Waspadai dan Kenali, 3 Gangguan Kulit Saat Hamil

Ada banyak perubahan yang terjadi ketika seorang wanita memasuki masa-masa kehamilan. Perubahan tersebut mulai dari perubahan struktur tubuh, perubahan hormon, perubahan psikologis hingga perubahan kulit. Perubahan-perubahan tersebut tentu akan berpengaruh terhadap kesehatan wanita hamil secara umum. Nah, berkaitan dengan perubahan kulit, ada beberapa gangguan kulit saat hamil yang perlu diwaspadai dan dikenali.

1.      Stretch Mark

stretch marksGangguan kulit yang satu ini sudah bukan hal baru lagi bagi wanita hamil. Sebab cukup banyak kaum wanita yang mengalaminya. Stretch mark ditandai dengan munculnya guratan berwarna kehitaman di kulit. Guratan-guratan ini tak lain disebabkan penarikan kulit yang terjadi saat kehamilan. Banyak wanita hamil yang mengabaikannya dan menganggap keadaan tersebut merupakan hal yang wajar. Padahal jika tidak ditangani, stretch mark ini akan tetap bertahan pasca melahirkan. Akibatnya para wanita pun kerap kali menjadi kurang percaya diri.
Untuk mengurangi resiko munculnya stretch mark, wanita hamil sebaiknya rajin-rajin mengoleskan pelembab sejak masa-masa awal kehamilan terutama di bagian perut dan panggul. Selain menggunakan pelembab, minyak zaitun juga bisa menjadi pilihan untuk mencegah ataupun menghilangkan stretch mark. 
Selain perawatan tersebut, wanita hamil juga harus cukup istirahat dan memenuhi kebutuhan protein untuk mendukung regenerasi sel-sel kulit. Jaga pula agar penambahan berat badan sesuai dengan perkembangan janin atau tidak berlebihan. Sebab berat badan yang cepat meningkat selama kehamilan dan berlebihan akan memperburuk stretch mark.

2.      Urtikaria Kehamilan

Urtikaria Kehamilan
Gangguan kulit saat hamil yang disebut urtikaria kehamilan sangat mirip dengan biduran. Gangguan kulit ini menonjol di permukaan kulit dengan bentuk yang memanjang. Tidak hanya mengganggu tampilan kulit saja, gangguan ini menimbulkan rasa gatal terutama di malam hari. Meskipun membuat wanita hamil tak nyaman, namun urtkaria kehamilan ini tidak membahayakan janin. 
Untuk mengurangi rasa gatal yang membuat tak nyaman, ibu hamil bisa mengompres bagian kulit yang terasa gatal dengan handuk dingin atau basah. Kenakan pula pakaian yang longgar dan mampu menyerap keringat. Namun jika rasa gatal ini dirasakan sangat mengganggu sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Biasanya gangguan ini akan hilang dengan sendirinya sekitar 4 minggu atau 6 minggu pasca melahirkan.

3.      Kloasma Gravidarum

Kloasma gravidarum
Kloasma gravidarum pada ibu hamil ditandai dengan perubahan warna kulit pada wajah yang menjadi gelap setelah usia kehamilan 16 minggu dan tampak semaki gelap jika terpapar sinar matahari. Perubahan pada kulit ini sebaiknya segera mendapatkan penanganan secara tepat. Jika tidak, gangguan kulit ini akan menjadi penyebab melasma pasca melahirkan. Melasma ditandai dengan munculnya bercak-bercak coklat yang cukup gelap atau sedikit terang pada bagian bibir atas, pipi atas, dahi dan juga dagu.  
Untuk mengurangi resiko terjadinya melasma, sebaiknya wanita hamil mengkonsumsi asam folat yang berasal dari makanan dalam jumlah yang cukup. Misalnya saja dari sayuran hijau, roti gandum utuh dan sereal gandum utuh. Sebisa mungkin hindari terpapar sinar matahari secara langsung. Untuk itu gunakan topi dan baju tertutup saat bepergian. Selain itu berkonsultasilah dengan dokter agar mendapatkan krim atau obat untuk membuat kondisi lebih baik. 
Nah, itulah setidaknya 3 gangguan kulit saat hamil yang bisa dialami oleh kaum wanita. Sepintas, gangguan-gangguan tersebut tampak ringan dan sederhana. Namun sebaiknya para wanita hamil mewaspadainya agar tidak menimbulkan resiko yang lebih buruk baik selama kehamilan maupun pasca melahirkan. Segera lakukan penanganan agar kondisi yang lebih buruk bisa dihindari.
tips sehat anak bayi dan balita