Mewaspadai Hamil Anggur dan Resikonya

hamil anggur, gejala dan resikonya
Pernah mendengar istilah hamil anggur? Dalam dunia medis, kehamilan seperti ini disebut mola hidatidosa. Kondisi kehamilan ini sesungguhnya bukanlah kehamilan yang sesungguhnya atau merupakan kehamilan palsu. Kaum wanita yang mengalami hal ini akan mendapati perut yang membesar dengan cepat sehingga dugaan kehamilan pun semakin kuat. Padahal yang terjadi tidaklah demikian.

Apakah yang Dimaksud Dengan Kehamilan Anggur?

Berbeda dengan kehamilan normal yang membentuk janin, pada kehamilan anggur atau mola hidatidosa sel telur dan sel sperma mengalami kegagalan lalu membentuk gelembung-gelembung yang berkumpul seperti buah anggur. Pertumbuhan gelembung seperti buah anggur ini terjadi begitu cepat sehingga perut seorang wanita pun tampak membesar seperti orang yang sedang mengandung.

Kehamilan anggur ini sesungguhnya adalah bentuk tumor jinak yang berkembang dari tepi sel telur yang mengalami  kegagalan untuk berkembang menjadi janin. Kondisi seperti ini tentu saja tidak boleh dibiarkan terjadi. Wanita yang mengalaminya sebaiknya segera mendapatkan pertolongan medis.

Bagaimana Gejala Kehamilan Anggur?

Berkaitan dengan kehamilan anggur ini, kaum wanita yang mengalaminya akan merasakan beberapa gejala. Sebaiknya gejala-gejala ini dipahami oleh para wanita dan juga mereka yang sedang merencanakan kehamilan.

1. Kadar HCG atau Hormon Chorionik Gonadotropin tinggi seperti halnya wanita yang hamil normal. Kadar HCG yang tinggi ini pula yang memicu terjadinya mual dan muntah. Kadar HCG yang tinggi membuat test kehamilan dengan menggunakan urine menunjukkan hasil yang positif.

2. Muncul bercak-bercak darah berulang kali sehingga penderita beresiko mengalami anemia.

3. Perut mengalami pembesaran bahkan melebih pembesaran perut ibu hamil normal. Namun penderita tidak dapat merasakan gerakan-gerakan pada janin.

4. Bila keadaan ini tidak disadari dan tidak mendapatkan pertolongan, maka gelembung hamil anggur dapat keluar bersama dengan pendarahan.

Gejala-gejala tersebut tentunya harus dipastikan dengan melakukan pemerikasaan medis. Karena itu, bila gejala-gejala tersebut terjadi sebaiknya tak perlu lagi menunda untuk memeriksakan diri.

Apa Tindakan Medis Pada Penderita Kehamilan Anggur?

Jika pemeriksaan secara medis sudah dilakukan dan telah dipastikan seorang wanita mengalami kehamilan anggur, maka tindakan medis yang diambil dapat berupa tindakan kuretase. Tindakan ini bertujuan untuk membersihkan gelembung-gelembung anggur yang terdapat di dalam rahim.

Setelah pembersihan dilakukan barulah pengobatan dilakukan. Salah satu pengobatan secara medis adalah dengan pemberian vitamin A. Gelembung-gelembung anggur tersebut harus dipastikan benar-benar bersih sebab 20% kasus kehamilan anggur bisa berkembang menjadi kanker. Pemberian vitamin A pasca kuretase tak lain bertujuan mencegah munculnya kanker.

Perawatan pada penderita kehamilan anggur ini biasanya berjalan selama kurang lebih enam bulan. Penderita akan dipantau terus hingga rahim benar-benar bersih. Bila dalam kurun waktu ini seorang wanita benar-benar telah terbebas dari kehamilan anggur, maka perencanaan kehamilan bisa dilakukan.

Memang penyebab langsung dari terjadinya kehamilan anggur ini sampai sekarang belum diketahui. Namun kehamilan anggur kerapkali ditemukan pada kondisi wanita yang kurang tercukupi asupan nutrisinya. Karena itulah, kaum wanita yang sedang merencanakan kehamilan wajib memperhatikan asupan nutrisi bahkan sebelum kehamilan terjadi.

Asupan nutrisi yang disarankan untuk memperkecil resiko hamil anggur ini antara lain vitamin A. Vitamin A bisa didapatkan dari berbagai makanan. Selain itu, konsumsi pula lebih banyak sayur-sayuran hijau dan buah-buahan dibandingkan daging untuk memenuhi nutrisi penting yang akan mendukung kehamilan yang sehat. Lakukan pula pemeriksaan secara rutin agar kondisi janin dan kondisi ibu dapat terpantau dengan baik.
tips sehat anak bayi dan balita