Haid dan proses pembuahan

tipshamil.web.id - Seorang wanita pastinya setiap bulan akan kedatangan tamu mereka yaitu haid atau menstruasi. Istilah ini tidak asing bahkan untuk para pria. Dulunya, wanita sering kaget ketika pertama kali mereka mendapatkan haid. Beberapa diantaranya bahkan panik dan beranggapan bahwa masalah tersebut adalah sesuatu yang berbahaya. Akan tetapi banyak juga wanita yang sudah paham dan belajar banyak mengenai kondisi ini sehingga mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Biasanya kakak perempuan, ibu, maupun saudara perempuan akan menjelaskan mengenai haid pada yang lebih muda dan menjelaskan bahwa permasalahan tersebut merupakan sesuatu yang normal dan sudah menjadi siklus yang wajar.

Siklus Haid Bulanan Wanita

Pada dasarnya, haid atau yang biasa disebut dengan menstruasi ini merupakan siklus tentang perubahan tubuh wanita guna bersiap untuk hamil. Sesuai namanya, siklus ini akan terjadi secara berulang dan terus menerus pada kurun waktu yang berbeda dari tiap diri wanita. Kondisi haid dapat dijadikan sebagai penanda bahwa wanita sudah memiliki hormon yang matang dan sudah bersiap untuk memperoleh kehamilan dan juga mengandung. Faktanya, haid atau menstruasi akan terus berulang hingga nanti terjadi pembuahan sel sperma dari laki-laki melalui hubungan seksual. Pengetahuan mengenai haid ini juga sudah diajarkan pada kelas-kelas biologi disekolah kepada para siswa.

Pengetahuan Lebih Jauh Tentang Haid dan Proses Pembuahan

proses pembuahanUmumnya, perempuan dewasa akan mengeluarkan sel telur pada setiap bulannya atau juga disebut dengan ovulasi. Jika sel telur sudah matang namun tidak segera dibuahi sperma, nanti akan terjadi proses degenerasi dalam kurun waktu 24 jam hingga 48 jam setelah lepas dari indung telur. Dalam kondisi tersebut, rahim akan segera bersiap untuk menyambut ovum atau nantinya merupakan sel telur yang matang dan siap dibuahi. Hormon yang dimiliki wanita memberi efek pada lapisan rahim untuk menebal dan juga mengeluarkan cairan supaya sel telur nantinya memperoleh makanan pada dinding-dinding rahim. Hal ini belum banyak diketahui oleh beberapa wanita.

Setelah proses tadi, rahim akan bersiap untuk menyambut sel telur yang matang atau ovum yang sudah dibuahi. Akan tetapi jika tidak terjadi pembuahan, maka stimulasi dari hormon reproduksi yang berikutnya akan menyebabkan pelepasan lapisan pada rahim dan nantinya dikeluarkan dari tubuh. Proses pelepasan tersebut disebut dengan menstruasi atau darah haid. Haid yang pertama tidak sama prosesnya yang terjadi pada wanita. Hal tersebut bergantung pada kondisi kesehatan dan juga aspek lain seperti lingkungan dimana wanita tersebut berada. Datangnya haid juga bervariasi. Ada yang lebih dini dan ada juga yang lambat jika dibandingkan dengan yang lainnya.

Haid atau menstruasi faktanya bisa dijadikan sebagai patokan untuk menentukan masa subur seorang wanita. Bagi mereka yang sudah menikah, akan lebih mudah memperoleh momongan mengetahui kapan masa subur mereka dan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks. Siklus menstruasi pada dasarnya merupakan rangkaian dan juga proses interaksi yang terjadi diantara hormon-hormon wanita pada masa suburnya dan terjadi pada setiap bulan. Siklus normal haid pada wanita biasanya adalah 28 hari. Namun tiap wanita memiliki kondisi yang berbeda sehingga siklusnya bervariasi dari 25 hingga 31 hari. Pedoman yang umum digunakan adalah hari pertama pada masa haid adalah hari yang pertama.

Perlu dipahami bahwa kadar dari hormon estrogen yang tinggi bisa memicu produksi hormon lain yang dapat mempercepat pematangan pada folikel sehingga nantinya pecah dan akan mengeluarkan sel telur. Sel telur inilah yang nanti akan bertemu dengan sperma. Bila tak terjadi pembuahan, maka dinding rahim tadi menebal dan luruh sehingga ada darah haid yang keluar. Pembuahan itu sendiri merupakan peleburan yang terjadi diantara sel sperma dan juga 1 sel ovum yang sudah mengalami pematangan. Proses pembuahan dapat terjadi pada pelebaran saluran Fallopi. Faktanya, ada beberapa proses yang terjadi sebelum terjadinya pembuahan.

Ovum yang sudah matang nantinya akan keluar dari ovarium dan juga memasuki ke saluran fallopi. Jutaan sperma nantinya akan masuk melalui vagina dan menuju rahim serta kesaluran fallopi. Dalam perjalanan itu, banyak sperma yang akan dihancurkan oleh mucus atau yang biasa disebut lendir asam di pada saluran fallopi. Beberapa sel sperma yang dapat bertahan hidup nantinya akan menembus membran ovum dan terjadilah pembuahan. Membran ovum tadi akan segera mengeras setelah terjadi pembuahan guna mencegah masuknya sel sperma lainnya. Wanita bisa dikatakan hamil jika sel telur mereka sudah berhasil dan bisa dibuahi sel sperma.
Ada beberapa tahapan terjadinya pembuahan dalam rahim wanita:
·         Zigot akan melakukan pembelahan menjadi beberapa sel.
·         Lapisan dinding akan segera menebal dan menyerupai spons yang penuh dengan pembuluh darah yang nantinya siap menerima zigot.
·         Kontraksi otot dan juga akan terus berkembang dan menempel di dinding rahim.
·         Akan terbentuk tali pusat dan juga plasenta yang menghubungkan jaringan ibu dengan embrio. Fungsi utamanya adalah untuk menyalurkan nutrisi dan juga oksigen.
·         Embrio yang sudah dikelilingi oleh cairan pada ketuban nantinya akan melindungi embrio itu sendiri dari benturan dan juga bahaya.
·         Usia 4 minggu dari embrio akan menunjukkan pembentukan organ tangan, mata, dan juga kaki.
·         Usia embrio yang masuk pada enam minggu akan menunjukkan pembentukan organ yang lebih spesifik terutama jantung dan penyempurnaan organ-organ lainnya.
·         Pada usia 8 minggu, embrio sudah menyerupai bentuk manusia dan memiliki organ lengkap. Dalam tahap tersebut, namanya adalah fetus.
9 bulan dan 10 hari adalah masa rata-rata bayi sudah siap untuk dilahirkan.
tips sehat anak bayi dan balita