentu akan berefek buruk pula pada janin.

Nah, itulah perubahan-perubahan yang terjadi pada usia kehamilan 1 bulan dan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan janin. Berbekal informasi ini diharapkan para ibu hamil dan kaum wanita yang sedang merencanakan kehamilan bisa mempersiapkan diri dengan baik agar janin bisa tubuh sehat dan sempurna. 
tips sehat anak bayi dan balita