Perjalanan Panjang Proses Terjadinya Kehamilan

Berkat kemajuan teknologi, proses terjadinya kehamilan bisa diketahui oleh manusia. Proses ini dimulai ketika pasangan suami istri melakukan hubungan seksual. Sperma masuk ke dalam rahim dengan tujuan utama untuk membuahi sel telur yang sudah matang. Sperma yang berenang menuju ke sel telur ini jumlah tak hanya satu dua saja tetapi jutaan.
proses terjadinya kehamilan

Perjalanan Sperma

Hanya sesaat setelah air mani yang mengandung jutaan sperma dilepaskan di dalam bagian pangkal saluran kelamin seorang wanita, maka sperma akan bergerak ke atas. Untuk membantu bergerak, sperma ini akan mencari aliran lendir serviks. Lendir inilah yang akan menghantar sperma sampai ke mulut rahim. Dalam perjalanan ini tak sedikit sperma yang gugur.

Jika sudah melewati bagian leher rahim sperma bergerak terus di dalam rahim hingga mencapai muara saluran sel telur atau yang disebut tuba fallopi. Sperma harus bergerak dengan cepat untuk mencapai tuba fallopi agar tidak gugur dalam perjalanan ini. Sperma harus memutuskan untuk bergerak ke tuba fallopi kanan atau kiri yang berisi sel telur matang. Nantinya jika sel telur belum matang, maka sperma akan menunggu hingga sel telur siap dibuahi. 

Tentu saja sperma tak bisa menunggu selamanya. Sperma hanya dapat bertahan di dalam rahim selama kurang lebih 3 hari dan sekitar 5 hari untuk sperma yang benar-benar sehat serta kuat. Ketika sel telur sudah matang, maka sperma yang masih bertahan akan berlomba-lomba untuk menembus lapisan pelindung sel telur. Dari sekian banyak sperma tersebut, nantinya hanya ada satu sperma saja yang dapat menembus dinding sel telur dan melakukan tugas pembuahan. 

Sampai di sini proses terjadinya kehamilan belum selesai. Sperma masih memiliki tugas terakhir yakni mempersiapkan pembentukan janin. Nukleus atau inti sel yang berisi kromosom harus dipadukan dengan kromosom pada nukleus sel telur.

Perpaduan inilah yang menghasilkan kehidupan dan karakter embrio yang kemudian menempel di dinding rahim lalu berkembang menjadi janin.

Janin ini pada umumnya membutuhkan waktu selama 9 bulan lebih 10 hari untuk berkembang menjadi bayi yang siap dilahirkan. Selama perkembangan itu, janin masih harus berjuang melawan resiko kematian ataupun keguguran akibat penyakit maupun gizi buruk yang diterimanya.

Peluang Terjadinya Kehamilan

Dengan mengetahui tahap demi tahap terjadinya kehamilan, manusia lantas bisa memperbesar peluang terjadinya kehamilan. Caranya adalah dengan menandai waktu terjadinya ovulasi. Ovulusi adalah saat-saat ketika sel telur turun ke dalam tuba fallopi untuk siap bertemu dengan sperma. Nah, ovulasi ini terjadi kurang lebih 14 hari sesudah hari pertama menstruasi pada siklus menstruasi normal 28 hari.

Peluang terjadinya kehamilan semakin besar jika hubungan suami istri dilakukan 2 atau 3 hari sebelum ovulasi terjadi. Selain menandai dengan perhitungan waktu, kaum wanita juga bisa menandai masa suburnya dengan memperhatikan cairan serviks berwarna putih telur yang biasanya muncul sebagai tanda masa-masa ovulasi.

Peluang terjadinya kehamilan perlu juga didukung dengan makanan yang bernutrisi tinggi baik untuk kaum pria dan wanita. Tujuannya tak lain agar kaum pria menghasilkan sperma yang kuat dan kaum wanita bisa memproduksi sel telur yang berkualitas. Cukupkan juga istirahat agar tubuh benar-benar dalam kondisi prima untuk menghasilkan sperma atau sel telur yang bagus dan bisa melalui semua proses terjadinya kehamilan.
tips sehat anak bayi dan balita