Film biru, manfaat atau merusak?

Film biru, Katanya Membuat Hubungan Bersama Pasangan Semakin Lengket

akibat ketagihan film porno
Bercinta merupakan salah satu hal yang wajar bagi pasangan yang sudah menikah. Selain untuk menyalurkan nafsu seksnya yang wajib di lakukan setelah mengikat janji juga untuk proses lahirnya keturunan. Namun tidak semua pasangan mendapatkan kepuasan saat berhubungan intim. Ada beberapa yang merasa bahwa bercinta tidak mengalami titik klimaks. Nah, jika ini memang terjadi maka salah satu yang bisa menjadi solusi yaitu dengan menonton film biru.

Film biru, pengetahuan mengenai bercinta

Bagi yang sudah menikah mungkin ini dianggap wajar karena menambah pengetahuan tentang seks. Manfaat dari film ini akan memberikan variasi dalam hubungan bercinta, dimana suasana menjadi lebih hangat untuk melakukan hubungan intim dengan gaya yang baru.
Selain itu jika cara bercinta selalu monoton, maka ketika menonton film tersebut akan mendapatkan sesuatu yang baru sehingga bercinta semakin mengesankan. Dan paling penting akan mendorong pasangan lebih jujur dalam melakukan sesuatu dan lebih terbuka sehingga memperkuat hubungan bersama pasangan. Benarkah itu? Kembali kepada diri masing-masing, dan anda juga perlu mengetahui apa efek negatif atau bahaya dari menonton film biru tersebut.

Apa Bahayanya Nonton Film Biru? 


Film biru dapat menjadi sesuatu yang adiktif sama seperti narkoba, walaupun pada awalnya seseorang mungkin jijik karena adegan percintaan yang berlebihan pada film tersebut, tetapi jika hal itu dilakukan terus-menerus, film biru dapat berubah menjadi candu.

Perasaan jijik pada umumnya terjadi pada orang yang baru pertama kali menonton film biru, karena pada saat itu brain stem atau batang otak aktif sehingga nilai dan norma yang tertanam pada diri kita, misalnya norma agama memunculkan rasa bersalah dan membuat kita  tidak ingin mengulangi  perbuatan itu. Film biru selain memicu aktifnya brain stem juga memicu pelepasan hormon dopamin dan endorphin yang berhubungan dengan rasa senang dan puas. Ini merupakan mekanisme biologis yang terjadi secara naluriah dan sewaktu-waktu kenangan akan rasa puas ini bisa muncul kembali.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang memicu seseorang bisa sampai kecanduan menonton film biru.
1.   Intensitas menonton
Kecanduan menonton video porno tidak akan terjadi seketika seperti misalnya baru pertama kali menonton. Pada umumnya orang akan ketagihan jika film biru tersebut dilihat secara berkala paling tidak selama satu bulan atau bisa lebih tergantung dari sensitifitas dan daya tahan otak individu.
2.   Kesibukan
Seseorang yang sibuk dengan aktifitas sehari-hari mempunyai peluang lebih kecil untuk menjadi ketagihan film biru dibandingkan mereka yang pengangguran. Orang yang sibuk tentu tidak mempunyai waktu luang sebanyak orang yang menganggur untuk menonton film biru. Dengan demikian pelepasan hormon pemicu rasa senang pun menjadi lebih sedikit.
3.   Stres
Ada orang yang menonton film biru sebagai sarana  untuk rileks dan melepas atau mengalihkan stres. Jika tidak segera diatasi perbuatan ini bisa menjadi kegiatan rutin sehingga akhirnya menjadi ketagihan, yaitu mengatasi stres dengan menonton video porno.
4.   Makanan
Makanan yang kita konsumsi ternyata juga turut mempunyai andil dalam memperbesar peluang ketagihan film biru. Makanan yang tinggi protein akan memicu produksi neurotransmitter pada otak dan berbagai kegiatan biologis yang berhubungan dengan pelepasan hormon. Peluang seseorang untuk ketagihan film biru akan semakin besar jika semakin banyak hormon reproduksi yang dilepas dan neurotransmitter yang diproduksi. 

Bahaya ketagihan menonton film biru


Mempunyai hobi dan kebiasaan menonton film biru akan berdampak pada diri penderita baik secara fisik maupun psikis, yang akan berdampak pada kerusakan jiwa si penonton itu sendiri

Dari segi kejiwaan, pornografi memicu terlepasnya 4 hormon yaitu dopamin, neuroepinefrin, serotonin, dan oksitosin.
a)   Dopamin
Hormon ini akan memicu perasaan senang, puas, dan lega setelah menonton film biru tetapi hormon ini juga menuntut level kenikmatan yang lebih tinggi sehingga menimbulkan perasaan adiktif. Misalnya, seseorang  sudah merasa cukup puas dengan menonton film semi porno, tetapi hormon dopamin menuntut pemuasan yang lebih tinggi lagi, sehingga akhirnya ia menonton film biru murni, dan seperti itu seterusnya sehingga penderita akan memburu film-film biru dengan tingkat yang lebih tinggi.
b)   Hormon Neuroepinefrin
Sejatinya hormon epinefrin berhubungan dengan munculnya kreatifitas, inspirasi, inisiatif, dan ide dari seseorang. Tetapi jika otak sudah dipengaruhi dengan pornografi, hormon ini akan bekerja saat otak sedikit saja mendapat rangsangan, misalnya berpapasan dengan wanita cantik yang berpakaian minim. Hormon ini akan bekerja mendorong pelaku untuk merealisasikan khayalan seksualnya. Lama-kelamaan penderita akan semakin terobsesi karena otaknya hanya dapat berpikir bagaimana cara mendapatkan pemenuhan nafsu.
c)   Hormon Serotonin
bila tubuh melepaskan hormon serotonin maka kita akan merasakan ketenangan dan kenyamanan. Misalnya orang yang hobi olahraga bila merasa tertekan dan dilampiaskan dengan berolahraga maka ia akan kembali tenang karena hormon serotonin ini. Bila sumber ketenangan seseorang itu bersumber dari pornografi, parahnya setiap kali merasa tertekan ia akan mengalihkan perasaan tertekannya tersebut kepada pornografi. Akibatnya adalah kecanduan yang semakin sulit dihentikan.
d)   Hormon Oksitosin
Hormon oksitosin yang juga disebut sebagai “hormon cinta” ini berkaitan dengan hubungan antara suami dan istri, juga yang menimbulkan rasa terikat antara ibu dan anak saat ibu menyusui anaknya. Keterikatan yang dibentuk oleh hormon ini kemudian akan menimbulkan rasa ingin memelihara dan mengasuh. Hormon cinta ini juga dapat timbul pada penderita ketagihan pornografi, yaitu menimbulkan ikatan secara batin dengan hobi yang tercela tersebut. Semakin lama ia memanjakan ketagihannya terhadap berbagai hal yang berhubungan dengan pornografi maka akan semakin erat ikatannya dengan hal tersebut.

Akibat buruk seseorang yang kecanduan film biru


Ada berbagai akibat buruk jika kecanduan seseorang terhadap film biru tak dapat dikendalikan lagi. Yang pertama ia akan mulai bersikap kasar secara seksual terhadap wanita yang bisa dilakukan dalam bentuk verbal atau pun tindakan. Penderita kecanduan juga akan menganggap pemerkosaan bukanlah sebagai bentuk kriminalitas karena pendapatkan tentang seksualitas telah melenceng. 

Film biru akan memicu penonton untuk meniru tindakan seksual menyimpang yang sering mereka saksikan dalam film. Orang yang kecanduan film biru akan memandang sepele lembaga pernikahan sebagai ikatan yang sah dan halal. Dan yang terakhir mereka akan menganggap kebebasan seksual sebagai sesuatu yang normal dan tidak berdosa.

Secara fisik, penderita kecanduan pornografi akan lebih banyak berkhayal tentang seksualitas sehingga ia lebih banyak menyendiri. Lama-kelamaan khayalannya itu akan berusaha direalisasikan dalam bentuk suka berkata jorok, berperilaku melecehkan  wanita, dan pada tingkatan yang parah ia mungkin akan melakukan pelecehan seksual baik pada tingkatan ringan hingga berat seperti pemerkosaan.



tips sehat anak bayi dan balita

tips cepat hamil
infoTipshamil.com
cara cepat hamil