3 gangguan kehamilan ini jangan dianggap remeh

Kehamilan tidak hanya memberikan rasa bahagia bagi kaum wanita, tetapi juga menimbulkan masalah kesehatan. Karena itulah, wanita hamil wajib memperhatikan kesehatannya dan mencukupi kebutuhan nutrisi tubuhnya. Nah, ada beberapa gangguan kehamilan yang bisa saja terjadi selama ibu hamil. Namun sebaiknya ibu hamil tak perlu kuatir atau panik asalkan mengetahui langkah pencegahan dan penanganannya. 
gangguan kehamilan

1.      Anemia

Anemia ditandai dengan rasa lelah yang berlebihan, lemas, kepala pusing dan kurang konsentrasi. Anemia terjadi karena tubuh tidak mempunyai sel-sel darah merah dalam jumlah yang cukup untuk menghantarkan oksigen dari paru-paru ke sel-sel tubuh lainnya. Kondisi ini tentunya tidak boleh dibiarkan terus terjadi atau menjadi lebih berat. Sebab kondisi tersebut tak hanya akan berpengaruh pada ibu hamil saja tetapi juga janin di dalam kandungannya. 
Anemia bisa meningkatkan resiko kelahiran bayi dengan gangguan pernafasan, bayi lahir prematur, berat badan yang rendah saat lahir, keguguran, pendarahan, infeksi hingga kematian ibu dan bayi. Untuk mencegah dan sekaligus mengatasi kondisi anemia ini, sebaiknya ibu hamil memperhatikan asupan zat besi, asam folat dan vitamin B12 sejak awal kehamilan. 

Perbaiki pola makan dengan banyak mengkonsumsi kacang-kacangan, sayur-sayuran seperti brokoli dan bayam, buah-buahan seperti jeruk, kurma, pisang,  dan serelia.

2.      Hipertensi

Gangguan selama kehamilan berupa hipertensi ini biasanya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Ibu hamil yang mengalami hipertensi akan merasakan kepala pusing serta pembengkakan di area tungkai. Jika dilakukan pemeriksaan tekanan darah, maka tekanan darah sistolik mencapai angka 140 mm HG dan atau, tekanan darah diastolik mencapai angka 90 mm Hg atau bahkan lebih lagi.

Kondisi tersebut tidak boleh diabaikan sebab bisa mempengaruhi pertumbuhan janin di dalam kandungan, meningkatkan resiko lepasnya plasenta dan juga kematian janin. Untuk itu, ibu hamil yang mempunyai riwayat hipertensi sebaiknya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur dan mengurangi asupan garam sejak awal kehamilan.

Para ibu hamil juga bisa mengkonsumsi makanan-makanan yang bisa menurunkan tekanan darah, seperti aneka buah berries seperti strawberry, blueberry dan raspberry, brokoli, kacang hitam dan seledri juga baik dikonsumsi untuk menurunkan tekanan darah.

3.      Hiperemesis Gravidarum

Mual dan muntah merupakan kondisi wajar yang dialami wanita di masa kehamilan. Biasanya kondisi ini akan semakin berkurang seiring pertambahan usia kehamilan dan akan berhenti memasuki usia kehamilan 16 minggu. Namun sebagian ibu hamil mengalami mual dan muntah yang berlebih sampai trimester 3. Keadaan inilah yang disebut hiperemesis gravidarum. 
Mual dan muntah yang tergolong dalam kategori berat ini ditandai dengan ibu hamil yang selalu muntah setiap kali makan ataupun minum. Keadaan ini tentu akan membuat ibu kekurangan asupan nutrisi sehingga menjadi pucat, lemas dan juga jarang buang air kecil. Kondisi ini lambat laun akan mengganggu kesehatan ibu dan juga janin dalam kandungan.
Untuk mengatasi kondisi ini, sebaiknya ibu hamil makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Jauhi makanan yang berlemak dan berbumbu menyengat sebab makanan ini akan memicu mual. Pilihlah makanan kaya nutrisi, konsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi, serta makanlah sayuran dan buah yang memiliki kadar air tinggi. 
Nah, itulah 3 gangguan selama kehamilan yang beresiko dialami oleh ibu hamil. Gangguan-gangguan tersebut tak boleh dianggap remeh, tetapi juga tak boleh panik saat mengalaminya. Lakukan saja langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat agar kondisi semakin membaik dan pertumbuhan janin tidak terganggu.
tips sehat anak bayi dan balita