Cara Menghitung Usia Kehamilan yang Benar

Bagaimanakah sebenarnya cara menghitung usia kehamilan? Banyak pemahaman yang keliru mengenai penghitungan kehamilan. Padahal usia kehamilan sangat penting untuk diketahui dengan tepat agar wanita hamil bisa mengetahui pertumbuhan janin, kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan janin dan sebagai dasar untuk mengatur jadwal pemeriksaan. Dengan diketahuinya usia kehamilan, maka diharapkan kehamilan pun bisa berjalan dengan baik dan sehat. 
cara menghitung usia kehamilan

Dasar Penghitungan Usia Kehamilan

Usia janin dihitung dari hari pertama haid terakhir atau disingkat HPHT. Penetapan ini dikarenakan sulit untuk menentukan waktu ovulasi pada seorang wanita. Karena itulah sebaiknya kaum wanita menandai hari pertama periode haid setiap bulan untuk memudahkan penghitungan usia kehamilan ini. Berdasarkan HPHT inilah usia janin dalam kandungan adalah usia kehamilan dikurangi 2 minggu.
Jika dilihat bahwa cara menghitung usia kehamilan dari hari pertama haid yang terakhir, maka ada tiga tahapan yang terjadi pada tiga minggu pertama terjadinya kehamilan. Mulai dari tiga minggu pertama ini, sebaiknya kaum wanita sudah menjaga kesehatan dirinya dan memperhatikan kondisi tubuh untuk mendukung kehamilan yang terjadi.

·         Minggu pertama

Minggu pertama yang dimaksudkan adalah minggu periode menstruasi terakhir. Di waktu ini, tubuh wanita akan memproduksi hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone). Hormon ini berfungsi untuk mematangkan sel telur. Pada masa ini, sebaiknya wanita yang merencanakan kehamilan menjaga kondisi tubuhnya dengan baik. Lakukan kebiasaan-kebiasaan sehat dan hindari mengkonsumsi alkohol, merokok serta mengkonsumsi obat-obatan secara rutin tanpa pengawasan dari dokter.
Pada minggu yang pertama ini pula, kaum wanita wajib memenuhi nutrisi penting untuk mendukung kehamilan seperti vitamin B dan asam folat. Khusus untuk asam folat, sebaiknya konsumsilah asam folat sebanyak 400 mikrogram setiap hari. Asam folat bisa diperoleh dari kacang, brokoli, buncis, telur, jeruk dan juga hati.

·         Minggu kedua

Memasuki akhir minggu kedua, wanita akan memasuki masa ovulasi. Inilah waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim agar peluang kehamilan bisa terjadi. Jika hubungan intim dilakukan pada waktu ini, maka jutaan sperma akan berusaha untuk mencapai ampula tuba tempat sel telur yang siap untuk dibuahi. Pada masa ini, kaum wanita sebaiknya tetap memperhatikan asupan nutrisi serta melakukan olahraga dan istirahat yang cukup.

·         Minggu ketiga

Pada minggu ketiga ini, pembelahan zigot dimulai. Sel akan melakukan pembelahan menjadi 2 lalu terus membelah setiap 12 jam. Sel ini akan membelah menjadi 16 dalam kurun waktu tiga hari. Sel ini akan bergerak menuju rahim dan berkembang menjadi ratusan sel. Sel-sel ini dikelilingi oleh rongga yang berisi cairan dan disebut dengan istilah blastokista. Blastokista selanjutnya akan menempel di dinding rahim. Jika blastokista telah benar-benar menempel, kehamilan pun sudah terjadi. Saat inilah kehamilan seorang wanita disebut telah berusia tiga minggu walaupun janin di dalam kandungan masih berusia satu minggu.
Nah, dengan penjelasan tersebut kaum wanita tentunya menjadi lebih paham mengenai cara menghitung usia kehamilan sehingga bisa mendukung kehamilan sejak dini. Sementara itu pada kaum wanita yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur sehingga sulit menentukan hari pertama haid terakhir, maka pemeriksaan dengan menggunakan USG bisa menolong mengetahui usia kehamilan. Dukungan terhadap kehamilan sejak awal tentu akan membuat bayi terlahir sehat, demikian pula dengan sang ibu.
tips sehat anak bayi dan balita