Donor Sperma Julia Perez Menuai Kontroversi

Donor Sperma Julia Perez
Siapa yang tak kenal Julia Perez? Artis yang yang biasa  dipanggil jupe ini berencana untuk memiliki buah hati dengan cara suntik sperma. Walaupun artis yang satu ini tidak memiliki suami ataupun laki-laki yang sedang dekat dengannya, ia berharap hadirnya momongan bisa di dapatkan dengan segera melalui program donor sperma. Rencana yang sudah di persiapkan Jupe jauh-jauh hari karena alasan medis, sayangnya menuai kontroversi. 

(update terbaru: alasan Jupe ingin segera hamil dan punya anak dikarenakan akan menghadapi operasi pengangkatan rahim akibat kanker serviks. Tapi Alhamdulillah, jupe bisa sembuh karena menjalani beberapa terapi)

Donor sperma, bolehkah? 

Inseminasi buatan adalah program rekayasa reproduksi dengan mengambil sperma suami kemudian dipilih kualitas yang unggul lalu disuntikkan kembali ke rahim istri.  Proses pembuahan untuk menjadikan jabang bayi ini bisa juga dilakukan di luar rahim seperti halnya program bayi tabung yang sudah pernah dibahas pada artikel sebelumnya, dapat anda baca di pilihan menu di atas.

Inseminasi buatan atau program bayi tabung merupakan solusi terakhir ketika suami mengalami gangguan sperma. Begitu juga bagi wanita yang sulit hamil dikarenakan berbagai sebab, tapi menginginkan buah hati dengan cepat bisa menempuh cara ini.

Jadi inseminasi bisa dengan cara menyuntikkan langsung sperma suami yang sudah disterilkan/ dipilih “bibit unggul”-nya ke rahim istri, maupun dengan cara mempertemukan sperma dan sel telur suami istri ke dalam sebuah medium, setelah terjadi embrio lalu dimasukkan kembali ke rahim istri.

Inseminasi atau bayi tabung sah-sah saja selama dilakukan oleh pasangan yang memiliki uang yang banyak karena teknologi ini harus dibayar dengan biaya yang sangat mahal. Namun yang menjadi masalah adalah seorang wanita yang ingin hamil ini belum menikah, atau sperma yang didapatkan bukan berasal dari suaminya melainkan berasal dari sperma pendonor?

Inilah yang akan dilakukan oleh seorang artis yang memiliki nama asli Yuli Rahmawati tersebut. Tapi sepertinya program yang sudah banyak dilakukan di negara-negara barat itu tidak semudah yang di lakukan di Indonesia. Karena tatanan sosial kita ini menganut adat ketimuran. Apa kata orang, punya anak tak punya suami. Ada anak tapi bapaknya mana? Bagaimana masa depan anaknya nanti? Negara ini juga memiliki aturan tersendiri mengenai donor sperma. Program bayi tabung yang akan di lakukan harus di lakukan oleh pasangan suami istri yang memang masih dalam ikatan pernikahan yang sah. Sehingga sel sperma tersebut masih berasal dari sang suami. Tindakan ini di atur dalam UU No.36 tahun 2009 mengenai kesehatan.

Selain tidak di perbolehkan atas nama hukum, tindakan "donor sperma" juga di haramkan oleh Majelis Ulama Indonesia. karena jika pendonor bukan dari seorang suami yang sah maka sama halnya dengan melakukan hubungan kelamin di luar pernikahan.


Dengan tentangan dari semua pihak yang berlandaskan kekuatan yang sah, lebih baik urungkan niat untuk program donor sperma. Ada alternatif yang lebih baik dan manusiawi, anda dapat memilih mengadopsi anak. Anda setuju?
tips sehat anak bayi dan balita